32. Perjalanan penuh halangan

1.1K 159 42
                                    

Kedua pasangan muda itu memantapkan diri untuk kembali ke Aurorise guna menyelesaikan semua tugas tugasnya. 3 hari yang lalu sang raja baru saja kembali terlebih dahulu sebelum sang putra.

Jaylen dan Reeve menunggangi kuda yang sama. Persis seperti posisi mereka kala pertama kali keluar gerbang. Reeve yang duduk di depan dengan anteng dan Jaylen yang memacu kudanya dengan telaten di belakangnya.

Namun di tengah perjalanan, kawanan bandit yang sesungguhnya muncul membuat mereka jengkel dan begitu jengah. Tak seperti bandit pada umum nya, mereka lebih mengincar Reeve dan pedang hitam  milik Jaylen. Mengepung mereka hingga Reeve benar-benar ketakutan.

Jaylen bingung saat akan menyerang mereka karena tak ada yang menjaga Reeve. Sampai dia menyerahkan Reeve ke Harry dan menyuruh kevin membantunya. Berharap Harry benar-benar bisa di andalkan.

Tangan kirinya mengukur untuk mengeluarkan Xurios, namun dia langsung teringat dengan sumpah malam itu. Dengan terpaksa dan begitu jengah dia meminjam pedang milik Harry dan menggunakan Lunas untuk mulumpuhkan mereka.

"Sialan kalian! Kerajaan sebarang memang penghasil bandit yang menjijikan, cuih!" Jaylen meludah membuat kawanan bandit yang terdiri wanita dan pria kian tersulut emosi. Apalagi Jaylen yang sudah sangat marah karena Reeve yang menjadi incaran mereka.

Tanpa menunggu lama, Jaylen mengalihkan mereka dan membawa mereka jauh kedepan sana, sebelum akhirnya perkelahian besar terjadi. Jaylen cukup kesusahan karena dua pedangnya tak bisa bersama untuk disatukan. Membuat Lunas sedikit terlalu berat bagi Jaylen.

Apalagi pedang milik Harry yang nampak tumpul membuat sayatan itu tak terlalu bisa melukai mereka. Sesekali bibir tipisnya mendecih, saat ayunan pedang itu meleset. Matanya selalu mengi tau setiap pergerakan walau dia dalam posisi terkepung.

"Huhf andai aku bisa menggunakan Xurios,"  ucap jaylen dengan berdecak kesal.

Telinga nya menangkap suara Reeve yang menjerit membuat perhatiannya teralihkan ke belakang sana. Dia melihat Harry dan Reeve tersandera oleh dua pria misterius yang Jaylen yakini masih salah satu dari kawanan bandit itu. Mengabaikan para musuhnya di depan, ia segela berlari kebelakang secepat mungkin dengan wajah merah penuh emosi.

"SIALAN, JANGAN SENTUH ISTRI KU" Jaylen berteriak kala melihat mata merah Reeve mengeluarkan air mata dan raungan tangisan yang kian menyulut emosinya. Jaylen tak suka mereka menyentuh Reeve, walau hanya sejentik jari si manis. Apalagi yang menyentuhnya adalah kawanan bandit, musuh terbesar Jaylen.

Dia berlari sambil mengayunkan pedangnya sekut tenaga. Menyalurkan segela emosinya, dengan kini menjauhkan sang bandit dari tubuh kekasihnya. Melumpuhkan mereka dengan beberapa goresan dan sayatan yang membuatnya menjerit penuh lara sampai ambruk ke tanah. Dia mati?

"Kau baik-baik saja?" tanya Jaylen penuh kekhawatiran usai membunuh satu bandit di belakang sana. Dia merengkuh Reeve di pangkuannya dan mendekap sejenak untuk menenangkan si cantik dari tangisan penuh ketakutan.

"Aku baik..." Jawab Reeve dengan suara bergetar, dan rona mata basah nan sembab.

"Menjauhlah dulu, aku akan menyelesaikan mereka dengan cepat!"

Jaylen langsung menyerang mereka satu persatu, dengan membabi buta tanpa pikir siapa lawan mereka. Jaylen dan Reeve masih begitu sensitif pasca kontrak terjadi, jadi keduanya harus bisa benar-benar suci sampai pelantikan tiba.

"Mati kau bedebah tak berguna!" Pedang milik Harry yang sebelumnya dia anggap tumpul kini berubah sangat tajam, bahkan menyayat kian dalam di tubuh sosok yang kini meraung penuh kesakitan.

Jaylen melempar pedang milik Harry untuk mengembalikannya disaat para bandit itu lengah karena perhatiannya. Segera dari bawah Harry melumpuhkan kaki mereka dan langusng membunuhnya. Reeve yang melihat semua kejadian kejam dan menakutkan itu, membuat dia tak bisa berhenti menangis dengan rasa mual yang kini mendominasi nya.

PRINCE OF VERDENTIA [NOREN] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang