"Maaf ya agak telat" ucap Bu Feni menghampiri seseorang di meja makan.
"Gapapa wajar lah pelatih yang lagi buat gebrakan" balas seseorang dimeja.
"Tumben - tumbenan ngajak ketemuan, padahal lagi ikut turnamen" ucap salah seorang dimeja.
"Hehehe buat ngerayaian aku bisa tembus delapan besar, sekalian mau ngobrol - ngobrol" ucap Feni.
"Selamat ya yanti, Ve tim kalian berdua lolos delapan besar" ucap seseorang dimeja.
"Kita bertiga tahun depan harus masuk turnamen wilayah sini ya, zahra tim kamu punya potensi" balas Feni kepada Zahra.
"Asal ga ketemu kau di playoff" ucap Zahra dengan wajah malas.
"Hahaha aku mah perlu pake playoff, kan masuk delapan besar" balas Feni dengan wajah mengejek.
"Kelas" ucap Veranda dengan senyuman dibibirnya.
"Sombong amat, tapi perkembangannya tim kamu cepet jga ya" ucap Zahra.
"Mereka selalu mau berlatih hal baru dan ga takut apapun" balas Feni.
"Iya libero kamu ga kenal takut ya, jatug bangun amanin bola" ucap zahra.
"Dia dari kelas satu nentang semua klompok di SMA 48" ucap Bu Feni.
"Bahkan diera Gita yang ngalahin Shani dia tetep ga tunduk sama Gita" lanjut Bu Feni.
"Badannya kecil tapi lincah dan ga kenal takut" ucap Veranda.
"Iya bola sulit juga dikejar sampe jatuh bangun" balas Zahra.
"Kayanya luka udah jadi hal biasa buat dia" ucap Veranda.
"Iya, makanya aku kepikiran pas nerima pekerjaan ini kepikiran buat rekrut Freya sama Yori" ucap Bu Feni sambil meminum pesanan yang sudah ada dimeja.
"Tambah lagi duo monster itu, ga ada obat" ucap Veranda.
"Sampe rockie SMA aku tertarik sama Freya" lanjut Veranda.
"Iya rockie SMA aku juga tertarik sama Freya, malah sekarang sering bantuin ditempat makan Freya" ucap Zahra.
"Dia memang punya daya tarik sendiri, dulu sering dibully setelah ketemu Yori mulai berani melawan bahkan berdua sama Yori mulai negelindungin korban bully" lanjut Bu Feni.
"Serius dulu Freya di bully?" tanya Zahra dengan wajah tidak percaya.
"Freya dibully, penasaran dia dulu gimana dan gimana dia bisa berubah" tanya Veranda juga dengan wajah bingungnya.
"Serius kalian berdua mau denger tentang Freya dulu" ucap Feni dibalas dengan anggukan kepala cepat dari Veranda dan Zahra.
Feni menceritakan masa lalu Freya, dimulai dari sering dibully hingga Freya bertemu Yori. Bagaiama Feni bisa kenal dengan Yori dan Freya yang selalu memperhatikan Feni melatih voli dilapangan. Kejadian yang menimpa orang tua Freya dan Fiony yang mebuatnya mengajak Feya untuk pindah kedaerah sini dan bergabung dengan SMA 48.
"Wah penuh inspirasi ya masa lalu Freya" ucap Veranda setelah mendengar cerita Freya.
"Pantes dia selalu lindungin teman - temannya, bahkan teman beda sekolah dilindungin" ucap Zahra.
"Hah siapa?" ucap Feni.
"Kamu ga tau ceritanya?" tanya zahrayang dibalas gelengan kepala oleh Feni.
"Michie watu itu pernah dikeroyok sama tim voli yang lama, kebetulan Freya ngeliat dan ngelawan yang keroyok Michie" cerita Zahra.

KAMU SEDANG MEMBACA
Flying High (FreFlo, FreCi, FreFio, FreSha, FreYor) COMPLETE
ActionCerita ini menceritakan tentang Freya beserta kapal - kapalnya (FreFlo, FreFio, FreYor, Freci Dan FreSha) Freya yang baru pindah rumah di ajak oleh guru dari sekolah SMA Putri Pranama 48 untuk masuk kesekolah itu dan membentuk tim voli disana. Disek...