Skylar melihat semua gigitan dan cupangan yang dia berikan kepada Aeron, dan sungguh itu sangat indah di matanya
Wajah memelas, mata sayu, mulut yang tak henti-hentinya mengeluarkan rengekan, dan kulit putih bersihnya yang membuat semua tanda kepemilikan Skylar terlihat sangat jelas
Aeron saat ini sedang pingsan karena Skylar bermain terlalu kasar dan terburu-buru, mereka berdua bermain sudah sekitar 3 jam, dan Skylar baru keluar sekali di dalam sana
Skylar mengambil ponselnya dan membuka kameranya, dia mengambil beberapa foto Aeron dan kini menaruh ponselnya di atas nakas untuk mengabadikan momen ini dalam bentuk vidio
"Lo cantik banget kalo lagi gak berdaya gini, gak salah gw main kasar dari tadi"-Skylar
Skylar mulai menggerakkan pinggulnya maju dan mundur dengan pelan sebelum akhirnya mempercepat gerakannya
"Waktunya bangunhh sayang"-Skylar
Skylar menghentakkan miliknya dengan sangat cepat dan kuat, bahkan hingga kini milik Aeron mulai berdiri kembali
Aeron dengan perlahan mulai bangun dan hal pertama yang dia rasakan adalah tumbukan hebat dari Skylar di bagian bawahnya
"Hello darling, nice dream?"-Skylar
"Akh! Ah! S-stophh! Gw AKH! SKYLAR! PELANHHH! AHH! AKH!"-Aeron
Skylar tak suka bila Aeron menyuruhnya untuk berhenti melakukan hali ini dengannya, dan dengan reflek mempercepat gerakannya agar Aeron tak dapat melanjutkan kata-katanya
"Hah? Gak denger!"-Skylar
"Skylarhhh s-sthhh udahhh... Gwhh capehhh AKH! SKHHH! SAKIT! PELAN SKY! PELAN! AHH!"-Aeron
"Ngomong yang bener! Gw gak ngerti!"-Skylar
Skylar terus bermain kasar pada Aeron karena entah mengapa suara jeritan dari Aeron terdengar seperti sebuah lagu yang sangat merdu di telinganya
Wajah Aeron kini terlihat sangat merah dan dadanya yang naik turun karena pernafasannya yang tidak teratur dan terus mengeluarkan rengekan, desahan dan juga teriakan
Ponsel itu menjadi saksi bisu atas semua hal yang di lakukan oleh kedua pasangan ini
Setelah beberapa hentakkan Aeron mengeluarkan cairan lengketnya karena tak dapat menahannya lagi
"Skyhh is-tirahhhhat duluhh! Plishh ahh!"-Aeron
Skylar pun menghentikan pergerakannya dan menatap wajah Aeron yang sudah nampak sangat kelelahan
"Bentar lagi ya sayang istirahat, aku mau keluar dulu sekali baru kita istirahat"-Skylar
"Enggak mauu, Lo keluarnya akh! Lamhh ah! Sky!"-Aeron
Skylar dengan usilnya menggerakkan bagian bawahnya saat Aeron berbicara, ya karena dia tak suka jika Aeron memintanya untuk berhenti
Skylar mengambil sesuatu dari dalam nakas Aeron dan terlihat bungkusan obat berwarna pink di tangan Skylar
Skylar mengeluarkan obat itu dari bungkusnya dan meletakkannya di mulutnya, setelah itu dia mencium bibir Aeron yang membuat obat itu tak sengaja tertelan oleh Aeron
Skylar melepas ciumannya dan memperhatikan Aeron dengan wajah datarnya, Aeron yang di tatap seperti itu merasa agak sedikit takut karena wajah Skylar yang nampak marah
'tiga... Dua... Satu...'-pikiran Skylar
Aeron mengerutkan keningnya merasakan ada sesuatu yang mengganjal dalam tubuhnya
KAMU SEDANG MEMBACA
enemy?
Fiksi Remajamusuh jadi kekasih? saksikan keseruan rumah tangga Aeron si bocah tengil dan Skylar yang gampang kepancing cemburu! mereka ibaratkan bensin dan api! 🔥💥 Sultan Aeron Shiki=bottom Schevenko Skylar Tendean=Top SELAMAT MEMBACA! PERINGATAN! MENGAND...
