time with pond

1.1K 62 11
                                        

" kakak mau ajak phu kemana?" ujar phuwin saat pond menutup matanya

" ikuti kakak saja mengerti ?" ujar pond

phuwin menggangguk saat dirinya dituntun pond menuju suatu tempat

" satu dua tiga " ujar pond membuka penutup mata phuwin

" woahhh" ujar phuwin kaget

" senang , indah tidak? " tanya pond

" indah sekali kak " ujar phuwin saat melihat pemandangan didepannya pond telah menyiapkan tempat di rooftop dengan meja dinner yg begitu romantis

" pakai ini disini dingin " ujar pond melepas jaketnya dan memakaikannya pada phuwin

" terima kasih kak " ujar phuwin tersenyum

" silahkan tuan " ujar para pelayan disana

pond dan phuwin memakan makanan disana bercanda tawa bahagia sekali kelihatannya

( padahal aslinya sama sama terluka🥲 )

" kenapa kau ingin membawaku kak ?"

" tidak , aku hanya ingin berdua bersama phuwin, ingin membuat phuwin tersenyum walau sebentar " ujar pond lembut

" ouh , tapi kita sekarang bertiga " jawab phuwin polos

" hahha aku lupa , kita sudah berkumpul bertiga sekarang "

" kenapa phu mau ikut kakak?" tanya pond

" achen sibuk , sekali kali ingin jalan jalan sama kakak " ujarnya polos

pond tersenyum gemass dan mengelus rambut phuwin lembut


skip perjalanan pulang

" kita sampai " ujar pond

" sini aku bantu " ujar pond membuka pintu milik phuein dan membantu phuwin untuk keluar

rumah yg menghantui dirinya itu kembali ia masuki setelah masalah dengan mama nay dan rasa sakitnya bersama kak pond

" masuk yuk , pake baju kamu yg dulu " ujar pond

" udah gk muat lah lihat aja perut aku " ujar phuwin menunduk sedih

" hmm yaudah pilih baju aku yg muat buat phu ya ? " ujar pond lembut

" iya " ujar phuwin mulai memilih baju

skip di ranjang

" sakit gk ?" tanya pond

" apanya ?" jawab phuwin

" bayinya "

" ya kadang kalo nendang nendang sakit sih , tapi achen biasanya elus elus biar dedenya tenang "

pond menggangguk

" phuwin "

" ya kak? "

" bisakah kita bersikap seperti suami istri ? "

" hah ? maksudnya?"

" boleh aku memelukmu?"

" tentu saja boleh "

pond pun memeluk phuwin benar benar tidak ada jarak diantara keduanya,  saat pond ingin meraba punggung phuwin tiba-tiba

" eshh kak-kk " ujar phuwin kesakitan

" ada apa phu ?" tanya pond khawatir

" dedenya nendang nendang sakit " ujar phuwin

" ehh mendekat " ujar pond

MASA LALU Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang