✍️📚❣️HAPPY READING ❣️📚✍️
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
*•*•*•*
Pesawat keluarga Valkyrie akhirnya mendarat dengan mulus di landasan bandara pribadi milik keluarga Clifford. Bandara itu tidak terlalu besar, namun mewah dan memiliki desain arsitektur modern yang memancarkan kemewahan dari setiap sudutnya. Penjagaan ketat tampak di sepanjang area, dengan petugas keamanan yang berdiri di posisi masing-masing.
Dua pria dengan jas hitam berdiri di dekat tangga pesawat, menunggu kedatangan keluarga Valkyrie dengan sikap yang penuh wibawa. Pria pertama, William, asisten Clifford. Posturnya tegap, wajahnya tenang. Di sebelahnya, ada Lucian berdiri dengan senyum santai namun tetap memancarkan aura percaya diri.
Pintu pesawat terbuka perlahan, dan keluarga Valkyrie mulai turun. Dax, yang memegang koper, berjalan lebih dulu, sementara Dex turun sambil menggendong Rex yang terlihat masih mengantuk setelah perjalanan panjang. Der, seperti biasa, berada di belakang Dex, memperhatikan keadaan sekitar dengan ekspresi serius.
Di belakang mereka, Derick, Ryo, Lon, Lucas dan kelima anak Derick. Masing-masing membawa koper mereka sendiri. Meski keluarga itu tampak kompak, suasana canggung masih terasa di antara Derick dan kelima anaknya.
William menyambut mereka dengan langkah percaya diri. Ia mengulurkan tangannya kepada Derick sambil tersenyum. "Selamat datang di Valledor, tuan muda," ucapnya dengan nada ramah namun tegas.
"Uncle," balas Derick sambil menjabat tangan William. Meski singkat, senyumnya menunjukkan penghormatan kepada tuan rumah. Setelah itu, ia mengalihkan pandangannya kepada pria yang berdiri di sebelah William. "Lucian, kau juga disini?"
Lucian mengangguk sopan, senyumnya tetap ramah. "Tentu saja, Derick. Aku bahkan berangkat lebih dulu dari pada kalian. Apalagi, ini bukan kunjungan biasa, bukan?" Lucas merentangkan tangannya dan memeluk erat sang sahabat menuntaskan kerinduan yang selama ini terpendam. Keduanya berpelukan erat layaknya Teletubbies.
Setelah melepaskan pelukannya, perhatian Lucian beralih ke sosok kecil di pelukan Dex. Matanya berbinar saat ia menatap Rex yang masih memeluk botol susunya dengan erat. "Welcome baby, apa kamu tidak merindukan uncle hm?
Rex, yang baru saja terbangun, melirik Lucian dengan ekspresi terkejut dan sedikit gugup. Ia menyandarkan kepalanya lebih erat di bahu Dex, merasa tidak nyaman dengan perhatian dari orang asing.
Melihat reaksi adiknya, Dex berbicara dengan nada lembut namun tegas, "Rex masih malu-malu. Beri dia waktu, uncle Lucian."
Lucian terdiam sejenak sebelum tersenyum kembali. "Tentu saja. Aku tidak akan memaksa. Kami akan memiliki banyak waktu untuk bermain bersama lain kali."
"Baiklah, kalian ingin langsung ke rumah sakit atau ke mansion terlebih dahulu?" Tanya Lucian pada Derick dan anak-anaknya.
"Mereka akan ke mansion terlebih dahulu uncle, opa meminta mereka untuk istirahat dulu, besok baru mereka bisa ke rumah sakit." Bukan Derick ataupun anak-anaknya yang menjawab melainkan Ryo.
"Uncle Willi, tolong antarkan Lon ke rumah sakit. Aku dan yang lainnya akan ke mansion opa terlebih dahulu." Lanjut Ryo.
"Baiklah, kalian bersama Lucian dan aku akan mengantarkan tuan muda ke rumah sakit." Ujar William pada semuanya.
_________
Perjalanan dari bandara menuju mansion Clifford memakan waktu sekitar satu jam. Mobil-mobil mewah yang membawa keluarga Valkyrie melaju melewati jalanan Valledor yang indah. Kota itu memiliki nuansa modern namun tetap mempertahankan keindahan alamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy's Rays Of love
Ngẫu nhiênMenceritakan kisah tentang seorang pria berusia 35 tahun yang sangat menginginkan anak dari pernikahannya namun harapannya harus kandas karna sang istri menolak mentah-mentah untuk melahirkan seorang anak demi menjaga penampilan tubuhnya. Hingga sua...
