✍️📚❣️HAPPY READING ❣️📚✍️
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
*•*•*•*
Rex menyeret kopernya dengan langkah pelan, dibelakangnya ada triplets D, Lon, dan Lucas yang juga membawa koper miliknya masing-masing.
Remaja bulat itu menghela nafas dan menghentakkan kakinya dengan ekspresi sebal, "hufft..."
"Jangan memasang ekspresi seperti itu baby, ayo lanjutkan langkahnya. Kita harus segera berangkat sebelum malam tiba." Dex dengan lembut memberi pengertian pada sang adik.
"Rex enggak mau pulang, ace." Gumam Rex dengan tatapan berkaca-kaca membuat Dax dengan sigap menggendong sang adik sebelum menangis.
"Syuut, jangan menangis hm!" Dax mengelus lembut punggung sang adik seraya memberikan kata-kata penenang.
"Kalian duluan saja, kami akan menenangkan baby terlebih dahulu." Ujar Der pada kedua sepupu dan uncle nya.
"Baiklah, ayo anak-anak." Lucas mengangguk dan mengajak kedua ponakan Derick itu.
Setelah ketiga pria berbeda usia itu pergi, Dex segera mengambil alih sang adik dan menggendongnya ala koala guna menenangkan sikecil yang sedang rewel.
"Dek, dimana botol susu baby?" tanya Dex pada kedua adiknya, dengan sigap Der membuka ransel kecil yang dibawanya dan mengambil sebotol susu strawberry milik Rex lalu menyerahkannya pada sang ace.
"Ini ace," Dex mengambil botol susu tersebut lalu mengarahkannya pada mulut sang adik yang menangis sesenggukan.
"Ayo, kita harus segera berangkat." Dex menggendong sang adik membawanya ke mobil yang sudah standby di halaman rumah mereka, diikuti oleh kedua adiknya.
Sementara itu, di mobil yang lain Derick bersama kelima anaknya hanya bisa menatap Rex dari kejauhan karena kesayangan triplets itu, menolak untuk bertemu dengan sang daddy dan saudaranya yang lain.
"Dad, apa tidak sebaiknya daddy menemui Rex. Dia terlihat tidak sehat." Saran Len pada sang daddy yang sejak tadi memperhatikan sang anak dalam diam.
Mendengar perkataan putranya, Derick tersenyum tipis. "Biarlah triplets yang mengurusnya boy, daddy hanya ingin disini bersama kalian."
Len terdiam sejenak mencerna kalimat-kalimat yang dilontarkan sang daddy, entah mengapa hati kecil Len seolah berkata bahwa derick sudah tidak peduli pada putra kesayangannya itu lagi. Len Menggeleng-gelengkan kepalanya guna menghilangkan pikiran negatif tersebut terhadap sang daddy.
Mengabaikan ekspresi kebingungan putranya, Derick sesekali mencuri pandang pada mobil milik triplets yang sudah siap untuk berangkat, dari jendela mobil Derick dapat melihat putra kecilnya yang sedang menyandarkan kepalanya pada dada bidang sang ace seraya menikmati sebotol susu strawberry.
Netra biru milik Rex terlihat sayu, perlahan namun pasti mata iris biru itu, perlahan tertutup dengan mulut yang masih aktif menghisap nutrisinya dari dot.
Perjalanan menuju bandara internasional dimulai dengan suasana yang berbeda di dua mobil keluarga Ravenska. Mobil pertama, tempat Rex bersama triplets, penuh dengan suasana hangat dan perhatian yang tulus. Sementara di mobil kedua, Derick dan kelima anaknya tetap tenggelam dalam keheningan yang terasa berat.
-mobil triplets-
Dax yang duduk di kursi penumpang depan menoleh sesekali untuk memastikan Rex yang masih nyaman dalam pelukan Dex di kursi belakang. "Dia tertidur?" tanya Dax pelan.
"Ya," jawab Dex, suaranya lembut, sambil sesekali mengelus rambut Rex. "Tampaknya perjalanan ini cukup melelahkan baginya. Biarkan dia istirahat sejenak."
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy's Rays Of love
RandomMenceritakan kisah tentang seorang pria berusia 35 tahun yang sangat menginginkan anak dari pernikahannya namun harapannya harus kandas karna sang istri menolak mentah-mentah untuk melahirkan seorang anak demi menjaga penampilan tubuhnya. Hingga sua...
