Happy Reading...
Flashback on..
Ngapain ajh sih? Baru ngabarin?"
"Yah maaf ka, gue sibuk banget baru kelar sekarang"
"Apa baru kelar sekarang? Bukannya jam 12 siang, luh udah waktunya istirahat. Kenapa babalas?"
"Gue yang mau ka, biar ngk ke malam juga pulangnya"
"Kebiasaan deh.. Harus luh istirahat dulu, nanti gue ngk izin luh photoshoot bahkan syuting"
"Yah jangan gitu doang ka.. Itu kan hobby gue.. Yah deh gue minta maaf banget dan ngk bakal diulangin ko"
"Hmm" Sambil mematikan HPnya.
"Kebiasaan dah tuh anak" Perempuan dengan topeng yang dia sampirkan dikepalanya.
"Nama luh QUEEN kan?" Dika.
"Bukan" Perempuan bertopeng yang memakai armband berwarna merah berlogo Mawar Hitam.
"Ngk usah ngeles, gue udh tauh ko" Dika.
"Seyakin itu kah? Bahwa nama gue Queen" Perempuan bertopeng yang memakai armband berwarna merah berlogo Mawar Hitam.
"Yah gue yakin banget dan gue tauh nama luh dari arti gambar itu" Dika sambil menuju selayer hitam ditangan perempuan itu.
"Raqueenza Adara Mahindra Callista itu nama panjang luh kan?dan nama di markas luh Queen ngambil dari Raqueenza" Dika.
"Queen... Cepet atau lambat gue buktiin kalo luh adalah Queennya gue alias Adara" Dika yang sedikit berteriak.
Flashback off...
"Terus luh mau ngelakuin apa? Untuk si Dika" Saskia.
"Entah.. Tpi gue minta luh (menuju Mili) buat jadi mata-mata dan telinga untuk kita" Adara.
"Klo itu mah ngk usah diminta, gue malahan mau bikin informasi dia kecoh" Mili.
"Udh sekarang kita istirahat ajh dulu, besok kita pikirin lagi jalan keluarnya" Naura.
"Besok jadikan kita main jet ski di pagi hari dan sore hari main bola volly" Vio.
"Jadilah.. Itukan sebagi mengenang kepergian abang Mozan dilautan lepas itu" Saskia.
"Kapan yah? Kita menemukan jasad bang Mozan disana? Gue berharap dia masih hidup" Ria yang berjalan mendekati jendela yang mengarah laut lepas.
"Gue yakin, bang Mozan itu masih hidup yah?! Kenapa luh bisa bilang mengenang sih?" Mili dengan suara tinggi.
"Udhlah jangan berantem, lagian kita masih berusaha mencari informasi bang Mozan" Naura.
"Guys... Maaf yah? Gue masih merahasiakan Keberadaan Bang Mozan, sebab bang Mozan sendiri yang minta dan melatih kita untuk tidak tergantung lagi ama dia meskipun bang Mozan tauh kalo kita dalam bahaya"
***
"Woy.. Bangun udh siang" Mili.
"5 menit lagi yah mil?" Ria yang memeluk badan Adara.
"Ngk ada 5menit karena kita mau main jet ski Ria" Mili.
"Ini tuh masih jam set7 jadi, ini masih pagi Mil" Saskia yang sedikit membuka mata dan melihat jam dinding.
"Lagian luh tumben bangun pagi dah?" Naura yang mulai duduk.
"Kan kita habis sholat subuh nih, terus gue ngk bisa tidur lagi, sebab Gibran chat gue mellu" Mili.
"Yah.. Salah luh ngk mati data internet nya jadi tuh orng gangguin luh milii" Naura.
"Udh lah ayo.. Bangun dah" Mili yang menarik sahabat.
"Yahh" Jawab dari ke6 perempuan tersebut.
***
Skip pantai...
"Wihdihhh.. Anggota inti mereka jago juga main jet ski" Roni yang baru datang bersama anggota Inti Mahkota Naga Hitam.
"Kita juga jago kali" Akra.
"Coba" Luna yang baru saja datang.
"Okey.. Kita cobain" Akra menarik tangan ke 4sahabatnya.
"Ngk ahh.. malas gue main gituan" Gibran.
"Yah ilahh.. Ngapain sih malas? Nanti kita dikatain cemen lagi mereka" Akra.
"Eh.. Akar, siapa? coba yang ngatain luh cemen, kita cuman bilang COBA bukan CEMEN" Anisa yang sewot.
"Ngk ada sih yang bilang cemen, tpi kenapa luh ganti nama gue jadi AKAR, ANISAAA" Akra.
"Bodoamat, suka-suka gue yah?!" Anisa yang meninggalkan mereka.
"Nis.. Tunggu" Dika yang menahan Anisa untuk pergi.
"Apaan?" Anisa.
"Itu jus buat siapa?" Dika.
"Ini buat ketua dan wakil gue, emng kenapa?" Anisa.
"Etdah.. Galak bener, gue cuman tanya?" Dika.
"Udhlah ah.. Gue mau taruh ini dimeja dia, nanti kalo nih minuman ngk ada di meja bisa-bisa gue diomelin ama Ri" Anisa yang ingin keceplosan nama seorang namun sudah diburu diinjek kakinya oleh Luna.
"Ri?" Dika.
"Rian" Luna tiba-tiba balik lagi kearahnya.
"Ko bisa Rian yang marahin luh? Seharus mereka( menuju ke7 perempuan bertopeng) atau Arga dan Passya" Rassya yang curiga dengan kegugupan Luna.
"Karena sebenarnya Rian juga itu.." Luna yang kebingungan.
"Itu apa sih? Klo ngomong tuh jangan kebanyakan mikir, luh bohong yah?" Irssyad.
"Yah karena Rian itu tangan kanannya mereka" Luna yang menujukan 2 perempuan bertopeng muka sebelah yang sedang duduk dikursi santai dekat pantai.
"Owh" Irssyad.
"Udh yah.. Kita mau anterin ini dulu" Luna yang membawa pergi Anisa.
"Hmm" Dika.
"Ko gue merasakan keanehan dah" Gibran diiyahkan Irssyad oleh anggukan kepalanya.
"Yah gue juga sama, luh gimana? Dik.. sya.." Akra.
"Yah sama, yah udh kita tetap selidiki mereka dulu" Dika yang memandang 7 orang yang main jet ski.
**
Pukul menuju 9pagi gangs inti mereka lagi bersantai dipinggir pantai setelah bermain jet ski.
"Eh.. Gawat nih?" Seorang lelaki yang memakai topeng sebelah berlari kearah gangs inti Mawar Hitam.
"Apaan?" Perempuan bertopeng sebelah.
"Dire.. Masang story lagi dipantai dengan caption (kk Adara.. Gue titip salam rindu buat abang Mozan ya) terus diree cantumin lokasinya" Sofya.
"Terus?" Perempuan bertopeng fullface.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIKAADARA
Non-Fictiongangs motor yang mencari kemisteriusan pada musuhnya namun mereka terjebak dengan mencintai musuhnya.
