phuwin berlari meninggalkan ruangan itu dengan tangis yg tak kunjung hilang
" shittt shitt ksu bodoh joong archen " ujar joong merutuki kedatangan phuwin
" kau! " ujar joong pada jane dengan penuh amarah
" apa??? kau ber "
DORRR
kata kata jane terhenti saat tembakan mendarat dibibirnya membuat nya memejamkan mata selamanya
" urus jasadnya " ujar joong kepada salah satu bodyguard
joong berjalan dengan penuh amarah dan rasa khawatir kepada phuwin
" siapa yang berani beraninya membawa phuwin masuk kedalam ruangan ku hmm" ujar joong mengangkat pistol nya
( flashback on )
" hoammm " phuwin terbangun ia memimpikan kedua orang tua nya saat ia terbangun dan ingin memeluk sosok kekar di depannya itu hilang
" achen ? achen dimana?" ujar phuwin mengucek matanya
" hiks hikss " phuwin mulai menangis namun nihil joong tetap tidak datang
phuwin memutuskan mencari joong kebawah namun ia malah melihat segerombolan bodyguard joong berkumpul
" achen dimana?" tanya phuwin
" tuan phuwin " ujar mereka memberi salam hormat
" ehh itu tuan joong sedang pergi " ujar salah satu dari mereka
" kalian bohong , dia tidak pergi handphone nya ada dikamar dia tak mungkin melupakan nya dan jika achen akan pergi dia pasti mengabariku "
" katakan yg sebenarnya achen dimana " ujar phuwin
" maaf tuan kami tidak bisa memberitau tuan "
phuwin terdiam lalu pergi menuju dapur dan kembali lagi dengan membawa sebuah pisau membuat semua orang disana kaget
" tuan itu berbahaya lepas tuan "
" siapa kalian menyuruh nyuruhku ha? "
" jika kalian tidak memberitahukan dimana achen aku tak akan segan segan menggorok leherku sendiri , katakan ! " ujar phuwi mengarahkan pisau ke lehernya
" tuan hentikan , jangan tuan " ujar semua bodyguard joong
" katakan!" ucap phuwin
" baik tuan ikuti kami " ujar bodyguard joong berjalan dengan phuwin, membuat phuwin bingung
phuwin sampai didepan pintu yg mirip dengan penjara , phuwin masuk tanpa bodyguard dan berhenti saat melihat joong menjambak mantan istrinya dengan pistol ditangannya , benar benar seperti mimpi achen yg biasanya lemah lembut berubah menjadi seperti monster yg siap membunuh siapa pun
tubuh phuwin bergetar,kepalanya tiba tiba pusing bau darah itu sangar menyengat dan parahnya lagi ungkapan mantan istri achen membuatnya shock dan menutup mulutnya tak menyangka
( flashback off )
setelah joong mengganti bajunya ia pun berlari menuju kamarnya , phuwin tidak ada disana dimanapun tidak ada
" oh ya rooftop " batinnya laku segera berlari menuju rooftop
benar saja phuwin menangis dibawah bintang
" sayang " ujar joong mendekap tubuh phuwin
tanpa berbicara phuwin pun langsung menjauh
" jangan mendekatiku !!!! aku membencimuu !!! kau jahad kau sungguh jahaddddd " ujar phuwin berjongkok dan meremas rambutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
MASA LALU
Fanfiction" aku membencimu " -phuwin " maaf kan kakak phu , ini salah kakak " - pond " apa maksudmu ? aku kecewa dunk " - joong " joongie dengarkan aku bisa jelaskan hiks..." - dunk " semua tak ada yg bahagia, tak ada yang baik baik saja aku benci takdir...
