kebenaran

1.1K 56 9
                                        

1 bulan kemudian......

" sudah berapa bulan sayang?" tanya joong mengelus perut phuwin

" hmmm 9 bulan chennn "

" pintar , kata dokter sudah mau lahiran harus dijaga kesehatannya , makannya yg teratur vitaminnya jangan lupa " ujar joong tersenyum

" iyalah achennn " jawab phuwin

" nanti malam ada acara phuwin ikut ya?" ajak joong

" ada cakenya enggak ?" ujar phuwin polos

" hahha ada sayanggg , jika lelah langsung bilang ya kita pulang " ujar joong mengelus rambut phuwin

" siappp achennn "

TING

satu pesan muncul di hp phuwin

LINE :

+66

"hai phuwin ini aku dunk , bisa kita
bertemu sekarang ?"

phuwinn terdiam , senyuman nya hilang

" ada apa sayang ? siapa dia " tanya joong

" phi dunk ,ingin mengajakkku bertemu " ujar phuwin

" sayang jika tak ingin pergi aku akan bicara pada dunk " ujar joong

" tidak , mungkin ini penting aku akan menemui nya achen boleh ya ?" tanya phuwin

" kau yakin ? boleh saja biar achen yg antar " - joong

phuwin menggangguk dan menjawab pesan itu

LINE :

phi dunk

" bisa phi , kita bertemu
dimana ?"

" 📍cafe rainbow "

" aku otw phi tunggu aku "

phuwin dan joong segera pergi menemui dunk yg sudah berada dicafe

" kau yakin sayang ?" ujar joong

" hmm phu yakin chen jangan khawatir " ujarnya tersenyum

📍cafe rainbow

dunk hanya terdiam melihat dari jauh phuwin yg menggandeng tangan joong menuju kearahnya

" phi dunk ?" tanya phuwin

" eh phuwin " - dunk

" boleh aku meminta waktumu sebentar ?" - dunk

" joongie bisa tinggalkan aku dan phuwin berdua ?" tanya dunk pada joong

phuwin menatap kearah joong yg hanya melihat dengan tatapan datar

" achen?" ucap phuwin

" eh, achen tinggal ya jika ada apa apa langsung telepon aja mengerti?" ujar joong

" jaga phuwin " ujar joong pada dunk dan dunk hanya menggangguk

joong meninggalkan kedua orang itu yg hanya saling menatap canggung

" ada phi ? apa ada hal penting " ujar phuein dahulu

" phu , maaf kan aku aku sungguh minta maaf , aku egois aku egois phu " ujar dunk  berlutut di hadapan phuwin

MASA LALU Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang