70.

1.2K 100 22
                                        

Jam pelajaran kini telah usai namun Aeron tak langsung menuju parkiran untuk menemui Skylar karena dia memiliki janji dengan Ling Ling tadi

Aeron berjalan menuju halaman belakang sekolah yang menjadi tempat gudang di sekolah ini berada karena Ling Ling yang menyuruhnya untuk pergi menemuinya di sini

Aeron melihat ke arah kiri dan kanan mencari keberadaan wanita itu karena dia tak melihatnya sama sekali

"Aeron!"-Ling ling

"Astaga gw cariin, oy napa?"-Aeron

"Hehe, bantuin gw buat ambil bola di gudang dong"-Ling ling

"Emang Lo gak nyampe?"-Aeron

"Engga, makannya gw minta tolong ke Lo"-Ling ling

"Yee... Beban Lo"-Aeron

Ling Ling hanya tersenyum menanggapi hal itu, mereka berdua pun masuk ke dalam gudang bersamaan

Gudang itu terlihat lumayan gelap dan juga berdebu, saat masuk Aeron cukup kesulitan untuk melihat

"Bolanya yang mana?"-Aeron

"Hah? Oh yang itu"-Ling ling

Aeron melihat ke arah yang di tunjuk oleh Ling Ling, dan ternyata bola itu terletak tak terlalu tinggi sehingga Aeron dapat mengambilnya

Namun saat mengambil bola itu tiba-tiba saja pintu gudang di tutup, tentu saja Aeron mengetahuinya karena cahaya dari luar yang tiba-tiba menghilang dan juga suara dari pintu itu sendiri

"Pintunya ngapain Lo tut-"-Aeron

Saat berbalik badan dia melihat ada empat gadis di hadapannya, karena minim pencahayaan dia menyalakan lampu gudang itu yang kebetulan saklar nya berada di sampingnya tepat

Terlihat wajah Sze, Dyffa, Michelle, dan tentunya Ling Ling, baiklah firasat Aeron mulai terasa buruk saat ini

Apa yang mereka inginkan darinya?! Padahal sejak pertama masuk ke sini dia tak pernah berbuat masalah dengan Sze ataupun Michelle, jika dengan Ling Ling mungkin sedikit

"Ck, mau apa lagi sih Lo pada?"-Aeron

"Gw gak terima Skylar nampar gw cuma karna Lo!"-Dyffa

"Terus? Gw peduli gitu?"-Aeron

Dyffa nampak sangat kesal dengan jawaban yang di lontarkan oleh Aeron begitu pula dengan yang lainnya

"Sok banget sih Lo jadi cowok!"-Sze

"Emang, napa? Gak seneng?"-Aeron

"Lama-lama gw pukul juga Lo ya! Dasar sok kegantengan!"-Michelle

"Hah? Apa?"-Aeron

"Idih, tongek Lo gak bisa denger kita ngomong?!"-Dyffa

"Sorry² ngomong yang jelas dikit, gw gak ngerti bahasa binatang "-Aeron

Mereka menatap Aeron tak percaya, dia bilang apa? Tak mengerti bahasa binatang? Dia menganggap mereka berempat binatang?!

"Heh mulut!"-Sze

"Napa? Kalah saing kah nona?"-Aeron

Dyffa yang sudah nampak sangat kesal pun mendekati Aeron dan menampar pipinya dengan sangat keras

Aeron yang merasakan tamparan itu memasang wajah datarnya yang menandakan jika tamparan itu tak terasa untuknya

"GAK USAH SOK KERAS YA LO!!"-Dyffa

"Aww... Atit banget loch"-Aeron

"Beneran minta di kasih paham nih orang "-Michelle

"Keluar fa"-Sze

Dyffa mengambil ponsel dan juga tas yang di bawa oleh Aeron dan dengan cepat berlari keluar lalu menutup pintu gudang itu

Aeron menggedor pintu itu dengan keras, apa apaan itu?! Dia ngambil ponselnya?! Keterlaluan

"Woy! Balikin hp gw bangsat!"-Aeron

"Hahaha... Ogah banget gw balikin"-Dyffa

"Selamat bermalam di dalam yah tuan"-Michelle

Mereka berempat pun pergi dari sana meninggalkan Aeron sendirian di dalam gudang itu, ponsel Aeron tak benar-benar mereka bawa pulang

Mereka meletakkannya di balkon bersama dengan tas yang di bawa oleh Aeron, ayolah... Mereka berempat juga orang kaya, tak mungkin mereka membawa pulang barang orang lain

"Kalian yakin ngunci Aeron di gudang?"-Ling ling

"Aduh... Lo itu tenang aja, kita susun rencana buat bikin Aeron sama Skylar pisah dulu, baru ntar Aeron bisa Lo dapetin"-Sze

"Lagian ini cuma buat bikin rasa kesel gw ilang doang karena tadi di tampar sama Skylar"-Dyffa

"Tapi ntar kalo dia kenapa napa gimana? Inget ya! Gw tuh suka sama Aeron!"-Ling ling

"Ling Ling ku sayang, Aeron mu itu gak bakal kenapa napa kok, udah santai aja"-Michelle

Ling Ling hanya mengangguk berusaha untuk percaya pada mereka bertiga, sebenarnya dia mengikuti ketiga wanita brengsek ini hanya untuk mendapatkan hati Aeron dan tak lebih dari itu

Jujur saja hatinya terasa sangat sakit ketika melihat kedekatan antara Aeron dan Skylar, apalagi kini mereka berdua sudah resmi menjadi sepasang kekasih

Saat ikut pesta BBQ di rumah Aeron rasanya dia ingin menangis sejadi jadinya ketika Skylar memutar rekaman vidio dia sedang bersetubuh dengan Aeron, walaupun gambarnya tak terlihat tapi suara desahan Aeron mampu membuat hatinya terbelah

Dia sudah menyukai Aeron sejak kelas 10 dan dia hanya dapat mencintai dalam diam saja karena takut untuk menyatakan perasaannya pada Aeron

Di tambah dengan sifat Aeron yang terlalu friendly kepada orang lain, mungkin dirinya akan merasa cemburu setiap hari

Selesai meletakkan tas dan juga ponsel Aeron di balkon mereka berempat pun pergi menuju parkiran dan langsung pulang ke rumah masing-masing

Sedangkan di sisi Aeron kini dia tengah berusaha untuk mendongkrak pintu besi ini dengan sekuat tenaga

Namun hasilnya nihil karena sepertinya selain di kunci dari luar ada sebatang kayu yang menghalangi pintu ini

Aeron sudah mulai merasa lelah dan kini dia hanya termenung sambil duduk di pinggir ruangan gudang itu, kepalanya terasa pening saat ini

"Ck, bangsat tuh orang"-Aeron

"Perasaan dari awal gw diem² aja, napa mereka giniin gw yak?"-Aeron

"Hah... Hp gw di ambil lagi, bosen... bosen"-Aeron

Aeron mengambil matras di dalam lemari dan menggelarnya untuk merebahkan tubuhnya yang terasa mulai pegal

"Yaudah lah ya, paling bentar lagi dah bisa keluar "-Aeron

Aeron memejamkan matanya dan mulai tertidur dengan lelap, dia tak ingin ambil pusing dan lebih memilih untuk beristirahat

Skylar yang baru saja keluar dari ruang OSIS untuk mengambil beberapa barang yang dia pesan dari Yawi pun kini berjalan menuju parkiran

Dia melihat ke arah mobilnya dan tak menemukan keberadaan Aeron di dalam sana

"Aeron?"-Skylar

Skylar berlari ke arah mobilnya dan membuka pintu mobil itu dengan cukup keras, tak ada orang di dalam

Skylar membanting pintu mobilnya dan dengan panik mengeluarkan ponselnya dari saku celananya

Dia mencoba untuk menelfon Aeron namun panggilan nya tak pernah di jawab, Skylar mengusap rambutnya frustasi

Kemana lagi pria kecilnya itu pergi?!
Skylar memukul dinding di dekatnya hingga sedikit retak

"BANGSAT!"-Skylar

.
.
.
Halo guysss
Gimana nih chapter kali ini?

Wkwkwk besok Senin🥲

So, see you next chapter
Babayyy

enemy? Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang