dunk berjalan melewati lorong lorong rumah sakit menuju kamar vip milik pond , sudah 3 hari setelah kecelakaan itu terjadi pond tak kunjung sadar
" nar bangun nar...... nara janjikan gk akan tinggalin aku lagi....." ujar dunk menggenggam tangan pond dan menyandarkan kepalanya ditelapak tangan pond
5 menit berlalu, jari jari pond sedikit bergerak membuat dunk kaget
" nar ? kamu denger aku nar?" ujar dunk sedikit menggoyangkan tubuh pond
tak ada jawaban hanya saja suatu nama yang terlontar dari bibir pond , membuat dunk terdiam
"phu...phuwin " ujar pond dengan mata yang masih tertutup, dunk melepas genggamannya sedikit menjauh , air mata dunk menetes membasahi pipinya
" tidak, aku salah dengarkan?"
****************
keesokan harinya...
dunk terbangun dengan tatapan kosong , untuk hari ini ia tak berencana menetap dirumah sakit , akan tetapi memutuskan untuk kembali bekerja
sudah lebih dari seminggu dunk akhirnya menginjakkan kaki lagi diperusahaan joong
" swadhikhaapp " ujar dunk menyapa para pelayan lain
" kau sudah sembuh bro" ujar salah satu pelayan yang taunya dunk izin karena sakit, dunk hanya menggangguk dan tersenyum
jam makan siang pun tiba , seperti biasanya dunk akan membuat teh untuk atasanya , namun anehnya ia tak melihat dimana joong berada dari tadi pagi ruangan nya pun kosong
" hey apa kau tau bos dimana?" tanya dunk pada salah satu karyawan tetap disana
" entahlah , sudah beberapa hari bis tidak pergi kekantor " jawab karyawan tersebut
dunk menggangguk dan berusaha mencerna keadaaan , melihat handphone tetap sama nomor joong tidak aktif dari 2 hari yg lalu , dunk kembali melakukan pekerjaan seperti biasa
3 hari kemudian
dunk tetap tak mendapat kabar keberadaan joong dan jarang sekali melihat perth ( sekertaris joong)
berada dikantor , dunk melamun sebentar namun tiba tiba ada sebuah ide terlintas dipikirkan nya
" ah benar , aku harus mendatangi nya "
dunk segera pergi dari kantor , tidak langsung pergi kerumah sakit namun ia akan pergi kerumah mewah milik jane mantan istri joong
" siapa kau?" ujar satpam disana
" aku dunk , bisa bicara dengan nyonya jane "
" apa keperluan bertemu nyonya?"
" aku ingin membicarakan sesuatu yang penting pak , kumohon ini menyangkut tuan joong " ujar dunk memohon , satpam itu pun terdiam sebentar lalu membiarkan dunk masuk kedalam rumah mewah tersebut
dunk sudah lama tidak berkunjung kerumah joong dan jane , terakhir kali saat jane pergi keluar negri, joong mengajak dunk menginap
" apa yg kau lakukan? dasar tidak tau malu " ujar jane tiba-tiba datang dari belakang
" hmm sebelumnya maaf tapi aku ingin bertanya sesuatu "
" huft cepat katakan aku tak punya waktu banyak"
dunk menjelaskan tujuannya datang bertemu jane dan berakhir mereka berdua saling bercerita tentang kejadian malam itu , beberapa jam kemudian dunk meninggalkan kediaman jane dan jane hanya diam
KAMU SEDANG MEMBACA
MASA LALU
Fanfiction" aku membencimu " -phuwin " maaf kan kakak phu , ini salah kakak " - pond " apa maksudmu ? aku kecewa dunk " - joong " joongie dengarkan aku bisa jelaskan hiks..." - dunk " semua tak ada yg bahagia, tak ada yang baik baik saja aku benci takdir...
