52.

1.5K 133 18
                                        

Dyren berlari dengan cepat menuruni tangga, dan sialnya dia berada di lantai enam jadi dia harus menuruni anak tangga yang banyak untuk menuju kantin di lantai satu

"Adoh! Banyak kali bah tangganya! Andai ada lift, gak usah capek² aku turon!"-Dyren

Dyren mulai berlari lagi setelah berhenti beberapa saat karena lelah berlari, sedangkan di sisi Rinz

Dia dan Idok mencoba menenangkan raja hutan yang sedang mengamuk ini, Rinz mencoba menahan lengan sebelah kanan Skylar sedangkan Idok menahan lengan sebelah kiri

"Ler sabar ler! Jangan ngamuk dulu lo! "-Rinz

"Iya ler! Bisa² remuk nih tembok lo hantam! "-Idok

Skylar memberontak dengan sangat keras, tangannya sudah di penuhi dengan luka dan juga tetesan darah

"LEPASIN GW! ATAU KALIAN BAKAL NYESEL! "-Skylar

"SADAR LER! JANGAN NGAMUK MULU! TENANGIN DIRI LO ANJING! "-Rinz

Sebenarnya satu sekolahan ini mendengar teriakan murka dari Skylar karena memang suaranya yang sangat keras dan menggelegar

Namun mereka tak ingin ikut campur dengan urusan Skylar, bahkan kepala sekolah mereka tak berani untuk menelfon orang tuanya

"Ron, suami lo ngamuk"-Kiboy

"Gila, kenceng banget tuh suara"-Favian

"Ck, berisik banget tu orang! "-Aeron

"OY LEK! "-Dyren

Mereka semua terkejut dengan kedatangan Dyren yang terlihat kelelahan dan juga berkeringat menghampiri mereka

Dyren langsung duduk di sebelah Widy dengan nafas yang tak teratur

"Kenapa ren? "-Aran

"Kok lo keliatan capek gitu? "-Kiboy

"Hah... hah... Si ler hah... "-Dyren

"Ngamuk? "-Widy

"Hah... Iya hah... capek aku lari"-Dyren

"Terus lo kesini mau ngapain? "-Aeron

"Menurut kau kalo aku lari terus nyamperin kau itu aku nyari siapa?! "-Dyren

Aeron memutar matanya malas dan kembali menyendok makanannya, Dyren yang melihat itu sedikit kesal dan menggebrak meja

Brak!

"Masih makan kau?! Santai kali bah!"-Dyren

"Terus gw lo suruh gimana? "-Aeron

"Tenangin lah anjeng! Kasian si rinz sama idok di atas! Nyoba nenangin singa mereka! Lagian kau yang salah kok! "-Dyren

"Kok gw anjing?! "-Aeron

"Si ler cemburu kau kejar²an sama cewe! Makannya ngamok! "-Dyren

Sutsujin tiba-tiba mencengkram lengan Aeron, dan Aeron pun menoleh ke arah Sutsujin dengan tanda tanya yang terlihat dari raut wajahnya

"Ayo Ron, ada rinz di atas"-Sutsujin

"Yaudah lo naik sendir-"-Aeron

"Plis Ron, gw gak mau ada yang kenapa-napa ntar nya, ayo"-Sutsujin

Melihat tatapan Sutsujin yang seperti memohon akhirnya Aeron menyetujui hal itu dan mereka semua pergi ke atap sekolah untuk melihat keadaan Rinz dan Idok

Dyren di gendong oleh Favian di punggungnya karena mengeluh merasa lelah untuk naik lagi

Saat sampai di atas terlihat Idok yang sudah terkapar lemah dengan luka memar di wajahnya yang nampak sangat ngilu

enemy? Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang