Tameng
—33. Ikatan Baik Wolves—
------
Sesama manusia, pikirkanlah perasaan manusia lainnya.
------
Riki saat ini tengah bersantai, berbaring dengan Simba yang tengah menjilati bulunya diatas perut Riki. Menatap langit-langit atap, Riki menghela nafas panjang hingga orang disamping nya menoleh.
"Lo kenapa?"
"Ngantuk, semaleman kita nyari orang nggak ketemu."
Kai membenarkan, ia pun juga sama ngantuk nya. Namun tugas mereka belum selesai di tuntaskan, ia pun tidak bisa tertidur lelap apabila pekerjaan nya belum kelar.
"Ini terlalu jauh dari titik terakhir yang dibilang Shankara, tapi masa iya dia bisa berpindah sejauh itu dengan waktu yang sempit?" Kai mengurut keningnya sendiri.
"Teleportasi kayaknya." Ujar Riki dengan entengnya.
"Yang benar aja lo!"
Riki lalu membenarkan posisinya menjadi duduk sembari memangku si kecil Simba yang nampaknya sudah bersiap untuk tidur.
"Bang, boleh gue tanya?"
"Tanya saja." Sahut Kai.
"Ini tentang Bang Shankara, sebenernya dia ada hubungan apa sama Wolves?"
Jemari Kai yang sebelumnya sibuk mengetik di keyboard kini terhenti, ia menoleh pada Riki yang sudah menunjukkan raut penasaran nya.
"Ini masalah yang lebih serius dari yang lo bayangin, Shankara benar-benar sebenci itu sama Wolves."
Riki mengerutkan keningnya. "Alasannya?"
"Dulu Ketua Wolves jadi pelaku kasus tabrak lari, korbannya ibu kandung Shankara yang langsung meninggal di tempat. Setelah itu Shankara marah besar dan mengobrak-abrik kandang Wolves sendirian, disaat itu Jico belum sepenuhnya memegang kendali Ketua. Ricuh banget, Wolves yang sudah terbukti bersalah langsung menghilang begitu saja."
Riki menutup mulutnya dengan telapak tangan, tidak menyangka kenyataan seperti itulah yang akan ia dengar.
"Kemunculan Wolves saat ini jelas membuka luka lama Shankara, tapi ternyata kepemimpinan mereka udah berubah dengan Ketua yang baru. Ini beneran kejutan banget buat kita, apalagi Jico berniat menjalin hubungan yang baik dengan Wolves."
"Niat Ketua itu baik, dia cuman pengen Bang Shankara berdamai kan?"
Kai mengangguk. "Walaupun susah, tapi Shankara harus tetap bisa menerima semua yang udah terjadi."
Riki mendengarkan dengan seksama, membenarkan ucapan Kai. Sungguh ia baru tau saat ini, pasalnya setelah kejadian itu tidak ada yang berani membuka suara dan menyinggung lagi. Tentu saja untuk menghargai Shankara.
"Boy boy boy! Ada pergerakan, cepetan kita kejar!" Kai tiba-tiba bangkit dan dengan terburu-buru meraih jaketnya.
Riki pun meletakkan Simba yang sudah tertidur dengan hati-hati, bergegas menyusul Kai yang berlari keluar terlebih dahulu. Seperti nya Kai berhasil melacak keberadaan Jeo, dan secepatnya mereka akan menemukannya.
Tidak tau akan diajak kemana, Riki hanya mengikuti kelajuan motor Kai yang mengebut. Namun keningnya berkerut ketika mereka malah semakin dekat dengan sebuah lingkungan kumuh dengan banyak bangunan yang tidak berpenghuni.
Menyelusuri keadaan sekitar, Riki bahkan tidak mau terlalu berjauhan dari Kai untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu. Karena Riki sama sekali tidak tau tempat apa yang tengah mereka datangi saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tameng
Novela Juvenil"Lo adek gue yang nakal, Wilard." ------ Wilard itu anak tunggal, namun sejak kedatangan Shankara ia harus menerima kenyataan bahwa ia menjadi si bungsu di rumahnya. Dan Shankara tidak pernah membayangkan akan memiliki seorang adik yang hanya berjar...
