Happy Reading....
***
Skipp markas Mawar Hitam...
"Hay semuanya.. Apa kabar?" Seorang perempuan yang memasuk ruang tamu membawa koper.
"Baik sih.. Kalian siapa? Main masuk ke markas kami" Billy yang berancang ingin berantem.
"Mereka kepercayaan Queen yang di Singapura" Passya yang baru saja datang membawa minuman.
"Owh" Billy.
"Nih minum pasti haus kan" Passya.
"Haus banget" Perempuan yang membawa koper pink.
"Queen mana?" Perempuan berkuncir 1.
"Queen.. Belum datang" Passya.
"Kalian kenapa ngk ke rumah dulu?" Passya.
"Gampang kalo kerumah, orang kita tuh mau ke temu Queen, Putri, sofya, allysia dan Zafira dlu guys" Perempuan yang digerai.
5 menit kemudian...
Datanglah 5 orang bertopeng, 2 perempuan dan 1 lelaki di belakang ke 7 perempuan itu.
"Apa kabar kalian? Udh nyampe ajh, niatnya pengen kita jemput kalian dulu" Queen.
"Baik Queen" Jawab dari ke 5 perempuan yang ada dihadapnya.
"Masih mau disini? Atau ikut gue keruangan?" Tawaran Queen.
"Ikutlah, Passya dan bang Kevin kita nitip koper yah?" Perempuan berambut terurai.
"Okey" Bang Kevin.
***
Ruang Rahasia...
"Wah.. Mangkin bagus ajh nih ruangan" Perempuan berambut terurai.
"Ada apa tujuan kita kesini?" Perempuan bule
"Gue mau kalian itu jadi kita, kelabu para anggota Mahkota Naga Hitam" Adara yang berjalan kearah rak buku.
"Kita jadi kalian? Beneran nih?" Pertanyaan seorang perempuan berambut gerai yang kaget.
"Beneran" Adara yang mulai membuka Novelnya.
"Karena apa?" Perempuan berbando biru.
"Karena mereka itu udah mencari informasi tentang kita berbagai cara bahkan sampai tahap sadap akun medsos Passya" Naura yang mengeluarkan susu dari dalam kulkas.
"Ah.. Serius luh?" Perempuan berbando biru.
"Serius" Naura.
"Bentar lagi Mahkota Naga Hitam kesini untuk perjamuan terimakasih atas 3 bulan ini" Adara yang terpotong oleh rambut gerai.
"Perjamuan 3bulan itu, kalian damai yah?" Perempuan berambut gerai.
"Kita ngk damai namun 3bulan kemarin itu kekalahan taruhan Mahkota Naga Hitam dan Mawar Hitam, namun kita ngadain perjamuan ini untuk bilang makasih ajh" Mili.
"Owh.." Perempuan berambut gerai.
"Kita percaya ama kalian yang selalu amanah" Adara yang menyerahkan sebuah topeng kebanggaannya kearah perempuan berkacamata hitam namun memiliki muka judes yang dari tadi tidak bersuara.
"Tapi ini berat, Dar" Perempuan berkacamata hitam.
"Jalanin ajh, kita awasin selalu" Adara.
"Nih" Naura yang menyerahkan topengnya kepada perempuan yang kuncir 1.
"Nih" Mili yang menyerahkan topengnya kepada perempuan berbando.
"Nih" Vio yang menyerahkan topengnya kepada perempuan berambut gerai.
"Nih" Saskia Vio yang menyerahkan topengnya kepada perempuan bule.
"Makasih kalian udah percayain ini ke kita dan semoga kita bisa menjalani ini semuanya" Perempuan berkacamata hitam.
"Hm" Adara.
"Tapi kita minta untuk kalian jangan ada yang jatuh cinta ama mereka" Mili.
"Kenapa?" Perempuan berbando.
"Ngk usah banyak tanya dah" Vio.
"Udh kalian istirahat disini ajh dulu, sekalian nemenin kita makan siang" Saskia.
"Nemenin doang nih? Kita ngk makan" Perempuan berambut terurai.
"Yah nemenin ajh, kan luh mau ada perjamuan. Nanti makan disana ajh" Mili.
Akhirnya 5perempuan ini makanan siang, ke 7perempuan sibuk dengan urusan masing-masing.
"Dar.. Kabarnya Adira gimana? Baik kan?" Perempuan berkacamata hitam.
"Baik ko.." Adara.
"Kalo Gibran baik Nau?" Perempuan tersebut.
"Baik ko, dia salah satu inti Mahkota Naga Hitam juga loh" Naura.
"Ahh.. Serius luh" Perempuan kuncir satu.
"Serius gue" Naura.
"Nanti.. Kita boleh ngk ketemu sama Adira" Perempuan berbando.
"Boleh, tapi ngk sekarang yah? Soalnya Adira itu lagi di Jepang untuk ikuti lomba fashion show" Adara.
"Tapi Adira disana ada yang ngawasin kan?" Perempuan kuncir satu.
"Ada ko.. Sih Gaby dan Angel, mereka gue suruh terbang ke Jepang dulu untuk mengawasi Adira dari jauh" Adara.
"Kenapa ngk anak buah luh yang di Jepang untuk jaga Adira" Perempuan berbando.
"Di Jepang ada...." Jawab Adara yang terpotong oleh suara bel intercom.
Ting..
Ting...
Tinggg...
"Siapa?" Mili.
"Ini gue Luna" Luna.
"Ada apa Lun?" Mili.
"Diluar ada anak Mahkota Naga Hitam" Luna.
"Yaudh.. Suruh tunggu diruang makan ajh, nanti kita kesana" Adara.
"Okey dah.." Luna yang pergi dari depan alat intercom.
"Ganti pakaian dulu sana diruang itu" Adara yang menunjukkan pintu berwarna hitam.
"Okey" Perempuan kuncir satu.
5 menit kemudian..
"Wah.. Bagus banget, gue pakaian begini" Perempuan gerai.
"Udh sana waktu beraksi" Mili.
"Siap boss ku" Perempuan berambut gerai memasangkan topengnya dan diikuti ke 6 perempuan lainnya.
"Lola, jagain nih anak yah takut ceplas ceplos melebih Ria dan Mili" Saskia yang menuju perempuan berambut gerai.
"Siap" Lola.
"Ko.. Gue dibawa-bawa namanya? Orang gue diem ae yah!!" Mili.
"Tahu tuh.. Sih Saskia nyalain kita mellu yah Mil" Ria.
"Iyah tuh betul, minta dikeroyoki itu" Mili.
"Ayo kita keroyok yuk" Ria yang mengajak rambut Saskia.
"Sakitt tauh" Saskia yang berteriak.
"Yah habisnya luh ngeselin tauh, bisa-bisa ngatain gue ama Mili ceplas ceplos" Ria.
"Yah emang luh suka ceplas ceplos yah kan Vi" Saskia yang minta persetujuan kepada Vio yang berada didepannya.
"Yah.. Luh juga sama vi, tukang ceplas ceplos" Mili yang diiyahkan Ria.
"Udah berantemnya? Kapan mereka mau nemuin Mahota Naga Hitam nya?" Naura sedikit menaiki suaranya.
"Yah sampai besok lah" Nada ngegas nya Ria
"Owh.. Udh berani ngegasin gue nih? Ngajak berantem yah luh?!" Naura yang pura-pura Marah.
"He.. Ngk ber maksud gitu Nau.." Ria yang ciut.
"Udh.. Udh.." Adara yang membuat orang disana ciut.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIKAADARA
Não Ficçãogangs motor yang mencari kemisteriusan pada musuhnya namun mereka terjebak dengan mencintai musuhnya.
