36

222 17 2
                                        

Happy Reading...

Okey" Ria.

"Woy.. Mau kemana luh? Bisa-bisanya luh nyuruh Ria bertindak, kenapa ngk sendiri?" Rassya.

"Belum saat Naura turun tangan sya, klo Naura atau Adara turun tangan bisa habis tuh gangsnya Lagista" Mili.

"Lagista" Teriak Ria dari ujung kantin.

Perempuan bernama Lagista nengok kearah sumber suara. "Apa sih Riaa" Lagista.

"Luh kebiasaan sellu ngebully orang lemah disini, mau luh apa?" Ria berjalan mendekati Lagista cs dan Qiara.

"Kenapa? Masalah buat kalian?" kezia.

"Masalah banget, karena kalian itu parasit disekolahan ini yang harus dibasmi" Ria.

"Hei... Enak banget luh ngatain kita parasit" Nada gas dari Naya.

"Yah, emang kalian parasit" Celetukan Lola.

"Wah.. Minta dibully dia guys?" Dilla.

"Bully ajh, Kita tungguin ko" Ria.

"Bisaa" Naya.

"Coba tunjukin, klo kalian bisa bully kita" Lola menarik tangan Mili dan tangan Qiara.

"Woy.. Ko gue ditinggalin?" Ria ingin mengajarnya namun ia balik badan.

"Owh yah.. Kalian kan mau ditraktir Qiara yah? Nih uangnya, setelah itu jangan pernah ngebully Qiara lagi" Ria yang meletakan uang berwarna pink 10lembar.

"Kurang ngk?" Ria.

"Ehh.. Gue itu kaya jadi ngk perlu uang ini" Lagista yang ngebuang uangnya.

"Kaya yah? Ko bisa yah orang kaya minta traktiran ama Qiara" Nada remahan dari siswi yang berada dikantin.

***

Skipp lorong sekolah...

"Hay.. Makasih yah udah belain aku" Qiara.

"Yah sama-sama Qia.. Klo mereka ngebully luh jangan sungkan untuk ngadu ke kita yah?" Ria.

"Yah Ria" Qiara.

"🥰" Ria.

"Gue pamit dulu yah? Soal aku mau keruangan komputer mau nyari loker buat anak sekolahan" Qiara.

"Lah, bukannya luh punya handphone yah? Kenapa ngk digunain" Ria.

"Rusak ri" Qiara.

"Untuk apa luh nyari sampingan?" Mili.

"Untuk nambahin penghasilan ayah mil, soalnya Almarhum ibu terlilit utang sama rentenir saat masih hidupnya. Sekarang aku harus membantu ayah untuk melunasin klo ngk di lunasin aku harus menikah ama Rentenir itu" Qiara.

"Utang yang harus di lunasin berapa?" Adara yang baru datang bersama Naura.

"500jt dar, aku harus lunasin dalam jangka sebulan" Qiara.

"Nih" Adara yang menyodorkan amplop coklat dan 1 unit Handphone.

"Ini apaan Dar?" Qiara.

"Itu amplop isi uangnya 1M buat melunasi hutang almarhum ibu lu dan sisanya pake ajh untuk keperluan bokap luh, klo untuk handphone itu luh pakai ajh" Naura.

"Tapi ini kebanyakan, aku bisa ko mencari sendiri" Qiara yang ngembalikan.

"Ambil ajh, kita ikhlas" Adara.

"Ngk dar, kalo ngk aku kerja dah dikamu?" Qiara.

"Ngk usaha" Adara.

"Pliss, dar. Aku ngk enakan menerima ini semuanya dengan gratis. Aku mau kerja ajh diperusahaan kamu atau rumah kamu" Qiara yang memohon.

"Okey.. Kalo itu yang luh mau" Adara.

"Tolong jelas ri" Adara yang pergi meninggalkan mereka yang sedang kumpul.

"Luh ngajarin anak panti ajh, kebetulan panti Cinta bunga membutuhkan pengajar tambahan dan itu panti milih Adira. Kalo mau nanti gue konfirmasi ke Adara ama Adira" Ria yang menjelaskannya.

"Gue mau ko, kapan? " Qiara.

"Besok, datang ajh ke jl. Cikampek Putih" Naura.

" Owh.. Terimakasih banyak yah? Sampaikan terimakasih gue ama adara" Qiara.

"Sama-sama" Ria, Mili dan Lola secara bersamaan.

"Hmm" Naura dan Mili yang pergi memilih untuk menyusul Adara.

"Lucu yah? Pertemanan kalian, saling melengkapi. Seandainya aku bisa berteman dengan kalian, pasti bahagia" Qiara yang berkata dengan nada pelan namun terdengar oleh Lola.

"Berteman ajh, kita wellcome ko tapi harap dimaklumi sifat Adara + Naura yang dingin" Lola.

"Emang boleh" Qiara.

"Boleh sayang, yah udh yah gue ama Lola mau nyusul mereka" Ria yang menarik tangan Lola.

Dilain sisi..

"Ternyata, Adara dan Naura baik juga yah?" Al.

"Yah emang baik, namun ditutupi ajh ama sifat cuek + dinginnya itu" Gibran.

"Pelet Adara ama Naura ahh, biar gue punya 2pacar yang baik" Celetuk Al namun dibuahi tatapan elang dari Dika dan Rassya.

"D0n90 itu ada yang ngm Terima tuh?" Akra yang peka terhadap tatapan elang dari Dika dan Rassya.

"Siapa?" Al yang sedikit kepo.

"Si..." Jawab Akra yang terpotong bel masuk kelas. Kring... Kringg...

"Udh bel masuk kelas saat kita belajar lagi walaupun sebenarnya males masuk kelas" Gibran.

"Luh males masuk kelas yah? Bolos yuk?" Al.

"Ayo" Gibran yang ingin beranjak dari tempat namun terhenti mendengar teriakan Akra.

"Nau.. Gibran mau bolos nih" Akra.

"Argh.. Cepu luh, jangan bilang Naura lah. Dia udh mulai membaik ama gue berkat Adara ama Adira yang bujuk nih.. Masa luh ngerusak momen itu sih? Jahat dah Akra ini" Gibran dengan nada dramatis nya.

"Bodoamat" Akra yang lari menuju lift dikarena kelas Akra beda lantai.

Skipp pulang sekolah..

"Bangke luh.. Bisa-bisanya nipu gue yah?" Gibran yang datang diparkiran sambil melempar jaket kesayangan ke arah Akra.

"Nipu apa?" Akra yang pura tidak tahu apa-apa.

"Tadi bilangnya mau ngasih ke Naura soal bolos eh pas tdi gue dikelas baru nyadar klo luh kan ngk sekelas ama Naura. Gibran.

"Itu mah salah luh Gib.. Mau ajh di kelabuhi si Akra" Irssyad yang tertawa.

"Tunggu.. Tadi gue di tlpn ama passya, katanya kita disuruh ke Markas Mawar Hitam lagi" Akra.

"Untuk?" Rassya.

"Entah" Akra.



Maaf🙏🙏 apa bila ada kata yang kurang sempurna ata berantakan dalam menulis di cerita ini, tolong ditegur yah? Aku masih perlu saran dan ide kalian enak gimana? Dan klo untuk Dika ama Adara jadi prosesnya masih jauh dikarena Adara sendiri masih merahasiakan jati diri anggota Mawar hitam.

DIKAADARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang