78.

788 56 11
                                        

Sepulang sekolah Aeron dan Skylar berjalan bersama menuju parkiran sekolah, tapi wajah Aeron nampak murung seperti tak bersemangat

Skylar yang sangat peka tak mungkin tak menyadari hal itu, dia pun merangkul pinggang Aeron dan menariknya mendekat

"Kenapa? Mau jajan?"-Skylar

"Ha? Enggak, cuma ngerasa bosen aja"-Aeron

"Ke mall mau?"-Skylar

"Gak, bosen"-Aeron

"Timezone?"-Skylar

"Gak"-Aeron

"Terus mau ke mana sayaangg??"-Skylar

"Jalan² pokoknya"-Aeron

Skylar memutar otaknya untuk memikirkan kemana mereka akan pergi, jika ke mall tidak mau lalu ke mana?

"Pantai?"-Skylar

"Enggak"-Aeron

"Hmm... Ke gunung mau gak? Tapi enggak ngedaki"-Skylar

"Mau! Makan jagung bakar juga!"-Aeron

"Hehehe... Iya², ntar ngajak yang lainnya juga gak?"-Skylar

"Iya lah! Masa nongkrong cuma berdua?"-Aeron

"Iya dah... Yok pulang dulu"-Skylar

Aeron tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan antusias, sudah lama dia tak berlibur ke gunung

Tetapi dirinya juga tak mau mendaki gunung karena merasa takut pada kegelapan, saat sudah di dalam mobil Skylar langsung mengecup bibir Aeron singkat sebelum menjalankan mobilnya

"Dih?!"-Aeron

"Isi bensin dulu"-Skylar

"Serah Lo!"-Aeron

Skylar hanya terkekeh kecil melihat Aeron yang salah tingkah, ini baru adil kan? Karena tadi di kantin dirinya di buat salting brutal oleh Aeron

Sesampainya di rumah Mereka berdua bergegas mandi karena suhunya sedang dingin jadi mereka berdua tak mau mandi malam-malam

Selesai mandi dan mengenakan piyama Skylar melihat ke arah Aeron yang sedang duduk di sofa

Rambut Skylar masih basah sehingga dirinya harus mengenakan hairdryer, Skylar duduk di kursi meja rias yang terdapat cermin di sana

Sambil mengusapkan handuk di kepalanya Skylar memasang colokan hairdryer itu pada stopkontak

Skylar melihat ke arah Aeron lagi dengan tangannya yang masih sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk

"Sayang..."-Skylar

"Hm?"-Aeron

"Bantuin ngeringin rambut dong"-Skylar

Aeron mematikan ponselnya dan meletakkan benda pipih itu di sofa, dia berjalan menuju Skylar dan langsung mengambil hairdryer itu

"Duduk sini"-Skylar

Skylar menepuk pahanya yang menandakan Aeron untuk duduk di pangkuannya, Aeron tak merasa kesal seperti biasanya dan hanya menurut saja

Dia duduk di atas pangkuannya dan menghadap ke arah Skylar, jika di lihat dari cermin hanya punggung Aeron yang terlihat

Aeron menyalakan hairdryer itu dan mulai mengeringkan rambut Skylar, sedangkan Skylar tengah sibuk memeluk pinggangnya dan mendusel kan kepalanya pada dada Aeron

"Ron"-Skylar

"Hm?"-Aeron

"Lo sayang gw gak?"-Skylar

enemy? Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang