Tameng
—01. Terbentuknya Keluarga baru—------
Bro, lo nggak berhak banyak komentar sama kehidupan orang lain apapun alasannya.
------
Kisah tentang sosok Shankara Kalingga dimulai dari awal masuknya di bangku SMA. Bertepatan dengan umurnya yang baru bertambah menjadi 16 tahun, Shankara menyeret langkah malasnya masuk ke area sekolah.
Sudah satu semester ia berada di sini, sekolah yang sebenarnya bukan keinginan nya. Shankara hanya menuruti kemauan ayahnya, males ribet.
BRUK!
"ADUHH, MATA LO DIMANA SIH?!"
Shankara menatap datar pemuda didepannya, tulang hidung nya terasa nyeri karena bertabrakan dengan kening pemuda itu.
"Apa lo lihat-lihat?! Jalan kok nggak pake mata."
"Yang salah itu elo."
Manik kucing itupun menatap garang. "Sialan, maju lo sini biar gue kepret lo!"
Shankara mendorong bahunya saat dirasa cowok aneh itu hendak menerjang nya. "Gue nggak punya waktu."
"Sombong banget sih—" Melirik name tag yang dikenakan Shankara "—Kara!"
Shankara menaikkan sebelah alisnya. "Lo manggil nama gue?"
"Kara itu nama lo kan? Gimana sih?"
Shankara tidak mengerti mengapa nama Kara nya menjadi terdengar lucu saat diucapkan oleh cowok berlesung pipi itu.
"Siapa nama lo?"
"Dih, kepo? Lo suka ya sama gue? Maaf, tapi gue nggak doyan boti!"
Oh bangsat. Setidaknya itulah makian yang bersuara di benak Shankara saat ini.
"Boti mata lo!"
Shankara melangkah melewati nya begitu saja, namun baru satu meter berjalan pundaknya sudah di tarik dari belakang.
"Gue Wilard, Wilard Januardana, anaknya bunda Yika."
Shankara menjadi yakin kalau kata bangsat sangat cocok di sematkan pada Wilard.
------
Shankara menelusupkan wajahnya pada lipatan tangan, penglihatannya sudah memburam karena terlalu banyak membaca dalam keadaan menunduk.
Shankara mengusap tengkuknya yang terasa pegal, ingin merebahkan tubuhnya sebentar saja. Dan dengan begitu ia mengedarkan pandangannya ke penjuru perpustakaan yang sepi, lalu membaringkan tubuhnya begitu saja dengan tumpukan buku paket yang dijadikan bantal dadakan.
Ah nyaman sekali, apalagi ditambah dengan suasana perpustakaan yang tenang senyap membuatnya nyaris terlelap.
Hampir, kalau saja ia tidak merasakan beban berat di pahanya. Dengan malas ia membuka mata, dan menemukan kepala dengan hiasan surai lebat berwarna coklat terang tengah menjadikan pahanya sebagai bantal.
"Lo siapa?"
"Gue Wilard Januardana, anaknya bunda Yika."
Kenapa sih?
Kalo ditanya namanya kok bawa-bawa bunda nya? Kan Shankara jadi ngeri.
"Pergi lo, gue mau tidur."
Bukannya menurut, Wilard malah semakin menyamankan dirinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Tameng
Fiksi Remaja"Lo adek gue yang nakal, Wilard." ------ Wilard itu anak tunggal, namun sejak kedatangan Shankara ia harus menerima kenyataan bahwa ia menjadi si bungsu di rumahnya. Dan Shankara tidak pernah membayangkan akan memiliki seorang adik yang hanya berjar...