3 hari kemudian...
phuwin sudah bisa kembali kerumah dengan membawa bayinya
" aku ingin melihat phi dunk " ujar phuwin
" sayang " joong sepertinya sudah tak tau mau menjawab apa
" kenapa? dimana phi dunk katakan?" ujar phuwin penasaran
" phuwin, biarkan dirimu istirahat dulu " ujar pond membantu mengantar mereka berdua
" tidak ! katakan dimana phi dunk , kumohon hikss hiksss..." ujar phuwin mulai menangis
joong dengan lembut menarik lengan phuwin ,dengan satu tangan yg lain menggendong leon dan membawa masuk mobil mereka diikuti pond juga
joong mengemudikan mobilnya dengan sangat pelan dan sesekali menoleh pada dua malaikat hatinya
" kita mau kemana?" tanya phuwin
" katanya ingin bertemu phi dunk " ujar joong tersenyum
phuwin menggangguk
.
.
.
" benarkah ? " kaget pond
kaki pond melemas mengetahui bahwa ia telah menyakiti dua bersaudara
" tidak mungkin phuwin....." ujar pond masih tidak percaya
" itu sebabnya dunk memanggilmu adik sebelum ia menghembuskan nafasnya " ujar joong yang kini duduk disamping makam dunk bersama phuwin
" phiii.. kenapa kau juga ikut papa meninggalkan ku ? kenapa phii ?? aku hanya memilikimu, bukankah kau mau menjadi kakak yang baik ? kenapa phi dunk tega meninggalkan phuwinnn hiksss ..... lihatlah keponakan mu dia bernama leon , pasti jika kau ada disini kau begitu sangat menyayanginya hikss...." ujar phuwin menunduk menangis
" phuwin maafkan aku..." ujar pond yg tiba tiba duduk disamping kiri phuwin
" kenapa minta maaf ?" ujar phuwin
" aku tak tau bahwa sebenarnya kalian bersaudara, aku jahat phu " ujar pond menunduk sedih
" jangan ngungkit kejadian dulu lagi , phi dunk tak menyukai nya , lagi pula itu sudah terjadi " jawab phuwin lesu
_____________________________
3 hari kemudian
joong sedang bersandar di sofa lipat balkon kamarnya dengan memegang tab seperti sedang mengerjakan sesuatu yang penting
" achenn..." ujar phuwin datang dan merangkak ke atas tubuh joong
joong segera menutup tab nya dan beralih memeluk phuwin
" ada apa sayang ? leon sudah tidur ?" tanya joong
" sudah , aku baru aja selesai nenenin dia terus pas dia tidur aku pindah ke box " ujar phuwin
" apa itu ? lanjutkan saja kenapa berhenti " ujar phuwin menunjuk tab yang barusan joong letakkan
" tidak , hanya perkejaan biasa bisa diselesaikan besok besok, leon kan udah nenen, sekarang gantian daddynya dong " ujar joong manja
" ih modus achen, tapi dada aku sakit yg kiri, leon tadi minum cuma dikit disebelah kanan " rengek phuwin
" makanya sini daddynya bantuin " ujar joong membuka kancing baju phuwin dan meyesapnya
" eshh ahhh " desah phuwin saat joong mulai nyesap putingnya, phuwin hanya bisa meremas rambut belakang joong dan memejamkan mata
joong semakin rakus ,membuat piyama phuwin menjadi basah,beberapa menit joong meyesapnya semakin kuat membuat phuwin menggeliat kesakitan dan tak sengaja menendang tengah joong
KAMU SEDANG MEMBACA
MASA LALU
Fanfiction" aku membencimu " -phuwin " maaf kan kakak phu , ini salah kakak " - pond " apa maksudmu ? aku kecewa dunk " - joong " joongie dengarkan aku bisa jelaskan hiks..." - dunk " semua tak ada yg bahagia, tak ada yang baik baik saja aku benci takdir...
