Happy Reading...
"Saya bercanda pak" Akbar.
"Apa luh bilang?!! Bercanda?!!" Gibran yang menarik kera baju Akbar.
"Gibran..." Pak Adi yang menahan tangannya.
"Bercandaan kamu tidak lucu Akbar?!! Dan kamu Akra kenapa harus berantem dulu dengan Akbar kan bisa ditegur baik-baik" Pak Adi.
"Saya tidak Terima dengan omongan dia yang ngatain cewek saya L0nt3 Pak.. Dan dia itu tidak bisa diajak ngomong baik-baik karena dia selalu membawa kebenciannya terhadap saya, pengecut nya dia itu selalu melibatkan orang saya sayang pak" Akra.
"Sudah jelaskan siapa yang salah? Jdi saya mau nih orang dikeluarin dari sekolahan ini" Irsyyad.
"Anda tidak bisa mengeluarkan anak saya begitu saja" Lelaki paru baya mengunakan jas warna hitam.
"Kenapa?" Gibran.
"Saya memiliki saham terbesar disini jadi saya berhak atas ngatur ini" Lelaki tersebut.
"Saya akan menghapus nama bapak dari daftar penyaluran saham disekolahan ini" Dika.
"Siapa anda?! Mengatur saya?" Lelaki tersebut.
"Bapak BASTIAN DANISH perkenalkan nama saya DIKA ARIEL BRYEN RAYENSYAH anak ke 2 dari bapak BRYEN RAYENSYAH pemiliki sekolahan ini dan saya akan bilang ke papah saya untuk mencabut saham anda dan akan mengembalikan uang yang sudah disalurkan. Jadi, saya minta bapak bahwa anaknya untuk angkat kaki dari sini" Dika.
"Okey.. Saya keluar tpi saya tidak akan diam" Pak Bastian yang menarik anak keluar.
***
Parkiran..
"Dasar anak tidak diuntung!!" Pak Bastian yang meninju muka anaknya.
"Saya akan urus berkas pengeluaran kamu dari sekolah setelah itu uruslah sendiri" Pak Bastian yang meninggal anaknya.
"Argh.... Sialan!!! Liat ajh kalian semua akan gue balas" Akbar yang mengeluarkan senyum sinisnya.
********
Skipp sore hari...
"Dar.. Gue boleh izin keluar sama Pipit yah?" Adira yang ambang pintu perpustakaan pribadi Adara.
"Kemana?" Naura.
"Ke Kafe bintang Kejora" Adira.
"Yah udh gue izinin asalkan jangan balik malam" Adara.
"Yeah.. Diizinin, makasih yah Adara dan Naura" Adira yang mencium pipi Adara dan Naura secara gantian.
"Apaan sih?! Main cium ae, jijik tauh" Naura yang menghapus jejak ciuman adara dan pura-pura kesal.
"Ih.. Jangan dihapus tauh (sambil mencium kembali pipinya Naura) sapa tauh ciuman sayang gue yang terakhir" Adira.
"Luh apaan sih? Ngomong terakhir melulu, mau kemana sih?!!" Adara.
"Dibilang mau nyusul Papih ama Mamih" Adira. Perkataan Adira lah membuat suasana mencekam dan membuat Naura dan Adara meneteskan air mata.
"Ih.. Jangan nangis atuh, gue tadi bercanda" Adira yang merentangkan tangan untuk mempersilahkan Adara dan Naura masuk dalam pelukannya.
"Bercanda luh ngk lucu" Adara yang getok kepala Adira dengan novel tipis.
"Ihh.. Sakit tauh?!" Adira sambil mengelus kepalanya yang terasa sakit dikit.
"Lebay" Naura.
"Gue janji ko, akan selalu ada disini kalian jadi jangan pernah takut yah kehilangan gue?" Adira yang mempererat pelukannya.
"Kalo luh ingkar janji itu gue apaan?" Naura.
"Kalo gue ingkari tolong tagih janji itu yah?" Adira.
"Okey.. Kita akan janji luh yah?!" Adara.
"Yah.. Udh ahh gue mau pergi nanti ke malam lagi" Adira yang beranjak pergi keluar ruangan perpustakaan pribadi Adara.
***
5menit kemudian...
"Dar.. Gue mau nengokin markas luh ikut ngk?" Naura yang berdiri.
"Gue ikut" Adara yang menutup novel yang dia baca.
"Yaudh sana siap-siap" Naura.
"Hmm" Adara.
*********
Skip markas Mawar Hitam...
"Selamat sore menjelang malam Queen"
"Ada siapa ajh? Ko sepi" Putri melihat sekitar yang sepi.
"Latihan bela diri Put"
"Owh" Putri.
"Sih Sofya, Zavira dan Allysia ada disini?" Queen.
"Ada Queen, mereka lagi latihan bela diri"
"Okey" Queen yang berjalan meninggal seorang anggota tersebut dan diikuti oleh Putri.
Prok.. Prok... Prok...
"Mangkin jago ajh luh pada" Queen yang berjalan mendekati ke 10perempuan tersebut.
"Heyy.. Dar, ko kesini ngk kasih kabar kita" Valerie.
"Penting?" Adara.
"Ngk sih, tapi kabar itu penting tauh" Valerie yang ngoceh.
"Udah.. Ngomong nya?" Adara.
"Udah" Valerie.
"Rosetta gimana markas?" Adara.
"Amanlah Dar, tapi ada gangs baru muncul bernama Mahkota Hitam dan gangs itupun kepo dengan identitas kalian" Rosetta.
"Gangs Apa tadi?" Naura.
"Gangs Mahkota Hitam" Rain.
"Gangs itu kaya pernah denger dah? Tapi dimana yah? Ko gue bisa lupa sih?!" Vio.
"Yeh... Kalo lupa ngk usah ikut nimbrung oncom" Mili.
"Gue mau kalian berlima selidiki dengan teliti siapa itu gangs Mahkota Hitam, gue mau teliti sampai akar yah?!" Adara yang menunjukkan Rosetta cs.
"Okey" Rosetta.
"Mau kemana Dar?" alone yang melihat Adara berjalan menuju pintu keluar.
"Gue mau latihan panahan di halaman belakang. Kalian mau ikut?" Adara.
"Ngk deh.. Kita mau latihan bela diri dulu, panahan besok ajh" Rosetta yang mewakili teman-temannya.
"Nau?" Adara.
"Gue ikut luh latihan panah ajh lah, kalo bela diri gue lagi malas" Naura.
"Okey" Adara yang berjalan keluar ruangan privasi bela diri.
15 menit kemudian...
"Mili, Saskia dan Vio, kita istirahat dulu yah? Kalo kalian mau lanjut silahkan" Rosetta.
"Mau balik ke ruangan?" Vio.
"Ngk? Kita mau balik ke rumah ajh, lagian udah bau asem nih" Rosetta sambil melakukan kegiatan cium bau badan.
"Owh okey" Vio.
"Pamit yah?" Rosetta cs.
"Yah" Saskia.
"Guys.. Foto begini yuk" Mili yang menunjukkan sebuah contoh foto.
"Boleh" Saskia yang meniru gerakan pada contoh.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIKAADARA
Non-Fictiongangs motor yang mencari kemisteriusan pada musuhnya namun mereka terjebak dengan mencintai musuhnya.
