Setelah sampai di rumah sore itu yang lainnya Langsung berpamitan untuk menemui kekasihnya masing-masing
Aeron dan Skylar sudah mandi dan juga berganti pakaian, mereka berdua menggunakan piyama bergambar beruang dengan nuansa putih
Dan sekarang Skylar tengah mengisi daya energinya yang sudah habis, dia meminta belas kasih sayang dari Aeron seperti biasanya
"Lo ngapain si tiap malem nyempil² gw Mulu? Gak capek Lo kek gitu?"-Aeron
"Gak lah, malahan gw kaya gini tuh buat isi energi gw"-Skylar
"Makan Sono, baru isi energi. Isi energi apaan nyempilin orang kek gini?"-Aeron
"PETK tau gak?"-Skylar
"Apaan PETK? PLN kali"-Aeron
"Iya PETK, Pengisi Energi Tenaga Kasih sayang, eaaa"-Skylar
"Dih gaje Lo!"-Aeron
Namun Aeron tak dapat menyembunyikan rona merah di wajahnya, ini lah yang di sukai oleh Skylar dari Aeron
Aeron ini memberontak tetapi menginginkannya, dan itu menjadi tantangan yang menyenangkan bagi Skylar
"Sayang"-Skylar
"Ck, paan?!"-Aeron
"Jawab yang bener dulu"-Skylar
"Ribet Lo babi"-Aeron
"Makasih Lo beb"-Skylar
"BABI BUKAN BABE!"-Aeron
Skylar tertawa mendengar bentakan dari Aeron, mungkin dirinya merasa jika dia marah-marah seperti ini terlihat menyeramkan, padahal ini terlihat sangat lucu dan menggemaskan
Skylar melihat ke arah wajah Aeron dan semakin lama semakin turun ke area dada, Aeron menutup mata Skylar dengan tangannya karena tatapan itu nampak berbahaya
"Kenapa di tutup?"-Skylar
"Cabul bat tuh mata, gw colok mau?"-Aeron
"Waduh jangan dong, gw gak bisa soalnya semenit aja gak ngeliatin muka manis Lo itu"-Skylar
"Diem!"-Aeron
Skylar terkekeh gemas dan meraih tangan Aeron yang menutupi matanya, dia mengecup tangan itu lalu mengelusnya tanpa memutus eye contact di antara mereka berdua
Jantung Aeron berdebar sangat kencang saat ini dan wajahnya nampak lebih merah dari sebelumnya, melihat Aeron salah tingkah seperti itu Skylar merasa senang sekali
"Ron"-Skylar
"Ha?"-Aeron
"Ngentot yok"-Skylar
"Boleh, bayar dulu 300jt baru kita gas"-Aeron
"Oke"-Skylar
Skylar bangkit dari pelukannya pada Aeron dan berjalan menuju nakas di dekat ranjangnya
Sungguh Aeron hanya bercanda mengatakan itu semua, dan saat ini sepertinya waktu yang tepat untuk kabur
Skylar mengambil satu blackcard dari dompetnya dan melihat ke arah Aeron dengan seringainya
"Cukup?"-Skylar
Aeron dengan segera bangkit dari kasur dan menuju pintu kamar, namun sayangnya pintu itu terkunci dan sepertinya dia tau siapa yang mengunci pintu itu
Skylar berjalan santai menuju Aeron dan mengkabedon Aeron di antara dirinya dan pintu
Bug
Aeron melirik ke arah sebelah kanan dan terlihat tangan Skylar yang menghalangi jalannya, Aeron pun memutar arah ke kiri dan berniat untuk pergi namun lagi-lagi Skylar menghalangi jalannya
KAMU SEDANG MEMBACA
enemy?
أدب المراهقينmusuh jadi kekasih? saksikan keseruan rumah tangga Aeron si bocah tengil dan Skylar yang gampang kepancing cemburu! mereka ibaratkan bensin dan api! 🔥💥 Sultan Aeron Shiki=bottom Schevenko Skylar Tendean=Top SELAMAT MEMBACA! PERINGATAN! MENGAND...
