2 bulan berlalu...
" huft , sungguh sial " ujar phuwin pilu
" phuwin " panggil seorang dibelakang nya yg tiba tiba datang
" eh kakak " ujar phuwin mengusap air matanya dengan cepat
" kenapa disini terus ? akhir akhir ini sering banget ke atap " tanya pond sembari memberikan minuman coklat panas pada phuwin
" umm gk papa lagi banyak pikiran aja , kakak sendiri ngapain kesini ?" tanya phuwin
" kakak lihat kamu duduk sendiri jadi kakak inisiatif bikinin coklat panas "
" ouh makasih kak " ujar phuwin tersenyum
10 menit mereka terdiam dalam pikiran masing masing
" sampai kapan phu ?" tanya pond tiba tiba
" apanya kak ?"
" kau terus memikirkan joong bukan ? sampai kapan ? mengapa kau tidak mencoba memulainya denganku lagi ? kita besarkan leon bersama sama phu " ujar pond menggenggam tangan phuwin dan menatapnya
" aku tau kau masih tidak siap phu , aku mengerti tapi aku mohon beri aku kesempatan ya?aku akan menjadi lebih baik" ujar pond mengecup punggung tangan phuwin
mereka saling menatap dan kemudian pond memajukan wajahnya hingga bibir mereka bertemu dan saling melumat, semakin lama semakin intens , namun tiba tiba bayangan jooong terlintas dipikiran phuwin , membuat phuwin melepas ciuman itu
" kak...." ujar phuwin menunduk
" ada apa phu ? " tanya pond halus
" aku tidak bisa maaf... " ujar phuwin melepas genggaman pond dan berlari pergi meninggalkan pond sendiri di sana
pond menatap kepergian phuwin dan menghembuskan nafas kasar lalu masuk ke dalam rumah
.
.
.
.
.
" bagaimana keadaan phuwin dan anakku?" ujar joong di telepon
" mereka baik baik saja tuan " ujar bodyguard joong
" bagus tetap awasi phuwin , aku takut dia melakukan hal yg tidak tidak "
" baik tuan laksanakan "
tut tut tut ( telepon berakhir )
glek glek glek
joong terus terus meminum bir yg ada didepannya , sudah dua bulan ia pergi meninggalkan bangkok, joong pergi kemana ? joong pergi ke vila tempat ia bertukar cinta bersama phuwin
" joong udah lu udah mabuk banget " ujar Robert teman joong yg membuka bar diaekitar sana bersama kekasihnya
" phuwinn , guee kangen anjing " ujar joong frustasi
" joong sadar , lu harusnya jangan kabur gini, jelasin yg bener tuh gimana ke phuwin kalo gk ada komunikasi ya gk selesai selesai ntar keburu phuwin diambil orang " - Robert
joong hanya terdiam dan meminum birnya kembali dan menghisap rokok , joong benar benar frustasi ,phuwin selalu melarang nya minum dan merokok tapi jika phuwin tak ada ? dilema itu menghantui dirinya cara agar rindu itu tak menjadi jadi ia hanya bisa melampiaskan kerinduannya dengan minum dan merokok sembari menatap laut tempat ia pertama kali benar benar jatuh cinta pada phuwin
Robert kembali bekerja dan meninggalkan joong yg terus melamun
.
.
.
keesokan malam nya
joong kembali memesan bir itu dan berbincang bincang dengan Robert
saat hendak meminum bir itu panggilan telepon itu membuat joong sedikit menoleh pada handphone nya yg sedari tadi bunyi
KAMU SEDANG MEMBACA
MASA LALU
Fanfic" aku membencimu " -phuwin " maaf kan kakak phu , ini salah kakak " - pond " apa maksudmu ? aku kecewa dunk " - joong " joongie dengarkan aku bisa jelaskan hiks..." - dunk " semua tak ada yg bahagia, tak ada yang baik baik saja aku benci takdir...
