KRITIS

2.2K 170 10
                                        

Devi terus menggenggam tangan Afan rasa takut akan kehilangan, rasa itu hadir yang kedua kalinya. Entah kenapa banyak sekali orang yang ingin menghancurkan hubungan mereka, padahal mereka tidak mempunyai masalah apa-apa.

Rakha menatap ke arah belakang mendengar Devi yang nangis tak henti-henti, hatinya tersentuh melihat ketulusan cinta Devi untuk Afan.

'hati Lo tulus banget Dev. Lo kuat banget buat hadapin masalah yang cukup berat,' batin Rakha.

"Pak tolong cepat ya pak!" Pekik Devi.

"Tenang Dev, gue yakin Afan pasti kuat kok"

Akhirnya setelah 15menit dalam mobil mereka sampai di rumah sakit, dan Langsung membawa Afan dengan brankar menuju ruang IGD.

"Dok tolong selamatkan Afan!"

"Kamu tenang aja Dev saya akan berusaha membantu Afan" ucap dokter nikol lalu segera masuk ke IGD.

Devi duduk lemas di sebelah Rakha, ia terus-menerus menangis pasalnya Afan terluka yang kedua kalinya demi melindungi dirinya.

"Gue bodoh banget sih! Semudah itu orang lain bohongin gue!"

"Gue kan udah pernah bilang sama Lo jangan dekat sama Kinan, dia itu jahat"

"Iyaa gue terlalu bodoh kak, Lo lihat kan sekarang semua nya hancur gara-gara gue! HANCUR KAK!"

Devi agresif, ia marah pada dirinya. Depresi Devi kambuh kembali dengan kenyataan yang di dapat. Ia terus memukuli dirinya karena merasa bersalah.

Rakha sulit untuk menenangkan Devi, ia tak tau harus apa. Namun teringat ucapan Mala jika Devi mulai kambuh biasa nya menyimpan obat penenang di dalam tas nya.

"Dev tenang Dev, jangan kayak gini!" Ucapnya sambil menyuapkan obat ke dalam mulutnya.

Devi kembali pulih dan terlihat lebih tenang.

"Kalo Lo terus-terusan kayak gini, Lo yang sakit! Tenang yah tenang. Gue yakin Afan bisa ngelewatin semua ini!" Ucap Rakha menepuk pundak Devi sebagai bentuk perhatian.

"Semua salah gue kak, gue salah kak.." kata Devi dan langsung tergeletak jatuh ke lantai.

"Dev Devi! Devi bangun Dev!" Ujar Rakha panik, melihat suster yang membawa brankar Rakha memanggil nya.

"Sus, saya minta tolong bawa teman saya untuk di periksa yah!"

"Oh baik mas!" Jawab suster itu.

Bertepatan dengan itu cinta dan Arie datang, melihat keberadaan Rakha cinta menanyakan.

"Gimana Afan nak?" Tanya cinta khawatir.

"Afan masih dalam penanganan dokter Tante"

"Kalo Devi mana Rakh?" Tanya Arie.

"Tadi depresi nya kambuh terus udah gue kasih obat penenang, terus dia langsung pingsan gue gak tau, itu efek obatnya atau dia nya yang udah lemas, sekarang lagi di periksa sama suster." Ujar Rakha, Arie mengangguk sebagai jawaban.

Menunggu kabar dari dokter cinta dan Arie duduk di kursi, dengan Rakha yang berada di samping nya.

Tak berselang lama dokter keluar dari ruangan dan langsung memberitahu kepada keluarga Afan.

"Gimana kondisi Afan dok?" Tanya cinta.

"Pasien kritis" Jawab dokter, membuat cinta lemas.

"K–kritis dok? Tapi masih bisa di usahakan kan dok?"

"Kemungkinan selamat sedikit karena luka tusukan nya cukup dalam"

"Silahkan jika ingin mengunjungi, tapi hanya boleh 2 orang"

BAD BOY AFAN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang