41

184 12 2
                                        

Happy Reading...

Agar luh benci ke Adara dulu baru gue" Naura.

"Udhlah gue ngk mau debat lgi, gue mau kejar Adara dulu" Naura yang memakai jaketnya.

"Ikut ka" Adira.

" Ngk usah, luh tidur ajh, do'a in semoga bsk akan baik-baik ajh dan marahnya Adara ngk berlarut-larut" Naura mengelus kepala Adira.

"Boleh peluk?" Adira yang mulai manja.

"Sini" Naura yang merentangkan tanganya.

"Luh udh maafin gue kan?" Adira.

"Udh ko" Naura.

***

Skip hotel..

Ting.. Ting...
Suara bel hotel telah bunyi menandakan ada tamu diluar.

"Siapa?" Angel.

"Gue Putri" Putri yang sedikit berteriak.

Clek.. Pintu terbuka lebar dan Putri nyelonong masuk tanpa permisi.

"Woy.. Kebiasaan buruk luh ngk pernah berubah yah?" Gaby yang sedikit kesel.

"Bodoamat" Putri.

"Queen mana?" Putri.

"Queen, di balkon sama Gaby" Angel.

"Owh" Putri.

"Mau gue buatin minuman apa?" Gaby yang menawarkan minuman.

"Teh jahe ajh, soal gue kangen buatan teh jahe luh ngel" Putri.

"Enak yah? Pasti enaklah sampai membuat kalian rindu buatan teh jahe gue" Angel yang berbangga diri dengan buatan teh jahe nya.

"Kepedean banget luh" Sofya yang baru saja datang dari kamar sebelah.

"Ada apa Put, Tiba-tiba kesini?" Sofya.

"Queen ama kembarannya debat masalah foto" Putri.

"Masalah foto? Maksudnya apa?" Zavira.

"Kan tauh, sendiri Queen ngk suka fotonya disebarin di medsos tanpa izin dari dia. Terus sih kembaran Queen ngk sengaja ngepost ke story" Putri yang menjelaskan semuanya sehingga mengecek sendiri.

"Gilaa.. Sih ini identitas Queen dibuka sendiri ama kembarannya" Zavira.

"Ngk bakal kebuka dodol, lagian luh pada dari kapan disini?" Putri yang berjalan kearah balkon.

"Dari siang, pokoknya abis kita beres di apartemen Adira gue pergi ke hotel Angel dan Gaby" Zafira yang menjelaskan sambil mengikuti Putri berjalan ke arah balkon.

"Queen.. Sampai kapan disini? Kasihan kembaran luh nangis dirmh" Putri yang duduk disebelah Gaby tanpa permisi.

"Yah.. Nanti gue juga balik kermh" Queen yang meminum teh jahe.

"Tapi marah luh ngk bakal lama kan ama sih kembar?" Putri.

"Ngk ko.. Makasih yah Put.. Udh tenang adek gue dirmh. Tadi, gue denger penjelasan luh tentang kita dan omah" Queen.

"Udh saatnya dia tauh tentang ini Queen, agar sesuatu saat nanti dia ngk dapat dipengaruhi omah" Putri.

"Tapi gue takut Put, disaat kembaran gue tauh tentang omah. bagimana kalo dia malah benci omah dan omah nyalahin kita lgi?" Queen yang mulai menangis.

"Ngk usah takut, kita hadapin bareng-bareng. Toh ada Gibran yang sedia jadi tameng kita untuk menghadapi omah" Putri yang memeluk Queen.

"Tadi, seharusnya luh ngk naik 1 otaf suara luh ama kembaran takutnya kembar trauma ama luh, udh cukup kembar trauma ama gelapan" Putri yang melepaskan pelukannya.

"Sorry, tdi gue kelepasan" Queen.

"Yah udh, lain kali jangan di ulang. Kasihan si kembaran luh, nanti pulangg kita harus minta maaf yah?" Putri yang meminum teh jahe.

"Yah" Queen.

"Btw.. Gimana kabar markas yang di Indonesia nih?" Gaby yang mencairkan suasana.

"Yahh, begitulah Gab" Zavira.

"Begitu, apanya?" Angel yang membawa nampan berisi seteko teh jahe lagi dan makanan lainnya.

"Markas di Indonesia lagi di ambang kebongkar identitas kami, jadinya kita ber 5 harus lebih hati-hati" Allysia.

"Tapi, ngk perlu dikhawatirkan lgi.. Soal Queen sendiri mengecoh mereka dengan rose cs" Savira.

"Owh" Gaby.

"Kalo di Australia gimana?" Sofya.

"Baik ko, aman semuanya" Gaby dan angel secara bersamaan.

"Bsk, agendanya apa?" Queen.

"Bsk.. Kita masih awasin Adira ngk? Bsk dia fashionshow lgi di Tottori Jepang" Angel.

"Bsk kalian istirahat ajh dulu, biar kita ber 5 ngawasin Adira" Putri.

"Okey" Gaby dan angel.

*****

Skip keesokan hari...

"Baru ajh kemarin rame ama Adara dan ka Naura eh sekarang sepi banget" Adira yang meminumkan segelas susu.

"Apa, mereka masih marah? Makannya mereka ngk pulang" Adira yang membuka bungkusan roti.

"Kita ngk marah ko, maafin hue yah udh bentak luh" Adara yang datang dari dalam dapur bersama Naura sambil membawa nasi goreng.

"Kaka.. Maafin Adira juga yah?" Adira yang memeluk Adara.

"Yah gue maafin" Adara yang melepaskan pelukannya.

"Maaf gue juga yah?" Naura.

"Yah ka, udh gue maafin ko" Adira yang memeluk Naura dan diikuti dengan Adara.

"Udh dlu yah? Pelukannya, kita sarapan dulu" Mili yang datang bersama Vio dan Saskia.

"Lah ada kalian? Ko bisa?" Adira yang kebingungan atas kedatangan sahabat dari kembarannya.

"Kita ikut kesini bareng Adara dan Naura tpi saat Adara dan Naura nyusul luh udh di tempat fashionshow kemarin, kita balik duluan kerumah ini" Vio.

"Owh begitu, gue kira Adara dan Naura ajh yang datang ke Jepang ternyata sama kalian yah? Terus sekolah kalian bagimana?" Adira.

"Ha.. Itu mah gampang" Saskia yang menuangkan nasi kepada Adira.

"Eh.. Ngk usah biar ajh" Adira yang ingin merebut centong nasi.
"Ngk usah repot-repot, mendingan luh habisin nih makanan lalu kita berangkat bersama-sama dah" Saskia yang meletakan lauk pauk ke piring Adira.

"Gue ngk nih?" Nada sedih Adara.

"Ogah.. Mendingan Adira ajh. Kan Adira suka ngasih cemilan klo gue nginep" Saskia.

"Owh begitu.. Pilih kasih?" Adara yang pura-pura ngambek.

"Ngk usah ngambek yah ka? Biar gue ajh" Adira yang menyiapkan makanan buat Adara.

"Selamat makan" Ke 6 perempuan tersebut.

DIKAADARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang