83.🔞

2K 95 29
                                        

Setelah menutup pintu kamar dan menguncinya, Skylar kembali menuruni tangga menuju meja makan untuk melayani keluarganya

Bukankah tidak baik jika kedatangan tamu dan pemilik rumah malah berduaan di dalam kamar?

Setelah kembali duduk kedua orang tua mereka pun mulai bertanya-tanya tentang Aeron

"Gimana si Aeron? Gak kenapa² kan?"-Bunda

"Iya, demam nya gak tinggi kan?"-Mama

"Enggak kok ma... Bun..., demamnya gak tinggi² banget, udah di kasih obat juga"-Skylar

"Syukur deh kalo gitu"-Berdua

'tenang aja obatnya bakal bikin badan dia makin panas kok, hehehe...'-pikiran Skylar

Skylar hanya tersenyum manis dan lanjut memakan makanannya yang belum sempat dia habiskan, karena selalu saja berpikir kotor ketika duduk di sebelah Aeron

Dan... Apakah kalian ingat saat Aeron tersedak di chapter lalu? Bunda memberikan dia segelas air putih bukan? Namun mereka berdua tak menyadari jika ada pil kecil yang sengaja Skylar berikan pada gelas Aeron

Dan yap, kalian tau apa itu
Hanya butuh menunggu waktu keluarga mereka pergi, maka Aeron akan sangat merindukan sentuhan nya...

Selesai makan mereka semua bekerja sama untuk membersihkan meja makan, mereka semua membagi tugas satu sama lain

Seperti para wanita mengelap meja yang kotor, para bapak-bapak membuang sampah, dan sisanya berada di dapur membersihkan piring

Setelah selesai mengerjakan semuanya dan rumah itu sudah terlihat bersih, akhirnya kelurga mereka berdua pun pamit untuk pulang

Skylar pun mengantarkan mereka hingga gerbang dan menunggu mereka semua benar-benar pergi, setelah rumah itu sepi Skylar segera mengunci gerbang dan pintu rumah

Skylar berlari dengan cepat menuju kamarnya, setelah membuka kunci kamar pemandangan yang pertama kali Skylar lihat adalah Aeron sedang berusaha melepaskan vibrator yang sedari tadi belum dia matikan getaran nya

Terlihat juga cairan putih yang sudah berserakan di atas kasur, wajah Aeron juga berubah menjadi merah padam

Skylar menyeringai melihat itu semua, pemandangan yang sangat indah, sungguh teramat indah baginya

Aeron melihat ke arah pintu dan memberikan tatapan tajam kepada Skylar, namun tatapan tajam itu terlihat tidak menakutkan karena di sisi lain tatapan itu juga terlihat sayu

"B-bangsat Lo arghh"-Aeron

"Hehehe... Sorry ya Ron karna gw dateng nya lama, itu tangan Lo ngapain? Mau nyabut vibrator nya? Hm?"-Skylar

Skylar berjalan mendekati Aeron dan menyingkirkan tangan Aeron yang berusaha melepaskan vibrator itu dari lubangnya

Skylar kemudian dengan sengaja memaju mundur kan vibrator itu di lubang Aeron dengan tempo cepat

"Argh! S-stop an-jing! Ah!"-Aeron

"Kenapa sayang? Enak gak? Bohong banget sih kalo lo bilang enggak. Soalnya di bawah sini udah becek banget"-Skylar

"Aghh! Lerr! Arghh Ahh!"-Aeron

"Suara Lo merdu banget, burung gw aja sampe naik nih pengen dengerin suara Lo"-Skylar

Karena Aeron tak bisa lagi menahannya dia pun kembali mengeluarkan air mani nya, sungguh ini memalukan, namun entah kenapa terasa nikmat saat ini

Skylar bersiul dan tersenyum miring Melihat Aeron yang sudah keluar hanya dengan alat ini

enemy? Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang