"Terus gue nguping kalo Dika cs mau nyusul kesana, kan tugas dia disini udh selesai juga" Lelaki bertopeng muka sebelah.
"What? Terus ini gimana doang?" Perempuan bertopeng full face dikuncir konde.
"Ngk ada waktu lagi, kita harus buru-buru ke villa sebelah dan melewati hutan lebat" Bertopeng full face dengan rambut kuncir 1.
"Yakin mau lewat situ? Kan" Arga.
"Yakinlah Arga, itu jalan satu-satunya yang tercepat menuju ke villa sebelah dan kalo lewat jalan utama membutuhkan 2jam lebih. Kita butuh waktu cepat supaya Dika cs nyampai duluan kesana" Perempuan full face dengan rambut kuncir 1.
"Wait-wait, ko luh bisa tauh bang?" Perempuan bertopeng sebelah.
**
Flashback on..
"Enak banget nih minuman" Seorang lelaki yang memakai topeng sebelah sambil berjalan kearah pantai namun dia terhenti ketika mendengar percakapan ke 5 gangs inti Mahkota Mawar Hitam.
"Yah gue juga sama, luh gimana? Dik.. sya.." Akra.
"Yah sama, yah udh kita tetap selidiki mereka dulu" Dika yang memandang 7 orang yang main jet ski.
"Ih.. Ko cewek gue ke pantai sebelah ngk ngomong kegue sih?" Akra yang cemberut melihat story Adira.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Eh.. Sebener luh cowoknya bukan sih?! Adira itu ada jadwal photoshoot di bukit bogor terus kenapa kepantai sebelah dah?" Irssyad.
"Kalo soal photoshoot gue tauh tpi ini ko stroy dipantai sih? Tpi ko ngabarin gue" Akra.
"Paling itu story dia itu dapat dari Adara atau Naura" Gibran.
"Apa hubungannya?" Roni.
"Yah ada lah.. Adara dan Naura memiliki villa di pantai deket sini, setauh gue dari sini membutuhkan waktu 1-3 jam gitu" Gibran.
"Kesana ajh yuk? Nyusul mereka" Irssyad.
"Untuk apaan?" Akra.
"Buktiin kalo Adara dan Queen berbeda atuh?" Irssyad.
"Terus cara mastiin disini siapa?" Akra.
"Disini ada Reza dan Roni jadi mereka pantau disini terus kita pantau dipantai sebelah" Irssyad.
"Ide bagus tuh" Rassya.
"Tapi bang Mozan siapa?" Roni.
"Bang Mozan itu kakak sepupu Adara dan Adira dari ibunya dan bang Mozan itu hilang dilautan lepas itu (memandang lautan) sampai sekarang jasad dia ngk ketemu dan dari itu yang membuat sifat Adara dan Naura dingin + cuek sebab bang Mozan lah yang suka nurutin kemauan mereka dan ada waktu buat mereka sedang gue malah sibuk dengan dunia sendiri" Gibran yang masang wahah sedih.
"Udhlah jangan nangis, kita kan mau bantuin luh untuk mencari abang Mozan, so.. Jangan nangis lah malu tauh ama mereka" Akra yang merangkul Gibran.
"Siapa yang nangis dah?" Gibran.
"Gasken yuk.." Dika yang beranjak pergi ke arah villa untuk mengambil tas dan kunci motornya.
Flashback off..
**
"Yah udh ngk ada waktu lagi, kita cepetan kesana" Perempuan bertopeng memakai selayer hitam di lengannya.
"Terus kita ngk ganti baju dlu? Kan ini basah" Sofya.
"Gantilah Sofyaaa" Perempuan bertopeng fullface dengan rambut digerai.
"Ganti dulu, nanti kita sampai sana kita main volly lagi biar mereka yakin kita berbeda" Perempuan bertopeng fullface dengan selayer di merah.
"Arga.. Perintah ini Mola, Diva, Clara, Raisa, dan Victor gantiin kita disini dulu buat dia mengira Queen dan Adara berbeda yah?" Perempuan bertopeng fullface selayer hitam.
"Siap Queen" Arga.
"Bang, RI dan luh tolong awasin gerak-gerik Reza, Roni bahkan anggota Mahkota Naga Hitam" Perempuan bertopeng fullface dengan selayer Merah.
"Siap put" Ria dengan secara bersamaan dengan Lola dan Kevin.
****
Skipp pantai B...
"Akhir kita nyampai juga yah?" Akra yang menuruni motornya.
"Capek juga yah? Dari pantai A ke pantai B ini" Irssyad.
"Yah" Akra.
"Yaudh, kita taruh tas dulu di villa" Gibran.
"Lah emng udh tersedia?" Irssyad.
"Eh.. Gue kan abang dari Naura dan abang sepupu dari Adara pasti sellu ada untuk gue" Gibran.
"Owh" Irssyad.
"Yaudh ayoo" Gibran yang memimpin jalan kearah villa.
**
"Selamat siang aden Gibran" Mba resepsionis villa.
"Siang juga mba Karina" Gibran.
"Ada kamar kosong untuk kami ber 5?, kita ngk nginep ko.. Nanti sore kita pulang" Gibran.
"Ada den.. Nanti aku panggilin bapak Billy dulu yah? Untuk mengantar aden-adennya" Mba Karina yang mengangkat telepon.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya mba Karina mematikan teleponnya. "Aden Gibran, tunggu sebentar yah? Bapak Billy lagi jalan kesini" Mba Karina.
"Yah mba" Gibran.
"Mba.. Sih Adara dan Naura ada kesini ngk?" Gibran.
"Owh.. Non Adara dan Non Naura yah? Mereka kesini dari kemarin dan sekarang ada di Villa VVIP" Mba Karina.
"Siapa ajh? Selain Adara dan Naura mba" Gibran.
"Non Mili, Non Vio dan Non Saskia. Kenapa den?" Mba Karina.
"Gpp sih mba, aku mastiin mereka ber 5 kesini" Gibran.
"Owh" Mba Karina.
5 menit kemudian bapak Billy datang sehingga menghentikan obrolan mereka. "Maaf den, saya lama soal habis nganterin pelanggan yang cerewet" Bapak Billy sambil tertawa sedikit.
"Gak masalah ko" Gibran.
"Makasih den, yah sudah.. Saya anterin ke villanya" Bapak Billy yang mengajak mereka ber 5 pergi dari meja resepsionis.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.