Setelah Teman-teman mereka berpamitan dan pulang, kini mereka hanya tinggal berdua di dalam kamar ini
Skylar melihat ke arah Aeron yang sedang menatapnya juga, Skylar mengeluarkan senyum miring nya
"Gw seganteng itu kah? "-Skylar
"Dih, amit² anying! Pede banget lo kodok acumalaka!"-Aeron
Skylar hanya tertawa geli melihat reaksi Aeron yang sangat spontan, dan itu terlihat lucu
"Tidur cil, dah jam berapa? "-Skylar
"Baru jam delapan, ntaran kek"-Aeron
"Gw telponin emak lo mau? "-Skylar
"Ah! Cepu lo mah! Iya² nih mau tid-"-Aeron
Duar!
Terdengar suara guntur yang sangat keras dan menggelegar dari luar kamar rawat ini
Mereka berdua melihat ke arah jendela dan terlihat hujan yang sangat deras di sertai keclapan petir
"Deres banget, perasaan tadi sore gak mendung"-Skylar
"Iya dah, perasaan cerah² ae"-Aeron
Sekejab kemudian terlihat petir yang sangat besar menyambar dengan cepat
DUARR!!
"Aaa! Ler! Mati lampu anjing! "-Aeron
Lampu di rumah sakit itu pun padam karena sambaran petir tadi terkena pada tiang listrik jalanan
rumah-rumah di sekitar sana juga terlihat gelap seketika, malam ini sangat gelap karena cahaya bulan juga tertutup oleh awan mendung
Cahaya yang terlihat hanyalah dari keclapan dari petir yang terus menyambar di luar sana
"Ler? Lo di mana anjing?! Ler... Jangan bercanda lo! Gak lucu bangsat! "-Aeron
Skylar saat ini tengah menahan suara nya karena melihat Aeron yang sangat lucu ketika memanggil namanya dengan panik dan ketakutan
Sungguh pemandangan yang lucu, Skylar terus menahan gelak tawanya dan duduk di sofa sambil melihat Aeron yang dengan panik berdiri dari ranjang nya dan berjalan dengan pelan mencari keberadaannya
"Ler? Sumpah gak lucu cok! "-Aeron
Skylar memiliki mata yang cukup unik, karena dia masih bisa melihat dengan cukup baik meskipun dalam keadaan gelap seperti ini
Aeron dengan panik berjalan pelan kesana kemari sambil meraba-raba benda di sekitar nya
"Ler! Gw serius anying! Lo di mana?! "-Aeron
Skylar benar-benar gemas melihat tingkah Aeron yang lucu ini, dia hanya menikmatinya sambil duduk di sofa dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada, tak lupa dengan senyuman miring nya
'Mari kita lihat, seberapa lama dia bakal nyari gw sampe nyerah'-pikiran Skylar
Aeron benar-benar merasa ketakutan saat ini, dia sudah berjalan kesana kemari dan meraba-raba setiap benda di sana, tapi tak kunjung menemukan Skylar
"Ler... Plis lah! "-Aeron
Aeron menyerah, dia pun berdiri tegak dan kedua tangan nya berada di samping tubuhnya, tangan itu mengepal dan Aeron menundukkan kepalanya
Skylar yang melihat itu menaikkan satu alisnya dan senyuman di bibirnya pudar karena merasa bingung
"Hiks"-Aeron
Skylar mendengar sesuatu, dan dia yakin jika saat ini Aeron sedang terisak, meskipun suara hujan di luar sana sangat keras namun pendengaran nya sangat tajam
KAMU SEDANG MEMBACA
enemy?
Teen Fictionmusuh jadi kekasih? saksikan keseruan rumah tangga Aeron si bocah tengil dan Skylar yang gampang kepancing cemburu! mereka ibaratkan bensin dan api! 🔥💥 Sultan Aeron Shiki=bottom Schevenko Skylar Tendean=Top SELAMAT MEMBACA! PERINGATAN! MENGAND...
