1 bulan berlalu
hari hari phuwin hanya bermain bersama leon , dan joong pun berusaha menjadi daddy yg baik untuk kedua malaikatnya itu meluangkan waktu untuk mengurus keduanya , joong pun tak membiarkan phuwin kelelahan dan menyuruh semua maid untuk membantu segala kebutuhan phuwin
pond ? pond juga sering mengunjungi leon dan meluangkan waktu untuk bayi itu mungkin untuk phuwin juga tapi siapa yg tau
23.35
" oekk oekk oekkk " - leon
" dia menangis ya ? sini daddy gendong " ujar joong mengambil alih leon dari tangan phuwin
" istirahat lah sebentar pasti capek kan ngurus leon " ujar joong tersenyum
" sebentar ya chen , nanti bangunin lagi kalo leon minta nenen" ujar phuwin terlihat lelah
joong memandangi leon penuh dengan cinta dan kasih sayang , " terima kasih sudah datang dalam hidup daddy , kau adalah salah satu alasan mama dan daddy bersama sayang cup cup " ujar joong mendekap bayi itu , entah kenapa joong sangat cepat jika disuruh menenangkan bayi mungil itu
" kau menyukai daddy ya ? masih ingat daddy selalu menenangkan mu waktu diperut mama , mengajskmu bicara dan memijat mama jika mama kesakitan karena mu sayang " ujar joong tersenyum
joong meletakkan leon pada boxnya dan mencium nya sebelum akhirnya joong beralih pada phuwin dan menggendong phuwin keluar kamar membuat phuwin terbangun dan merengek
" ehh achenn mau kemana ?" ujar phuwin
joong meletakkan phuwin duduk di taman belakang rumah dan joong juga duduk di dekat phuwin
" apa semua ini ?" ujar phuwin bingung
TING 00.00
" selamat ulang tahun sayang cup cup " ujar joong tersenyum memandang phuwin yg masih bingung
" tanggal 5 juli sayang " ujar joong membuat phuwin sadar
" aku ulang tahun ?" ujar phuwin
" astaga, sayang kau baru ingat?" ujar joong, belum sempat phuwin menjawab , kembang api menghiasi langit membuat phuwin tersenyum senang
joong tersenyum memandang phuwin yg juga tersenyum ia mengeluarkan sebuah cincin dan berlutut dihadapan phuwin
" will you marry me? i love you baby " ujar joong membuat phuwin tercengang
" sayang ?" - joong
" of course, of course I want " ujar phuwin menahan tangisnya
" terima kasih mau berjuang dan bertahan bersamaku " ujar joong memeluk phuwin
" aku juga berterima kasih mau menerima segala kekurangan ku dan segala penderitaan bersama ku" jawab phuwin
" penderitaan? aku tidak merasakannya aku hanya merasa bahagia bersamamu sayang " ujar joong mulai melumat bibir phuwin semakin dalam dalam joong melepas kannya phuwin butuh oksigen
nafas phuwin ter engah engah namun joong sudah berbalik mengambil tab yang berada di meja dinner mereka
" apa itu ?" ujar phuwin bingung
" salah satu surprise hari ini " ujar joong memberikan sebuah informasi dalam halaman tab itu
phuwin menerima tab itu , mulutnya terdiam , kakinya bergetar , sungguh ia tak bisa berkata kata lagi , tubuh phuwin terhuyung ia tak kuat menopang dirinya sendiri , joong menangkap tubuh phuwin yang sedari tadi hanya menangis didekapannya
" aku tidak pernah merasakan hal seperti ini , aku benar benar bahagia, sangat bahagia hikss " ujar phuwin disela tangisnya
" kau sudah membawa kebahagiaan dihidupku sayang akupun harus siap membahagiakan mu " ujar joong mengelus rambut phuwin lembut
" aku kuliah achen ? aku benar-benar kuliah ?" tanya phuwin
" iya sayang , pacar temanku akan satu kelas denganmu dan kau bisa lulus bersama satang dan fourth " ujar joong membuat phuwin benar benar speeclees
" benarkah? bagaimanakah kau bisa melakukannya ?" tanya phuwin bingung
" aku bisa melakukan apapun sayang , apalagi untuk mu ini masalah kecil " ujar
" achenn....." ujar phuwin semakin menangis
" hey , jangan menangis sayang aku mencintaimu, jika ada sesuatu yg kau inginkan katakan saja okhe?" ujar joong mencium kening phuwin
phuwin dan joong melanjutkan makan malam bersama , semua menu kesukaan phuwin , kue butterfly yg indah dan ditemani dengan lilin aroma yg membuat suasana menjadi romantis
" lusa phu sudah bisa kuliah, leon biar maid yang jaga atau aku bisa meluangkan waktu untuk leon , aku sudah memberi tau kedua temanmu itu "
" sungguh? baiklah achen terimakasih banyak love you na " ujar phuwin tersenyum bahagia ternyata ia masih bisa merasakan hidup remajanya yg sempat hancur
.
.
.
TING TONG
" tuan ada surat dari kantor pengadilan " ujar bibi pui dengan membawa leon digendongannya
joong menerima surat itu , tapi tertera nama phuwin disana
" terima kasih bibi pui " ujar joong memberikan surat itu pada phuwin
phuwin membuka nya , lalu menghela nafas kasar
" huft benar benar surprise di ulang tahunku achen " ujar phuwin meletakkan surat itu lagi
" surat apa ?" tanya joong
" surat cerai dari pengadilan mama sepertinya sudah mengurusnya" ujar phuwin
" tidak apa-apa sayang aku mengerti " ujar joong
" membuat mood ku tidak bagus saja "
" kau sedih ?"
" tidak aku sangat senang hanya saja ini menyebalkan aku tak mau mengingat ingat lagi , tapi surat itu membuatku teringat " lirih phuwin menunduk
DOR
satu tembakan meriam party ditujukan dari belakang punggung phuwin
" astaga! siapa yg mengizinkan kalian masuk " ujar phuwin kaget melihat fourth dan satang datang mengagetkannya
" tuh si abang abang bawel , nyuruh kita rayain bersama sama " ujar satang
" achen ?" ujar phuwin bingung
" biar gk sedih lagi , biar seru ada mereka , kita rayain dengan memanggang daging " ujar joong tersenyum
" tuhkan phu, nih gue bawa kue buat lu , bagus kan" ujar satang pamer
" thx ya bro " ujar phuwin tersenyum
" di mana ponakan gue ? biarin gue main sebentar ma tuh bocah " ujar fourth menoleh noleh mencari leon
" ada di belakang ma bibi lagi cari sinar matahari pagi " ujar phuwin menunjuk kebelakang
" yaudah lu makan dulu gih ntar ngikut kita ya nonton disana " ujar satang berlari menarik fourth pergi ke ruang tengah milik joongphuwin
" udah berasa kek rumah sendiri aja lu " ujar phuwin tertawa dan joong ikut tertawa
" senang ?" tanya joong
" senang sekali" ujar phuwin tersenyum
segitu dulu love
jangan lupa vote dan komen ❣️🫶
KAMU SEDANG MEMBACA
MASA LALU
Fanfic" aku membencimu " -phuwin " maaf kan kakak phu , ini salah kakak " - pond " apa maksudmu ? aku kecewa dunk " - joong " joongie dengarkan aku bisa jelaskan hiks..." - dunk " semua tak ada yg bahagia, tak ada yang baik baik saja aku benci takdir...
