47

158 14 5
                                        

Happy Reading....

"kalo berita ini jangan sampai kedengeran mereka karena Adara, Naura dan Mili ngk akan tinggal diam, pastinya akan menghancurkan perusahaan keluarganya Akbar dalam sekedipan mata"Bener Adira.

"Owh, tapi apa hubungan dengan luh ama Mili? Perusahaan keluarganya Akbar emang itu ada hubungannya sama Mili?" Pipit.

"Mili itu sahabat dari kembaran gue yaitu Adara dan sepupu gue yaitu Naura. Otomatis dia akan ngebelain gue juga. Dulu terbukti saat gue jaman SMP ada yang ngebully gue dikamar mandi yang belain gue itu dia dan Naura atas perintah Adara yang ada di Australia. Perusahaan GROUP SEBASTIAN itu perusahaan milik keluarganya Akbar, perusahaan GROUP SEBASTIAN memiliki banyak investor terbesar salah satunya perusahaan QUEENSAFIRA ini perusahaan milik dari seorang gadis muda bernama Safira MILI Sofya dan kapan saja dia bisa cabut investasinya dari perusahaan GROUP SEBASTIAN" Adira.

Pipit menampilkan mimik wajah tak paham namun Adira pun mengalihkan ini semua dengan berkata. "Udahlah.. Jangan dibahas dan dibawah bingung, karena kalo dibahas lebih panjang akan menghabiskan 3 hari dan itu membuat kita pusing banget. Mendingan, kita balik kekalas ajh" Adira.

"Ngk jadi izin pulang nih?" Pipit.

"Ngk usah Pit, gue masih mau belajar ajh dan terimakasih yah udh belain gue tadi" Adira yang menolak tawaran Pipit.

"Udh tugas gue Adira sebagi sahabat luh untuk menjadi garda terdepan" Pipit yang memeluk Adira dan dibalas pelukan itu.

***

Ruangan Bk...

"Kalian sadar ngk?! Ini udah berlebihan, kalian berantem cuman karena perempuan. Kalian juga(menujuk ke Dika, Rassya, Gibran dan Irssyad) bukan meleraikannya malah di diem kan?!" Pak Adi.

"Kamu ngapain disini Dodi?" Pak Adi tersadar jika Dodi siswa prestasi ikut duduk bersama Dika cs.

"Saya disini mau menjelaskan apa yang terjadi pak" Dodi.

"Coba jelaskan apa yang sudah terjadi dengan benar yah Dodi?" Pak Adi.

"Jadi, gini pak" Dodi.

***

Flashback on...

Kring... Kring... Bel istirahat telah berbunyi sehingga pelajaran tertunda dan murid dikelas berhamburan keluar kelas untuk menuju kantin namun dikelas masih tersisa Adira, Pipit, Gibran, dan Dodi.

"Dir.. Ikut gue ke kantin atas ngk?" Gibran.

"Duluan ajh bang, gue mau ke kelas sih Adara dan Naura dulu. Mau ngasih nih kotak?" Adira yang menampilkan kotak sedang berwarna biru.

"Ngk bareng ajh naiknya?" Gibran.

"Ngk, gue nungguin Pipit nyatet pelajaran tuh dipapan" Adira sambil menuju tulisan dipapan.

"Owh okey dah... Pipit kalo ada apa-apa telepon yah?" Gibran.

"Siap Gibran" Pipit.

Sebelum keluar Gibran menghampiri Dodi yang sedang bereskan bukunya untuk dimasukkan kedalam tas. "Dodi, gue nitip Adira ama Pipit yah? Kalo apa-apa samperin gue dikantin atas" Gibran yang menepuk bahu Dodi.

"Tapi, gue mau istirahat Gib" Dodi.

"Udah, tungguin dulu sampai kelar nyatet nanti jam istirahat luh ditambahin ama Dika dan Rassya karena luh udh berjasa jagain adeknya" Gibran.

"Okey dah, klo begitu" Dodi yang kembali duduk dikursi.

***

5menit kemudian... Pipit akhir selesai juga. "Ayo Dira" Pipit yang menutup buku dan beranjak berdiri.

"Gasken" Adira yang mulai berjalan mendahului Pipit.

Saat keluar ada seorang lelaki tampan dan so jago itu mendekati Adira dan Pipit.

"Hallo sayang" Lelaki tersebut mencolek dagu Adira.

"Apaan sih!! Main colek-colek dagu gue ajh" Adira yang mengelap dagunya.

"Gimana? Lomba mu di Jepang menang kah?" Lelaki tersebut.

"Kepo luh banget sih Akbar ini" Pipit.

"Gue ngomong apa Adira yah?! Bukan ama luh Piit" Akbar.

"Nama gue Pipit yah bukan Piit" Pipit yang kesal.

"Menang ko" Adira yang mengandeng tangan Pipit untuk pergi.

"Tunggu, malam ini sibuk ngk? Kalo ngk sibuk, kita rayain dikafe yuk?" Akbar.

"Sorry, gue sibuk banget malam ini" Adira.

"Kenapa?" Akbar.

"Gue ada janji sama Adara dan Naura" Adira.

"Janji ama Adara dan Naura atau mau ngejual diri?" Akbar.

"Maksudnya luh ngomong gitu apan dah?" Adira yang mulai kepancing emosinya.

"Maksudnya gue itu luh kan seorang L0nt3 yang akan ngejual diri dimana pun itu dan malam ini gue bayar gede dah.. Asalkan luh mau ke kafe bareng gue" Akbar.

"Kurang ajar luh!!" Adira yang menampar si Akbar sambil menangis.

"Lah ko nangis? Kan bener, luh seorang L0nt3 Adira" Akbar dengan nada ngejek sambil pergi.

"Eh.. Akbar luh keterlaluan yah?!! Adira itu bukan seorang L0nt3 yah?!!!" Pipit yang ingin kejar Akbar namun dihentikan oleh Dodi.

"Pipit.. Ngk usah dikejar, luh mendingan tenangin Adira dulu. Biar kejadian ini semua gue aduhin ke Akra dan Gibran" Dodi yang megang pergelangan Pipit.

"Tapi, ini keterlaluan Dodi" Pipit yang marah.

"Yah, gue tauh ini keterlaluan tapi seorang Akbar itu berani ama siapapun dan lebih baik luh tenang Adira dan ini udh harus dilawan ama Gibran dan Akra" Dodi.

"Owh yaudh deh kalo begitu" Pipit.

"Yaudh gue pamit dulu yah? Soal gue harus buru-buru kasih tauh sama Gibran dan Akra" Dodi.

"Okey" Pipit.

"Udah.. Kalian bubar... Jangan ada gosipin kejadian ini kalo ada yang gosip ini siap-siap gue keluar luh pada" Pipit yang ngomong kepada segerombolan Siswi dan Siswa yang melihat kejadian tadi.

Flashback off..

"Jadi, ini semua kamu yang mulai Akbar?! Maksudnya kamu ngomong begitu apaan?!!" Pak Adi yang marah besar.

DIKAADARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang