tertembak

1.2K 62 38
                                        

" sudah siap ?" ujar wanita yg sedang berbicara pada bodyguard nya

" sudah nyonya aman " ujar bodyguard

" jangan sampai salah seperti bulan lalu , atau aku tak akan memaafkan kalian lagi " ujar wanita itu lagi

" tenang nyonya setelah ini aku akan memeriksanya lagi , kali ini tidak akan menaruh ditas yang salah "

" bagus,  akan kupastikan kau mati malam ini " ujar wanita itu tersenyum licik

__________________________________

20.38

" maaf ya achen jadi telat " ujar phuwin menunduk sedih

" tidak apa apa sayang , lagi pula tidak akan ada yg memarahiku jika telat " ujar joong mengelus rambut phuwin

" huft tapi aku terlalu lama memilih baju , lihat semua orang sudah berkumpul " lirih phuwin

" ini sudah bagus sayang , cantik yang penting kan dedenya sama phuwinn nyaman pakenya " - joong

" yaudah ayo sekarang masuk ya " ujar joong menggandeng tangan phuwin masuk kedalam acara itu

rangkaian acara telah selesai , joong dan phuwin memasuki acara itu dan menikmati sisa acara yang ada

" woiii , baru muncul lu kepermukaan " ujar ohm merangkul bahu joong

" telat dikit " ujar joong dingin

" eh phuwin, udah berapa bulan tuh " tanya ohm

" sudah 9 bulan " ujar phuwin tersenyum

" pergi lo , kesini cuma mau ngegoda pacar gue kan ?" ujar joong dingin

" dih , cuma nanya gitu doang udah marah marah berasa kek mau bunuh gue , sorry ya gue juga udah punya pacar , tapi gk gue bawa besok dia harus kuliah " ujar ohm

" terserah lu gua gk peduli " ujar joong datar

" mau apa sayang ?" tanya joong pada phuwin yg hanya diam

" tidak achen bicara saja , phuwin mau kesana " ujar phuwin menunjuk meja yg penuh makanan

" kesana aja ya ? nanti achen nyusul , jangan kemana mana mengerti " ujar joong tersenyum

"siap achen "

phuwin berjalan menuju beberapa meja yg berisi cake dan memakannya , sementara joong sedang berbicara dengan rekan bisnisnya

" phuwin?"

phuwin menoleh terdiam , ia masih tak bisa mencerna kejadian tadi siang , dunk menyapa nya

" eh phi dunk " jawabnya

" kau ternyata datang juga " ujar dunk tersenyum

" hmm aku menemani achen ,namun aku kesini buat makan ini " ujar phuwin menunjuk cakenya

" phu ?"

" ya phi ?"

" boleh aku memegang keponakan ku ?" ujar dunk

keponakan? phuwin masih bingung.

" eh tentu saja phi " ujar phuwin canggung

dunk mengelus pelan perut phuwin dan tersenyum

" phi jadi pergi besok ?" tanya phuwin

" iya phuwin,  tapi aku akan mengunjungimu kapan kapan atau saat kau melahirkan " ujar dunk masih mengelus perut phuwin

" maaf ya belum bisa jadi kakak yang baik buat kamu,  aku juga masih ga nyangka " ujar dunk tertunduk

" gapapa, aku juga masih belum bisa adaptasi sama kenyataan,  aku juga belum bisa lakuin apa apa buat phi , kalo phi butuh apa apa bilang aku aja ya ?" ujar phuwin

MASA LALU Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang