61.

1.8K 108 21
                                        

Setelah sampai di rumah sore itu yang lainnya Langsung berpamitan untuk menemui kekasihnya masing-masing

Aeron dan Skylar sudah mandi dan juga berganti pakaian, mereka berdua menggunakan piyama bergambar beruang dengan nuansa putih

Dan sekarang Skylar tengah mengisi daya energinya yang sudah habis, dia meminta belas kasih sayang dari Aeron seperti biasanya

"Lo ngapain si tiap malem nyempil² gw Mulu? Gak capek Lo kek gitu?"-Aeron

"Gak lah, malahan gw kaya gini tuh buat isi energi gw"-Skylar

"Makan Sono, baru isi energi. Isi energi apaan nyempilin orang kek gini?"-Aeron

"PETK tau gak?"-Skylar

"Apaan PETK? PLN kali"-Aeron

"Iya PETK, Pengisi Energi Tenaga Kasih sayang, eaaa"-Skylar

"Dih gaje Lo!"-Aeron

Namun Aeron tak dapat menyembunyikan rona merah di wajahnya, ini lah yang di sukai oleh Skylar dari Aeron

Aeron ini memberontak tetapi menginginkannya, dan itu menjadi tantangan yang menyenangkan bagi Skylar

"Sayang"-Skylar

"Ck, paan?!"-Aeron

"Jawab yang bener dulu"-Skylar

"Ribet Lo babi"-Aeron

"Makasih Lo beb"-Skylar

"BABI BUKAN BABE!"-Aeron

Skylar tertawa mendengar bentakan dari Aeron, mungkin dirinya merasa jika dia marah-marah seperti ini terlihat menyeramkan, padahal ini terlihat sangat lucu dan menggemaskan

Skylar melihat ke arah wajah Aeron dan semakin lama semakin turun ke area dada, Aeron menutup mata Skylar dengan tangannya karena tatapan itu nampak berbahaya

"Kenapa di tutup?"-Skylar

"Cabul bat tuh mata, gw colok mau?"-Aeron

"Waduh jangan dong, gw gak bisa soalnya semenit aja gak ngeliatin muka manis Lo itu"-Skylar

"Diem!"-Aeron

Skylar terkekeh gemas dan meraih tangan Aeron yang menutupi matanya, dia mengecup tangan itu lalu mengelusnya tanpa memutus eye contact di antara mereka berdua

Jantung Aeron berdebar sangat kencang saat ini dan wajahnya nampak lebih merah dari sebelumnya, melihat Aeron salah tingkah seperti itu Skylar merasa senang sekali

"Ron"-Skylar

"Ha?"-Aeron

"Ngentot yok"-Skylar

"Boleh, bayar dulu 300jt baru kita gas"-Aeron

"Oke"-Skylar

Skylar bangkit dari pelukannya pada Aeron dan berjalan menuju nakas di dekat ranjangnya

Sungguh Aeron hanya bercanda mengatakan itu semua, dan saat ini sepertinya waktu yang tepat untuk kabur

Skylar mengambil satu blackcard dari dompetnya dan melihat ke arah Aeron dengan seringainya

"Cukup?"-Skylar

Aeron dengan segera bangkit dari kasur dan menuju pintu kamar, namun sayangnya pintu itu terkunci dan sepertinya dia tau siapa yang mengunci pintu itu

Skylar berjalan santai menuju Aeron dan mengkabedon Aeron di antara dirinya dan pintu

Bug

Aeron melirik ke arah sebelah kanan dan terlihat tangan Skylar yang menghalangi jalannya, Aeron pun memutar arah ke kiri dan berniat untuk pergi namun lagi-lagi Skylar menghalangi jalannya

enemy? Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang