" aku membencimu " -phuwin
" maaf kan kakak phu , ini salah kakak " - pond
" apa maksudmu ? aku kecewa dunk " - joong
" joongie dengarkan aku bisa jelaskan hiks..." - dunk
" semua tak ada yg bahagia, tak ada yang baik baik saja aku benci takdir...
menunggu pond pulang tak lama kemudian pond datang membawa cookies yg ia inginkan.
" suapin kakkk " ujar phuwin manja
" iya bentar " jawab pond
saat hendak menyuapi phuwin handphone pond berdering , pond melihatnya lalu tersenyum mengangkatnya
raut wajah pond berubah ia terlihat marah lalu segera pergi meninggalkan phuwin yg hanya diam
" aku pergi "
" tapi...."
pond sudah berlalu, sudah sejam phuwin menunggu pond tapi pond hilang tak tau kemana
ting !
satu chat baru muncul di handphone phuwin
LINE :
+66
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"suami lo ada sama gue 555 , gausah ditunggu , gausah dicari ! "
phuwin kaget hatinya sakit , airmata nya sekarang mengalir dipikirannya bertanya tanya " siapa dia ? apa kah dia dunk itu ? "
phuwin ingat betul itu adalah lantai apartemen pond , karena sepulang sekolah phuwin sering bermain disana , phuwin segera beranjak pergi membawa kunci apartemen kak pond dan pergi dengan supir
" ke apartemen kakak, paman kakak sudah menunggu " bohongnya
" iya tuan , saya segera berangkat "
di dalam perjalanan fikiran phuwin mulai kacau semua pertanyaan muncul satu persatu
Sesampainya di apartemen pond
phuwin tidak yakin ingin masuk, perasaan nya takut, kacau , perutnya mulai mual langkahnya terasa sangat berat tapi entah keberanian ia pun masuk perlahan membuka pintu itu
air mata phuwin mengalir deras , terdengar jelas suara yg ia sangat kenal , phuwin hanya bisa menangis tanpa suara dan mulai mendekat membuka pintu kamar