3 minggu berlalu kini hari yang dinanti-nanti oleh Arie karena hari ini lah ia bisa lulus dari sekolahnya.
Namun hari ini bukanlah yang baik bagi Afan karena ia harus LDR dengan Devi yang masih tinggal di rumah Pras.
Di dalam kamarnya ia menelpon Devi sambil terisak mengatakan bahwa dirinya betul-betul rindu.
"Babe, kamu kapan kesini? Aku kangen tau!"
"Sabar sayang... Ayah belum izinin aku kesana, aku udah bujuk ayah tapi tetap aja"
"Apa aku yang kesana?"
"Kalo kamu dimarahin ayah gimana?"
"Gapapa asal ketemu kamu... Jadi cowok harus gentle!"
"Yaudah terserah kamu, kalo mau kesini"
Afan menutup telponnya lalu bersiap-siap untuk pergi ke rumah Devi, Afan tak peduli jika nanti ia akan kena omel oleh Pras. Yang terpenting rasa rindu nya terobati.
Sesampainya Afan disana langsung di sambut oleh Devi di halaman rumah, Afan turun dari motor dan langsung memeluknya serat-seratnya.
"Afan pelan-pelan luka kamu masih belum sepenuhnya pulih!" Omel Devi dalam pelukannya.
"Gapapa asal aku bisa peluk kamu" jawabnya sambil melepaskan pelukannya.
"Apasih lebay deh,"
Mereka beralih duduk di halaman rumah.
"Mama ajak makan nanti malam sama keluarga kak Jessie, kira-kira kamu bisa ikut gak?"
"Gimana ya fan, aku pengen banget ikut, tapi ayah aku?"
"Nanti aku coba suruh mama izin kali yah?" Ucap Afan memberikan saran.
"Eh jangan nanti aku ngerepotin lagi" tolak Devi.
"Pasti mama mau kok bantu kamu" kata Afan, Devi mengangguk ragu.
Afan tersenyum dengan anggukan Devi, Afan melihat sekeliling halaman rumah Devi. Melihat tak ada siapa-siapa disana Afan berniat untuk mengajak Devi pergi jalan-jalan.
"Babe jalan-jalan yok"
"Aku kan gak boleh keluar sama ayah"
"Udah gapapa ayok, aku pengen jalan-jalan sama kamu!" Paksa Afan menarik Devi ke motor nya, untuk ikut bersamanya.
"Eh Afan! Afan! Jangan lari perut kamu masih luka!" Khawatir Devi dalam tarikan Afan.
"Gapapa sayang, Aman!" Ucapnya sambil memakaikan helm ke Devi.
"Kalo ketahuan ayah gimana fan? Nanti kamu yang diomelin"
"Shttt udah diam kan aku yang diomelin bukan kamu"
Setelah itu Afan membawa Devi pergi dari rumahnya, bertujuan untuk pergi ke taman yang lumayan dekat dari sana.
Tujuannya agar Devi tidak merasa suasana yang berbeda, tidak hanya di rumah terus-terusan, dituntut untuk belajar.
Sesampainya mereka di taman, Devi teringat akan masa-masa nya bersama afan dulu yang dirinya masih menyimpan benci pada Afan.
"Kalo di taman gini jadi ingat, waktu kamu gombalin aku kan?" Kata Devi.
"Iya lagi, mana respon kamu cuek aja"jawab Afan kesal.
"Kan waktu itu belum cintaah"
"Sekarang?"
"Belum"
"Kamu serius Dev?" Tanya Afan sambil melotot.
"Eumm gimana ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD BOY AFAN
FantasiPerjodohan dari kedua musuh yang penuh rintangan. Perjodohan dimulai saat Alma, ibunda devianna sa'ba arabella menjodohkan dengan anak dari kerabatnya cinta, yaitu Ahmad afandra Sanjaya. Mereka sudah kenal sejak awal masuk SMA, namun mereka jarang s...
