Happy Reading...
Saat makanan bersama terjadi keheningan namun keheningan tersebut dipecahkan oleh Adira.
"Mau tnya doang? Klo kalian udh dari kemarin disini bareng Adara dan Naura, seharusnya gue ngeliat kalian yah? Pas sorenya, kemarin sore gue ngk ngeliat kalian?" Adira.
"Hehe.. Kemarin kita keliling Tokyo dan kulineran sampai lupa waktu deh, balik-balik kesini jam 3 pagi" Mili yang ngeles.
Sebenarnya mereka bukan kulineran namun mereka pergi ke hotelnya Gaby dan angel setelah beresin pakaian mereka. Gaby dan angel menginap di hotel yang sama namun beda lantai namun, saat kedatangan ke 4 orang ini Gaby yang bergabung dikamarnya Angel. Hotel yang diinapkan oleh Gaby dan Angel bersebrangan sama apartemennya Adira.
****
Skip malam hari di Jepang..
"Kenyang juga gue" Mili.
"Yah orang luh rakus banget, kaya ngk pernah ketemu ama sushi dan ramen ajh" Vio.
"Gue bukan rakus yah? Itu rezeki yang diboleh ditolak tauh, kan lumayan dibayarin ama Adira" Mili sambil merangkul Adira.
"Ternyata seru yah? Dikawal oleh 5 orang bodyguard" Adira.
"Luh bilang apa, bodyguard? Gue itu bukan bodyguard luh yah?! Gue kembaran luh" Adara yang menjitak kepala Adira.
"Nau.. Liat nih? Masa Adira jitak gue" Adira dengan nada manja mengaduh ke Naura yang sedang menikmati pemandangan.
"Yah.. Ngaduhan ah, ngk seru" Adara yang pura-pura takut dipelotin Naura.
Mereka bercanda ria sambil menikmati angin malam Jepang.
"Dar.. Foto situ coba? Nnti gue foto" Adira yang mendorong Adara kearah ia tunjukan.
"Ngk mau ah, nnti diposting lagi" Adara yang menolaknya.
"Udh sih.. Foto ajh disitu sambil tutup muka agar aman klo gue posting" Adira.
"Ngk mau" Adara.
"Ka Naura" Adira yang mengadu lagi ke Naura.
"Yah.. Yah.." Adara yang berjalan ke arah yang ditunjuk Adira.
"Bagus ngk?" Adara.
"Bagus tauh" Adira yang memperlihatkan fotonya yang didalam kamera yang sering dbiawa-bawa Adira saat Adira jalan-jalan kemanapun.
"He.. Bagus tauh tuh hasil, gue mau juga doang" Mili.
"Gue juga doang" Saskia.
"Gue juga doang" Vio.
"Yaudh ngantri yah biar gue fotoin" Adira yang mengatur barisannya.
"Ko Naura yang didepan sih? Gue kan yang minta duluan" Mili yang Protes dengan Naura yang didepan.
"Siapa yg ngatur? Adira kan bukan luh mil" Adira.
"Ayo Nau, pose" Adira yang memerintahkan Naura pose.
Akhir mereka ber 5 sibuk dengan foto dan selfi sambil bercanda.
"Lucu" Adara yang diam-diam foto kegiatan mereka.
"Skrng kita foto Bareng-bareng" Adira yang menarik Adara dalam lingkarannya.
Setelah 5 menit kemudian mereka menghabiskan waktu dengan foto-foto. "Dek, inget jangan di pose yah foto kita semua" Adara.
"Siap" Adira yang hormat.
"Lagian, kenapa sih? Kalian nge privat diri dari medsos, kan kalian cantik apalgi mata kalian berwarna indah semua" Adira.
"Belum saat dir" Vio.
"Walaupun gue seleb medsos tpi blm saat untuk publish diri" Mili.
"Yah dah yang seleb mah beda" Saskia.
"Udh-udh jangan ribut mellu, udh saat kita pulang ke apartemen kita" Naura yang mulai memimpin jalannya.
**
Skipp Apartemen.
"Ka, gue izin doang?" Adira yang diambang pintu kamar Adara dan Naura.
"Izin apaan?" Adara yang meletakkan hairdryer.
"Izin posting foto ini" Adira yang sambil menunjukkan fotonya sang kembarannya.
"Yah, lagian itu aman ko" Adara.
"Makasih" Adira yang mencium Adara.
"Adara doang nih? Gue ngk" Naura.
"Ngk usah cemburuan Nau" Adira yang mencium Naura juga.
"Good night guys" Adira.
"Good night too" Naura.
"Jangan begadang yah?" Adara.
"Siap ka, luh juga dan luh juga Nau. Jangan begadang" Adira yang menutup pintu.
"Gue buat jj dlu ah.. Foto ini, kan lumayan mumpung Adara mau di posting fotonya" Adara yang ngomong kepada diri sendiri.
***
Skip di Indonesia..
"Gibran.. Akra.. Sih Adira ngepost foto Adara ngk?" Dika yang mulai kepo dengan kegiatan di Jepang sana.
"Belum Dik, baru yang terakhir ajh" Akra.
"Emng diakhir apaan? Soal gue belum buka lgi" Rassya.
"Panggung fashionshow nya" Gibran dan di setujukan oleh Akra.
"Gue juga penasaran juga ama kegiatan disana dah, apalgi Naura" Rassya yang meminum kopi susu nya.
"Gimana Sya.. Dik.. Saudara gue dan Adek gue itu cantik kan? Klo mereka ama kalian, gue restuin dah" Gibran.
"So paling tua luh" Akra yang menyonyorkan kepala Gibran.
"Songo.. Mau luh ngk gue restuin ama Adira? Liat ajh ngk bakal gue bntuin bawa Adira keluar buat ngedate ama luh" Gibran yang mengancam Akra.
"Hehe... Jangan gitu doang, kan gue hidup dan mati mencintai Adira" Akra.
"Tpi klo seandai Adira mati luh ama Adara yah?" Al yang asal bunyi.
"Kurang ajh luh, do'a in Adira mati" Gibran melempar bantal sofa bahkan Gibran yang tak Terima dengan omongan Al.
"Yah kan seandainya" Al.
"Ngk ada yah?! Namanya seandainya, gue ngk mau kehilangan. Cukup Om tante gue dan opah" Gibran yang marah.
"Udh lah, jangan ribut ajh. Minta maaf Al" Irssyad.
"Maaf yah Gib" Al.
"Yah gue maafin, lain kali jaga omongannya" Gibran yang meredam emosinya.
"Jabat tangan ngk?!" Irssyad yang menyatukan tangan Gibran dan Al.
"Pelukan sekarang" Irssyad yang memerintahkan Gibran dan Al.
"Yah.." Al dan Gibran.
"Dik.. Liat dah Swnya adira ngepost jj in foto Adara" Akra.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIKAADARA
Nonfiksigangs motor yang mencari kemisteriusan pada musuhnya namun mereka terjebak dengan mencintai musuhnya.
