the last smile

1K 48 7
                                        


" tidakk... " lirih remaja itu dengan tangan berlumuran darah

" DADDDYYY!!!!! " remaja itu semakin menangis histeris, semua orang disekitar sana sudah berusaha mengeluarkan joong dari mobil nya dan memanggil ambulance

" eshhh akhhh " ujar joong dengan setengah kesadarannya

" daddy ? bertahanlah oke? aku menyayangimu dad , maafkan leonnnn hikss " ujar leon disamping joong menggenggam tangan joong

" leon sayangg.. daddy juga sangat menyayangimu nak.. jangan pernah berpikir kau bukan anak daddy "

" kau selalu menjadi kesayangan daddy... tak ada yang bisa menggantikan mu dann eshh akhh " ucapan joong terhenti saat matanya memejam

" tidakkk , DIMANA AMBULANCENYAA!! selamatkan daddy ku hiksss "

.

.

.

" apa ? " tubuh phuwin gemetar dan terhuyung membuat para maid khawatir , ponsel yang ia genggam terjatuh rasanya kehidupannya seakan terhenti mendengar kabar dari rumah sakit

" nyonya ada apa nyonya " ujar mereka membantu phuwin duduk dan memberi phuwin minum

" antar aku kerumah sakit dan jaga anak anak selama aku tidak ada " ujar phuwin dengan tatapan kosong

para maid mengangguk dan beberapa yang lainnya menyuruh supir menyiapkan mobil











_________________________

phuwin berlari menuju loby, dan terus memasuki lorong lorong menuju UGD namun langkahnya terhenti melihat anak sulung nya tengah menangis dengan penuh darah di bajunya

" leon sayang ? kau baik baik saja ? " ucap phuwin memeluk anaknya itu

" ma.... aku oke, daddy maa " ujar leon menangis dipelukan phuwin

phuwin hanya terdiam mematung air matanya sedati tadi tak berhenti menetes , namun dia harus harus kuat walau rasanya sangat berat untuknya

.

phuwin dan leon duduk diruang tunggu dengan pandangan yang sama sama kosong

" daddy menolong ku " ujar leon menunduk

" hahaha, achen tak pernah berubah dari dulu dia selalu mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku" ujar phuwin dengan senyum kecutnya

" ha ? apa maksud mama? " tanya leon kebingungan

" mungkin ini sudah saatnya kamu tau sayang "

" ayah biologis mu adalah papa pond bukan daddy , sebelum mama menikah dengan daddy. mama pernah dijodohkan dengan papa pond " ujar phuwin

phuwin menjelaskan beberapa kejadian yang dapat dicerna oleh leon dengan benar karena phuein rasa anaknya memang harus tau

"saat saat sulit itu benar membuat mama ingin mengakhiri semuanya namun daddy selalu datang dan menggagalkannya " phuwin menceritakan semuanya dengan antusias , tersenyum namun dengan air mata yang tak henti hantinya mengalir

leon mengepalkan tangannya merutuki kebodohannya dan membuat semua ini berakhir

" daddy mu sangat menyayangimu dan tak membiarkan mu terluka sedikit pun leon " ujar phuwin

" mama.... maafkan akuu hikss " ujar leon merasa bersalah



.

" phuwin " seorang pria ber jas datang dengan sedikit berlari

MASA LALU Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang