99.

529 61 1
                                        

Pagi hari yang cerah dengan suara deru ombak laut yang menenangkan Aeron tengah membuat secangkir kopi dah dua susu hangat untuk keluarganya

"Huahh... Udah bangun sayang? "-Skylar

"Udah, nih kopi lo, biar melek"-Aeron

Skylar memeluk tubuh Aeron dari belakang dan menciumi pipi hingga leher pria itu, sedangkan Aeron hanya diam dan menikmati saja

"Yang lainnya bangunin sana, bunda dah masak di sebelah"-Aeron

"Bentar ah, pengen nempelin istri dulu sebelum kecolongan anak"-Skylar

"Yeuu cepet ege, dah di tungguin kita nih"-Aeron

"Bentarrr"-Skylar

"Ck, serah lo aja dah"-Aeron

Aeron meminum susu buatannya dengan Skylar yang masih memeluknya dengan erat, selang beberapa menit akhirnya Skylar membangunkan yang masih tertidur

"Woy bangun woy! Bentar lagi tsunami! "-Skylar

"Arghh, berisik amat lo! "-Yawi

"Udah bangun dulu! Bunda dah masak ini, kita di suruh ke sana! "-Skylar

"Hah? Oh... Yaudah bangun dulu wi"-Gugun

Yawi dan Gugun pun akhirnya bangun dan berjalan menuju kamar mandi bersama, untuk membasuh wajah dan menggosok gigi

"Ly... Vin... Bangun yuk, grandma udah masakin makanan buat sarapan"-Skylar

"Emm... Bentar lagi... "-Aerly

"Gak bisa, nanti kena marah grandma loh"-Skylar

"Lima menitt"-Dalvin

Karena gemas akhirnya Skylar menggendong Aerly dan langsung mengubah posisi Dalvin menjadi berdiri, tentunya hal ini membuat Dalvin menjadi pusing dan hampir terjatuh

"Aaa... Papi! "-Dalvin

"Hahaha... Makannya bangun! Kebo! "-Skylar

Skylar menggendong kedua anaknya itu menuju dapur untuk meminum segelas susu terlebih dahulu sebelum pergi makan

"Kalo udah habis jangan lupa cuci muka sama gosok gigi, oke? "-Aeron

"Oke mii"-Berdua

Setelah siap mereka berenam pun pergi menuju kamar sebelah untuk sarapan, seperti biasa bunda dan mamah akan langsung menggendong cucu mereka dan membawanya masuk

Mereka semua berkumpul di meja makan luar ruangan untuk makan sambil melihat matahari terbit

"Gimana rencana kalian? Udah ada pemikiran buat nikah? "-Bunda

"Emm, sebenernya udah di kasih restu sama orang rumah, cuma masih nunggu kuliah dulu tante"-Yawi

"Ohh... Terus rencana nikah semester berapa? "-Mamah

"Sesiapnya Gugun aja tante, kalo sekarang udah siap saya juga siap"-Yawi

"Gimana gun? Udah siap? "-Bunda

"Belum bun, takutnya ntar malah ada masalah kalo langsung sekarang nikahnya"-Gugun

"Jadi kamu maunya nikah pas umur berapa? Ayo dong... Masa gak ada pemikiran? "-Mamah

"Mungkin 24 atau 23 tante, pas udah usia matang aja"-Yawi

"Oke, bunda tunggu ya undangan nyaa"-Bunda

Semuanya pun tertawa sedangkan Gugun kini tengah merasa malu, begitu pun dengan Yawi

Selesai makan seperti biasanya mereka akan bermain ke pantai
Mereka bermain air ataupun membangun istana pasir

enemy? Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang