Happy Reading...
"Gimana mil? Ngomong apaan?" Adara yang sedikit kepo sambil merubah posisinya menjadi duduk.
"Ngk ngomong apa-apa" Mili.
"Emang ngk jelas tuh orang, ganggu gue mellu. Padhal gue udh blok tauh tpi dia malah ganggu Adira sampai Adira sendiri ngomong untuk ngebuka blokir si Dika" Adara.
"Suka kali ama luh dar" Vio.
"Emang saling suka, tpi gensi Vi" Naura.
"Beneran" Vio yang tak percaya.
"Ngaco" Adara.
"Bohong?!" Naura.
"Gue ngk bohong yah!!" Adara.
"Serius" Saskia.
"Yah serius.. Emng dasar si tukang gosip bae tuh Naura.. Apa jangan-jangan Admin akun medsos sekolahan kita itu yah?" Adara yang sambil melemparkan bantal.
"Bukan nj!r, sih Cerewet noh?" Naura yang menuju Mili.
"Ko gue?" Mili yang melempar bantal ke arah Naura tapi mengenai Vio.
"Mil... Ko luh lempar bantal ke gue sih? Kan jadi belepotan nih" Vio yang menunjukkan bibir yang sudah belepotan lipbalm.
"Eh.. Ngk sengaja tauh, gara-gara Naura tuh yang nuduh gue" Mili.
"Alah bohong" Vio yang melempar bantal kearah Mili namun mengenai Saskia.
"Ko gue sih" Saskia.
"Sorry.. Tadi gue mau lempar tuh bule tpi kena luh" Vio.
"Emang yah? Sih bule itu perlu kita apain yah?!" Naura yang mendekati Mili dan diikuti Vio dan Saskia.
"Mau ngapain sih?" Mili yang ngumpet dibelakang Adara karena ketakutan. Hal hasil mereka semua bercanda.
Waktu menuju sudah sore ke5 perempuan siap-siap pulang menggunakan mobil pribadi adara.
"Ngk ada yang ketinggalan kan?" Adara.
"Ngk dar" Ke 4 perempuan secara bersamaan.
"Yaudh, yuk" Adara yang memimpin jalan ke arah keparkiran.
Setelah sampai diparkiran ke5 perempuan sudah melihat ke 5 lelaki yang menunggunya.
"Ngapain dah luh pada disini?" Vio.
"Nungguin kalian" Akra.
"Ngk ngeliat kita itu naik mobil" Vio yang menekan kata akhirnya.
"Liat ko, tpi kita kawal dari belakang yah?" Gibran.
"Ngk usah" Naura yang membuka pintu pengemudi.
"Tapi kita ttp ngawal dek" Gibran.
"Bodoamat" Naura.
"Cepet masuk, gue tinggal yah?!" Naura.
"Yah Naura cantiknya aku" Mili sambil membuka pintu mobil.
"Najis" Naura yang memakai seatbelt.
"Ko di bilang cantik malah jawab (NAJIS) Sejijik itu kah?" Mili.
"Yah, lagian luh itu cewek, gue cewek masa bilangnya (CANTIKNYA AKU)" Naura.
"Udah, jangan berantem mellu, kita kapan jalannya? keburu malam tauh" Vio.
"Hmm" Naura yang menaiki rem parkir.
***
Setelah menempuh waktu 4jam akhirnya ke 5 perempuan sampai di rumah adara yang sudah disambut adira.
"Akhirnya kalian sampai juga" Adira yang membuka pintu mobil depan untuk mempersilahkan Adara keluar.
"Kangen" Adira yang memeluk adara.
"Kangen adara doang nih? Gue ngk?" Naura.
"Yah kangen lah" Adira yang merentang tangan kirinya.
"Berpelukan" Vio yang masuk dipeluk si kembar, Naura dan diikuti Saskia dan Mili.
"Hmm" Gibran yang membuat mereka ber 6 melepaskan pelukannya.
"Ternyata ada kalian toh" Adira.
"Udah dari tadi sayangnya aku" Akra.
"Hay beb, kamu udh balik dari pantai A? Kamu disuruh angkat yang berat ngk ama ketua Mawar Hitam itu" Adira yang mendekati Akra ingin memeluknya.
"Raqeenza Adira Mahindra Callita" Adara.
"Ih... Masa pelukan ngk boleh sih?" Adira yang memasang muka bete.
"Ngk" Adara.
"Udah, sana kalian balik kerumah masing-masing, udh malam juga.. Ngk bae di gosip tetangga rempong" Naura yang mengusir ke 5 lelaki tersebut.
"Kita nginep disini boleh?" Gibran.
"Bo" Adira yang ingin mengizinkan namun terpotong oleh Naura.
"Ngk boleh, udah sama pulang" Naura.
"Ih.. Jahat banget ngusir kita, kan ini udah malam jadi ngk baik buat kita kena angin malam atuh" Gibran yang sedang ngebujuk sang adeknya.
"Ngk boleh Gibran, lagian kalian itu cowo dan kalian itu gangs inti Mahkota Naga Hitam masa takut ama angin malam ketimbang musuh luh sendiri" Naura.
"Kata siapa kita takut ama musuh kita dah?" Rassya.
"Kata gue, contoh luh takut ama Mawar Hitam kan?" Naura.
"Buktinya mana? Kalo kita takut ama mereka" Rassya.
"Bukti udh jelas Rassya, kalo kalian mau ajh di babuin ama Mawar Hitam" Naura.
"Kita bukan di babuin tapi itu kita kalah taruhan." Rassya.
"Yah udh sana pulang lah, sumpek gue ngeliat kalian disini lama-lama" Naura yang mengusik ke 5 lelaki di hadapannya.
"Yaudh kita pamit yah? Bye sayangku" Akra.
"Byee sayang.. Kabarin yah klo udh nyampe" Adira.
"Siap" Akra.
Ke3 lelaki pun pergi sisa 2 yang belum pergi.
"Ngapain masih disini sih?!" Naura yang mulai sensi.
"Sensi amat sih? Orang gue mau pamit dlu ama dara gue" Dika.
"Dar.. Gue pamit yah? Nnti klo nyampe gue kabarin" Dika.
Tak dapat jawaban dari sang nama akhirnya Dika mengacak-acak rambut Adara dan belari kearah motornya.
"Dikaaaa" Adara yang melempar botol minuman kepada Dika.
"Sakit tauh" Dika.
"Bodoamat" Adara yang meninggalkan Naura dan Rassya.
"Dar.. Mau kemana?" Naura.
"Bersih-bersih" Adara yang sedikit terdengar oleh Naura dan Rassya.
"Ngapain masih disini?!" Naura.
"Mau mandang bidadari dlu" Rassya.
"😒" Naura.
"Gue pamit dlu yah? Nnti gue kabarin klo nyampe" Rassya yang pamit.
"Bodoamat" Naura yang sambil menutup pintu rumah Adara.
Skipp sekolahan...
"Guys.. Gue punya berita hot nih?" Akra yang baru saja datang ke 4sahabatnya yah sedang berjalan.
Note : kalo kalian mau kritik dan mau nambahin cerita bsa hubungin aku di Ig ku : @syaqeela2611_
KAMU SEDANG MEMBACA
DIKAADARA
No Ficcióngangs motor yang mencari kemisteriusan pada musuhnya namun mereka terjebak dengan mencintai musuhnya.
