penjelasan

920 54 8
                                        

( flashback on )

" nih minum " ujar pond saat phuein kehausan

" makasih " ujar phuwin meminum air itu dan tersenyum pada pond

beberapa menit kemudian

" ehhh pusing aghh " ujar phuwin memegang kepala

" phu kamu gapapa?" ujar pond lembut

" gatau pusing tiba-tiba " ujar phuwin

tanpa aba aba pond langsung mencium bibir kenyal phuwin yang dari tadi menggoda hasratnya , phuwin hanya terdiam kepalanya terlalu pusing untuk melawan tenaga pond saat ia mencoba memberontak , tubuhnya semakin melemah

" emppphhhhhh " ujar phuwin menggeleng

" maaf phu , aku sungguh merindukanmu " batin pond mulai meningkap baju yang phuwin kenakan membuat phuwin telanjang dada

" kakk-k lepassinnn " ujar phuwin memberontak dengan sisa tenaga yang ia punya mencoba melepaskan tubuh pond yang menempel ke tubuhnya namun...

BRAKK!!

pintun terbuka menampilkan pria dengan mata tajamnya yang penuh amarah.

( flashback off )

" PHUWINNN!!!!! " ujar joong melihat wajah pucat phuwin, yang menangis tanpa mengenakan atasan , joong berjalan mendekat pada dua orang itu

" BUK BUK BUK !! " joong menarik kerah baju pond dan memukul wajah pond hingga sudut bibirnya terluka

" apa yang kau lakukan hah ? ku kira kau sudah berubah dan tak akan melakukan hal bodoh lagi " ujar joong marah

" eshh.." pond meringis

"aku mencintai phuwin " ujarnya lagi

" huh ? kau mencintainya ? tapi membuatnya merasa tak nyaman seperti itu ? apa itu yg namanya cinta ? " ujar joong melempar tubuh pond ke lantai

" dia istriku,  dan dia sedang mengandung anakku mengerti ? dia bahagia dengan ku , kau tak usah ikut campur , urus saja istrimu itu !" ujar joong mencekik leher pond

" brak ! " satu pukulan pond berikan pada joong cukup keras hingga membuat joong terluka

" aku ingin phuwin kembali padaku " ujarnya kesusahan

" beraninya KAU ! "

" BUK BUK BUK " joong kembali memukul pria jakung itu hingga tersungkur dan menodongkan pistol kearah kepala pond

" hiksss hikks hentikan hiksss " phuwin turun dari ranjang dan memegang lengan joong dan menangis

joong menoleh pada wajah pucat itu , joong bisa merasakan tubuh phuwin yang melemas hampir terhuyung dikakinya

" jangan achen hiksss ak-kuu ingin pulang hik-ksss" phuwin menangis

joong melepas tangannya dari tubuh pond dan kembali menyimpan pistol itu disakunya saat phuwin hampir terjatuh

" sayangg heii , sadarr lah kau baik baik saja mengerti ? kita pulang ya ? cukup jangan menangis " ujar joong lembut saat phuwin benar benar lemas

joong memakaikan jasnya ke tubuh phuwin , lalu menggendong nya dan meninggalkan pond disana

" jika kau berani datang dan mengacau lagi,  aku tak menjamin kau selamat " lirih joong sebelum pergi

.

.

.

" tuan " semuanya hormat pada joong yang masuk kedalam rumah bersama phuwin yang berada digendongannya

MASA LALU Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang