12 tahun berlalu
" leon naravit tangsaydin "
" Albert rachen tangsaydin "
" Aluna rachen tangsaydin "
seorang remaja tampan terduduk disebuah ruangan yang biasa orang sebut gudang
" kenapa hanya aku yang berbeda dan kenapa aku baru menyadari ya ?" batinnya saat membaca sebuah surat dan beberapa foto yang sedang ia pegang ,lalu buru buru dia sembunyikan dan segera pergi dari tempat penuh rahasia itu
.
.
.
makan malam bersama terus terjadi selama 12 tahun mereka lewati , phuwin yang sudah memasuki umur 34 dan joong yang sudah berumur 49 bersama ketiga anaknya yang kini duduk bersama mereka.
" kenapa diam saja sayang ? " tanya phuwin karena sedari tadi anaknya hanya diam tidak seperti biasanya yang antusias bercerita
" ada masalah disekolah barunya ?" tanya joong juga karena kini putra nya menginjak kelas 1 sma
" tidak dad , ma cuma ga selera makan aja " ujar leon dengan wajah tertunduk
" leon lagi sakit sayang ? besok periksa aja ya ?" tanya joong
" tidak dad , besok leon mau sekolah aja " ujar leon tak seceria biasanya
" yaudah gapapa , tapi kalo ada apa apa bilang mama ya ? " ujar phuwin tersenyum
leon mengangguk
" gimana sekolah de Albert? " tanya joong setiap hari
" biasa aja dad ga ada yang seru " ujar Albert sedikit tertawa
" dad , Albert juga pengen sekolahnya naik motor sendiri kayak abang lee" ujarnya memohon
" loh , kamu itu masih kecil , masih sd kelas 4 , ga boleh " ujar joong heran dengan permintaan anaknya
" ih ga adil , abang lee punya , Albert engga huft " ujarnya merajuk
" ga gitu sayang, nanti ya kalau udah smp " ujar joong tersenyum
leon menoleh . pasalnya dia baru boleh menggunakan motor waktu sma , karena suasana hati yang sedang tidak nyaman dengan kejadian tadi siang , membuat leon benar benar marah
BRAKK!
leon menggebrak meja dengan kuat
" ambil aja motor GUE ! KALO LU MAU " ujar leon pergi meninggalkan meja makan yang membuat semua kaget dan sikecil yang sedang phuwin suapi menangis
" daddy.. abang kenapa? Albert salah ya ?" ujar Albert ketakutan
joong diam tak menjawab dan hendak mengejar leon
" jangan. biarin dia waktu butuh sendiri chen " ujar phuwin menggenggam tangan joong
" dia kenapa ? apa aku salah bicara ? aku takut aku tidak bisa menjadi daddy yang baik untuknya" ujar joong dengan raut wajah sedih
" tidak achenn , selama 16 tahun ini kau sudah menjadi daddy sekaligus suami yang baik , jangan khawatir, jika marahnya sudah dia pasti akan menceritakan apa yang membuatnya marah , udah ya aku mau nenangin aluna dulu " ujar phuwin tersenyum
joong mengangguk
" Albert, dihabisin makannya terus langsung tidur ya " ujar phuwin mengelus rambut anak itu dan beralih menggendong anak perempuannya yang sedang menangis
.
.
.
keesokan paginya
KAMU SEDANG MEMBACA
MASA LALU
Fanfiction" aku membencimu " -phuwin " maaf kan kakak phu , ini salah kakak " - pond " apa maksudmu ? aku kecewa dunk " - joong " joongie dengarkan aku bisa jelaskan hiks..." - dunk " semua tak ada yg bahagia, tak ada yang baik baik saja aku benci takdir...
