35

398 19 4
                                        

Wonyoung duduk lebih dekat, tubuhnya kini bersandar pada tubuh Sunghoon yang kuat, terasa nyaman di antara pelukan lembutnya. Sunghoon menggeser sedikit posisi mereka, membuat Wonyoung lebih nyaman di pangkuannya. Tangan Sunghoon menyentuh punggungnya, usapan lembut yang penuh ketenangan, seolah memberikan rasa aman yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Wonyoung menutup matanya sesaat, menikmati kehangatan yang mengalir di setiap sentuhan itu. Tangannya bergerak perlahan ke dada Sunghoon, merasakan detak jantungnya yang cepat, yang seolah menyesuaikan dengan degup jantungnya sendiri.

Sunghoon menurunkan tangannya ke sisi wajah Wonyoung, jemari besar dan hangat itu menyentuh pipinya dengan lembut, membuatnya merasa dihargai. Tanpa sepatah kata pun, bibir mereka bertemu, sentuhan pertama itu lembut, penuh kehati-hatian. Namun seiring berjalannya waktu, ciuman itu semakin dalam, semakin penuh perasaan. Gerakan Sunghoon semakin lembut, seolah ingin menenangkan Wonyoung dengan setiap sentuhannya.

Tangan Wonyoung merayap ke belakang leher Sunghoon, menariknya lebih dekat, tubuh mereka kini benar-benar terhimpit satu sama lain. Wonyoung merasa setiap sentuhan di tubuhnya, meski hanya berupa ciuman dan sentuhan halus, memberikan rasa yang lebih dalam daripada yang ia bayangkan.

Sunghoon mengalihkan ciumannya ke leher Wonyoung, bibirnya menelusuri kulitnya dengan lembut, memberikan kecupan-kecupan yang menenangkan dan menimbulkan rasa hangat. Tangan Sunghoon mengusap perlahan punggung Wonyoung, dari bahu ke pinggang, menciptakan sensasi lembut namun penuh gairah yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

"Kamu mau coba disini?" Bisik sunghoon lembut,ia mencium dan menjilat telinga wonyoung. Membuat gadis itu melenguh.

"Do it, sunghoon." Lirihnya di sela desahan yang menggema karena tangan sunghoon tak berhenti bergerilya di payudara. Meremas,memelintir putingnya gemas.

Wonyoung menggelinjang ketika jemari sunghoon berpindah ke area paling sensitif miliknya. Tangan berarti itu kini mencari-cari,menelusuri inti wonyoung dengan lembut. Sesekali ia menggesekkan jarinya ke klitorisnya,dan menekannya lembut,membuat wonyoung mendesah dan menekan tubuh bagian bawahnya ke gundukan yang menegang di celana sunghoon.

Sunghoon dengan gerakan lembut merubah posisinya menjadi di atas wonyoung,ia kembali menciumi bibir,leher dan payudara wonyoung bergantian. Seolah tak mau bersikap tidak adil ke kedua gundukan itu. Wonyoung menarik tengkuk sunghoon,mencium bibir laki-laki itu rakus.

Ia menyesap,menggigit dan membiarkan lidah sunghoon menjelajah di dalam mulutnya.

"Do it now,hoonhh." Rintih wonyoung ketika sunghoon tak kunjung memberinya kenikmatan. Ia dengan cepat membantu membuka celana laki-laki itu melemparnya asal,dan dalam hitungan detik tak ada lagi yang menghalangi tubuh keduanya.

Wonyoung mengarahkan milik sunghoon ke intinya, sunghoon mencium bibir wonyoung berusaha menetralkan rasa sakit ketika ia mendorong perlahan hingga berhasil masuk ke dalam inti wonyoung sepenuhnya.

"Eunghh." Lebguhnya. Sunghoon mencium.kedua mata wonyoung yang tertutup,mencium hidung mancung gadis itu.

"Aku akan pelan-pelan,sayang." Bisiknya lembut sebelum meraup bibir wonyoung penuh perhatian. Ia menciumi sudut bibir,menggoda bibir itu dengan lidahnya lalu melesat masuk ketika wonyoung membuka mulutnya.

"Hoonhh." Hentakan lembut,dan gerakan yang teratur membuat wonyoung hilang kendali karena rasa sakit dan nikmat di saat yang bersamaan. Ia meremas lengan sunghoon,mencari tempat bertumpu menyalurkan ras sakitnya.

"You like it?" Wonyoung menggigit bibirnya seraya mengangguk.

"Faster Hoon." Rintih wonyoung di sela hentakan itu. Sunghoon mencabut miliknya membuat wonyoung nyaris mencakar lengan laki-laki itu,kemudian dengan gerakan cepat menarik wonyoung hingga gadis itu terduduk lalu membalikkan tubuh mungil itu. Wonyoung bertumpu pada lutung dan kedua tangannya ketika sunghoon mulai memasukinya dari belakang.

Tubuhnya terhentak-hentak ke depan kedepan ketika sunghoon bergerak  liar dan tak beraturan.

"Eunghh enghhh euhh ah." Wonyoung nyaris kehilangan akal sehatany ketika rasa nikmat melanda bagian intinya. Ia seperti di buat melayang ketika sunghoon menarik rambutnya,ianmendongak menatap dinding dan langit-langit ruang tamu. Kemari sunghoon meremas payudaranya yang berayun.

Sunghoon mempercepat ferkannya ketika wonyoung sampai di puncak orgasme.

"Wonhhh." Napasnya tersengal. Wonyoung menggelinjang,tubuhnya lunglai,namun di tahan oleh sunghoon. Laki-laki itu mengumpat ketika milik wonyoung menjepit miliknya begitu erat.

Kemudian ia mencium puncak kepala gadisnya. Sambil sesekali menciumi tengkuk dan bahu wonyoung.

Aktivitas itulah yang mereka lakukan hingga malam. Di berbagai tempat di hotel,di kamar,di depan balkon,di kamar mandi,di bathub. Di semua sisi hotel.

....

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 21, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Bound by dutyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang