Chapter 48 Tembok Besi

193 29 2
                                    

"Iya siapa sangka anak kelas X, darikota sebelah bisa bikin SMA 48 jadi satu begini" ucap Sisca.

"Kamu beruntung Git pernah duel sama Freya" ucap Shani.

Freya yang sudah sampai rumahnya ditemani oleh ori yang ikut mampir kerumahnya mengambil helaan nafas panjang. Dirinya bersiap menerima ceramah dari Fiony karena sudah berjanji untuk pulang tepat waktu malah pulang terlambat.

Baru membuka pintu rumahnya sudah berdiri Fiony sambil melipat kedua tangannya didada dan tatapan mematikannya.

"Katanya pulang cepet, kenapa jam segini baru pulang" ucap Fiony.

"Ditanya jawab malah cengengesan, untung ada Michie yang bisa bantuin" ucap Fiony melihat Freya tidak menjawab pertanyaannya hanya tersenyum tipis kearah dirinya.

"Freya sekarang hebat loh Cepio" ucap Yori yang berusaha memberla Freya.

"Mau belain Freya?" balas iony cepat.

"Disogok apa sama Freya? Pat pat?" lanjut Fiony dengan tatapan tajam yang berpindah dari Freya ke Yori.

"Enggak tapi " ucap Yori terpotong.

"Tapi apa?" balas Fiony cepat memotong ucapan Yori.

"Hmm kayanya nanti Freya ga perlu perlindungan Cepio lagi deh" balas Yori sambil tersenyum meledek Fiony.

"Heh kenapa gitu" ucap Fiony lalu langsung memeluk Freya.

"Freya udah ga sayang sama Cepio?" ucap Fiony dengan wajah memelasnya sambil terus memeluk Freya.

"Atau kamu udah banyak lindungin jadi ga perlu aku lindungin lagi" lanjut Fiony dengan wajah masih memelas tetapi melepas pelukan dari Freya.

"Enggak aku kan selalu jadi adik kecil Cepio" ucap Freya dengan wajah manja lalu memeluk Fiony.

"Duh malah jadi nyamuk nih" ucap Yori yang mulaikesal melihat Freya dan Fiony.

"Terima kasih ya Yori" ucap Freya lalu membuka slah satu tangannya untuk mengajak Yori masuk kedalampelukan.

"Dih kok ikut - ikutan sih" ucap Fiony yang melihat Yori sudah masuk kedalam pelukan.

"Sini aku obatin dulu lukanya, suka banget sih pulang - pulang bawa luka begini" ucap Fiony melepas pelukannya.

Yori menyaksikan Fiony dengan cekatan mengobati luka - luka Freya, ia menyaksikan bagaimana kedekatan kedua kakak beradik tidak sedarah ini. Yori menjadi saksi bagaimana gigihnya mereka berdua berjuang dan kuatnya mereka berjuang untuk bertahan.

"Jadi tadi Freya ..." ucap Yori membuka omongan dan menjelaskan dengan detail kenapa Freya bisa luka - luka.

Terjadi perubahan di SMA Pranama 48, tidak ada yang memakai jaket berbeda - beda sesuai dengan kleompok mereka masing - masing. Kali ini jaket atau atribut kelompok tersebut tidak terlihat sama sekali.

Freya sudah sampai digerbang sekolah SMA Pranama 48 dan sudah ada Marsha yang selalu menunggu Freya digerbang menyambut Freya setiap paginya. Ketika memasuki gerbang skolah dan berjalan menuju kelas bersama Marsha setelah memarkirkan motor kesayangannya diparkiran, banyak siswi yang menyapa Freya bahkan tidak sedikit yang memanggilnya ketua an membungkuk memberikan hormat.

"Mereka pada kenapa sih?" ucap Freya yang sudah duduk dikursinya.

"Kan kamu sekarang ketua dari SMA 48" jawab Marsha sambil tersenyum meledek Freya dan duduk disebelah Freya.

"Tapi malah kaya jadi ketua Yakuza weh" balas Freya.

"Ccocok kok klo jadi ketua Yakuza" ledek Marsha.

Flying High (FreFlo, FreCi, FreFio, FreSha, FreYor) COMPLETETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang