" KAKAK?" ujar phuwin kaget
" lepass ka-kk lepass " ujar phuwin berusaha melepas pelukan pond
" phu...."
" aku merindukanmu...." ujar pond tetap memeluk phuwin
" kak.... tidak kakk " ujar phuwin yg mulai menangis
" apa kau tak merindukan ku? phuwin apa kau sudah benar-benar berubah?" tanya pond
" sakit kak lepass kan " ujar phuwin berusaha mendorong tubuh pond
pond menyerah ia melepaskan pelukan nya pada phuwin
" maaf phu..."
" maafkan kakak phuu , kakak menyesal phuwin" ujar pond menunduk kan kepalanya
" baru sekarang kak ? setelah kau hampir kehilangan bayi ini dan diriku? mengapa kak ?"
" bukannya kau sudah kembali bersama phi dunk ? aku tak akan mengganggu mu kak dan jangan ganggu hidupku lagi " ujar phuwin pilu
" kau tak membencinya maupun aku ?"
" buat apa membenci kalian ? bukannya kalian saling mencintai? tak ada yg perlu disalahkan kak"
" phuu.... semenjak menikah denganmu aku sadar, seharusnya aku berusaha mencintaimu dan merawatmu dengan baik " ujar pond
" tidak bisakah kita kembali lagi ? aku akan menjagamu dan anak kita " sambung pond
" kak ? cukup aku lelah , aku sudah terlanjur sakit kak bisakah hentikan drama ini ? aku sudah memiliki achen aku bahagia kak hikss.. " ujar phuwin menunduk
" apa dia bisa menerima anak itu ? bukankah itu anakku?"
" ini anak achen juga tanpa achen dia tidak akan selamat , sejak kejadian itu aku berusaha menerima kenyataan tapi tidak bisa aku berfikir tak ada yg lagi yg aku punya didunia ini , berusaha membunuhnya dan juga diri ku namun achen selalu berhasil mengggagal kan semuanya ia bersedia menjadi ayah anak ini......"
" sa-at tidak ada yg menginginkan nya , kau , aku dunia tak ada yg menginginkan nya.... hanya achen yg mampu mempertahankan nya...."
" aku melihat ketulusan dalam setiap apa yg dia lakukan padaku bukannya tekanan kak "
pond terdiam baru kali ini ia merasa jahad sekali , apa ini rasanya tak dianggap?
" phu... maafkan aku..." ujar pond menggenggam tangan phuwin
" lepass ka-kk "ujar phuwin berusaha melepas cengkraman pond
" maaf phuu "
BRAKK!!! ( pintu terbuka)
" apa yg kau lakukan khun naravit!!!!" ujar joong marah
"achenn... tolongg " ujar phuwin diisak tangisnya
joong berjalan dan mengambil alih tangan phuwin menggandengnya menuju keluar kamar mandi
saat hendak pergi joong berpapasan dengan dunk , ia terdiam sebentar tatapan itu , joong menghela nafas lalu kembali menuju mobil
semua orang melihat kejadian itu semua bingung apa yg sedang terjadi antara joong dan pond
di mobil
" kau tak apa sayang?"
" hmm aku baik baik saja "
" maaf aku terlalu lama ya "
" tidak apa achen ayo pulang"
_______________________________
dirumah
00.58
joong duduk dibalkon kamarnya sesekali menoleh pada malaikat kecil yg sedang tertidur di ranjang mereka lalu tersenyum
joong meraih rokok sisanya yg dulu dan menghisapnya , pusing dikepalanya kembali melanda
10 menit joong tenggelam dalam fikirannya namun tiba-tiba datang phuwin dari belakang mengejutkan nya
" merokok lagi ? ada apa ?" tanya phuwin duduk disamping joong
( flashback on )
balkon Villa di krabi
" achen merokok?" tanya phuwin
" huh? kau datang " ujar joong dan segera mematikan rokoknya
" aku boleh meminta sesuatu?"
" ya katakan apapun "
" berhentilah merokok achen"
joong terdiam lalu kembali bertanya
" mengapa?" tanya joong
" jika kau merokok bibirmu terasa pahit "
joong terkekeh dan tersenyum
" lalu apa yang aku dapatkan jika berhenti merokok hmmm?" tanya joong
" umm aku akan memberikan kau kiss kapanpun" ujar phuwin tersenyum manis
" hahha really baby ?"
" yes of course "
semenjak kejadian itu joong sudah tidak pernah lagi merokok karena permintaan phuwin juga karena phuwin yg sedang mengandung
( flashback off)
" phuwin? sayang tidak tidur "
" aku terbangun mencari mu , achen tidak ada disampingku " ujar phuwin menunduk
" yaudah sekarang achen temenin bobo ya?"
" achen belum jawab pertanyaan phu "
" sayang.... sudah malam "
" phu tau kok "
" tau apa?"
" pasti achen sedang memikirkan phi dunk ,jujur saja "
" hah? apa maksudmu sayang "
" tatapan mu pada phi dunk berbeda kau pasti sedang memikirkan sesuatu , katakan padaku aku tak masalah chen " ujar phuwin memohon
joong menatap dalam dalam manik mata phuwin, joong tidak pernah menemukan seseorang seperti phuwin yg hidup tanpa kebencian kelicikan , phuwin begitu baik , lama lama joong menatapnya air mata itu mengalir
" achennn jangan nangisss , phu tau kok " ujar phuwin memeluk pria disampingnya
" shhh phuu maafkan aku " ujar joong membalas pelukan phuwin
" aku mengerti aku juga merasakannya "
" menangis lah " ujar phuwin mengelus punggung joong
" 2 tahun tidak lama phuu "
" aku akan berusaha menghilangkan rasa sakit itu chen "
dua orang itu saling berpelukan sepanjang malam melihat bintang yg bertebar dilangit
______________________________
berita hubungan joong dan phuwin sekarang menjadi sorotan publik, seluruh pengusaha pengusaha terkenal menyorot hubungan mereka , dan kabar itu terdengar hingga luar negeri
" apaa paan ini " ujar wanita tua
" ada apa ma ?" jawab pria tua disebelahnya
" lihat ini " ujar wanita tua itu sambil membeperlihatksan sebuah foto
" urus mereka "- tuan tan
" aku akan kebangkok malam ini " ucap nyonya nay
" aku akan mengurus disini "
jangan lupa vote dan komen ❣️🫶
KAMU SEDANG MEMBACA
MASA LALU
Fanfiction" aku membencimu " -phuwin " maaf kan kakak phu , ini salah kakak " - pond " apa maksudmu ? aku kecewa dunk " - joong " joongie dengarkan aku bisa jelaskan hiks..." - dunk " semua tak ada yg bahagia, tak ada yang baik baik saja aku benci takdir...
