Happy Reading...
"Kita sudah sampai den, ini kuncinya" Bapak Billy.
"Makasih pak Billy" Irssyad yang mewakili 4 sahabatnya.
"Yah den" Bapak Billy.
"Yah sudah, saya pamit dlu?" Bapak Billy.
"Pak tunggu.. Adara, Naura dan ke 3 sahabat lagi dimana yah?" Gibran.
"Owh.. Non, ada di pantai bagian kiri sedang bermain volly den sama pemuda kampung sini" Pak Billy.
"Owh baiklah" Gibran.
"Yah sudah saya pamit yah den? Ada keperluan lagi ngk?" Pak Billy.
"Tidak ada" Gibran yang mengusir pak Billy dengan tangannya.
"Mau sekarang nyusulnya atau kita istirahat dulu?" Irssyad.
"Sekarang ajh.. Gue udh rindu nih ama yayang Mili gue" Gibran.
"Emng udh jadian? Luh ajh masih pacarin Sofya" Akra.
"Belum sih.. Tpi setelah gue bongkar indentitas Mawar Hitam gue jadian Mili dan Sofya gue putusin dah" Gibran.
"Kalo Sofya itu Mili gimana?" Akra.
"Yah, baguslah biar gue bisa pastiin ketua dan wakil dia itu Adara dan Naura bukan" Gibran.
"Dik.. Sya.. Mau kemana?" Irssyad yang melihat Dika dan Rassya pergi.
"Nyusul Adara cs" Dika.
"Ikut gue" Irssyad yang berlari kearah Dika dan Rassya dengan disusul Akra + Gibran.
**
Terdengar suara tepukan tangan dari arah kanan sehingga menghentikan kegiatan tersebut.
"Ternyata kalian jago juga yah?" Dika yang mengampiri Adar Cs dan memilih berdiri disamping Adara.
"Ko ada luh sih?" Mili.
"Yah, gue dan cs lagi liburan juga disini" Dika sedikit berbohong.
"Bukan luh dipantai A yah?" Mili.
"Ko luh tauh? Apa jangan-jangan luh fans kita yah? Atau kalian anggota inti Mawar Hitam" Rassya.
"Aduh.. Ko gue bisa keceplosan sih?" Tanya Mili dalam hati.
"Ko diem?" Rassya.
"Owh gue tauh luh+cs luh itu lagi di pantai A sebab sih Gibran sellu ngabarin gue meskipun gue ngk balas pesannya dan kalian harus tahu kita bukan anggota inti Mawar Hitam malah kita ngefans dia bukan fans anggota motor luh" Mili.
"Terus tadi kenapa diem?" Dika.
"Gue diem karena tahan pup" Mili sambil memegangi perutnya.
"Ih... Jorok luh!! Udh sama ke toilet nanti pup disini ,kan ngk lucu d0n90" Vio.
"Ngk yah!!" Mili yang berlari namun terhenti Gibran menghalanginya.
"Sayang.. Mau kemana dah? Ko aku baru datang udh ditinggal" Gibran.
"Awas" Mili yang mendorong Gibran dengan kuat sehingga Gibran tersungkur di pasir.
"Kuat juga tuh bocil" Akra yang mengulurkan tangannya ke Gibran yang masih duduk di pasir.
"Ko.. Luh tauh gue disini bang?" Adara.
"Liat dari story Adira" Gibran.
"Hmm" Adara yang ingin pergi.
"Queen? Mau kemana?" Dika.
"Kepo luh?!!" Adara teriak sebab sudah jauh dari situ.
"Ko.. Luh bisa manggil dia Queen sih? Kan nama itu khusus kita, kemarin kita panggil dara ikut-ikutan manggil dara juga, skrng kita panggil Queen ikut juga manggil Queen. Mau luh apaan dah?" Saskia yang tak terima nama kesayangan untuk adara dipakai juga.
"SSD" Akra.
"Apaan tuh?" Vio.
"Suka-suka Dika" Akra yang meminta persetujuan Dika.
"Hmm, udh ahh.. Kita mau bersih-bersih soalnya kita kotor dan untuk kalian (menuju pemuda setempat) , kita udahan dulu yah? Kita lanjut kapan-kapan" Vio.
"Yah Sas" Salah pemuda kampung yang ikut bermain bersama Adara cs.
"Kalo ada keperluan desa yang belum ke beli atau diperbaiki, datang ajh ke villa kita tpi konfirmasi dulu ama bapak Billy yah" Vio.
"Yah vi, pasti kita hubungi kalian ko" Pemuda kampung tersebut.
"Yah sudah, saya pamit" Vio yang beranjak pergi yang diikuti Saskia dan Naura. Namun, Naura langka terhenti ketika dipanggil namanya.
"Nau.. Ko ngk ngabarin gue kalo mau kesini, kan gue bisa cancel acara gue ama mereka" Gibran yang nahan tangan Naura.
"Ada angin apaan luh? Tiba-tiba peduli ama gue?" Naura.
"Yah.. Kan gue abang luh jadi gue berhak tauh" Gibran.
"Ternyata, luh masih pede yah? Untuk mengakui diri luh sebagai abang gue setelah kemarin gue ngeluarin unek-unek gue" Naura yang membuat Gibran terdiam.
"Naura.. Ngk boleh gitu ama abang sendiri" Rassya.
"Ngk usah ikut campur" Naura yang menekan semua kalimatnya.
"Tenang bro.. Gue masih anggap luh abang gue ko tpi didepan Mamah dan Papah" Naura yang beranjak pergi sambil menepuk bahu gibran.
"Sabar yah Gib, pasti adek luh akan berubah menjadi adek yang baik lagi" Irssyad yang menepuk bahu Gibran.
"Yah syad" Gibran yang mulai tersenyum.
"Gitu doang senyum" Dika yang mendekati Gibran dan diakhiri mereka berangkulan.
**
Skip Villa...
Setelah ke 5 perempuan bersih-bersih Akhirnya kumpul di kamar yang sangat luas dengan memiliki kasur king size. "Dar.. Ko bisa si Adira punya video dipantai?" Mili.
"Owh kemarin sore pas gue kelar teleponan ama dia, tiba-tiba dia ngechat gue cuman minta video langit sore" Adara
"Nih" Adara yang menyerah ponsel milik mili.
"Owh, ini buat apaan?" Mili yang angkat ponsel.
"Sih Dika telepon gue, terus gue minta luh angkat telepon bilang gue tidur dan kalo mau liat chat dira buka ajh" Adara yang merebahkan badannya di kasur.
Betul saja ponsel Adara bunyi nada dering telepon dan tertera nama Diko.
Dikoo
"Hallo dar.. Lagi apa?"
"Hallo dik.. Ini gue Mili, Adara nya udh tidur"
"Owh luh toh.. Dikirain Adara"
"Bukan"
"Ko luh bisa angkat ponselnya?"
"Gue lagi ngames diponsel adara, emng luh ada perlu apa?biar gue sampaiin kedia"
"Ngk ko"
"Yaudh, gue matiin yah? Soal gue mau lanjut ngames nya"
"Hmm"
KAMU SEDANG MEMBACA
DIKAADARA
Non-Fictiongangs motor yang mencari kemisteriusan pada musuhnya namun mereka terjebak dengan mencintai musuhnya.
