Semua pendukung SMA 48 berharap Kathrina mampu mencetak poin penyeimbang. Kathrina melakukan ritula seperti biasa untuk meningkatkan keprcayaan diri dan kosentrasinya.
"Wooo" teriakan para pendukung SMA 48 ketika Kathrina melempar bola keatas.
Kathrina memukul bola dengan jumping float serve andalannya yang mengincar wilayah belakang SMA 85. Haruka melihat bola meewati atas kepalanya lalu melihat garis lapangan untuk memprediksi apakah bola akan keluar atau masuk. Prediksi Haruka bola akan keluar dari lapangan, namun tiba - tiba bola menukik jatuh. Haruka yang kaget langsung melompat untuk mengamankan bola. Bola lebih dahulu menyentuh lantai lapangan tepat digaris putih lapangan mendahului tangan Haruka yang berusaha menjangkau bola.
Pendukung SMA 48 bersorakk dengan keras, mereka merayakan asa yang tercipta karena SMA 48 mampu mengejar ketertinggalannya. Kathrina berlari ke arah penonton da berselebrasi seperti Cristiano Ronaldo. Karena poinnya terkejar oleh SMA 48 Pelatih Nabilah meminta waktu time out.
"Istirahat dulu, renggangin tubuh kalian dan minum yang cukup" ucap Bu Feni menyambut anak didiknya.
"Baik bu" balas mereka kompak.
Mendengar perkataan dari Bu Feni, Freya dan Yori langsung turun dari kursi pemain dan merebahkan badannya dilantai. Semua anggota tim langsung memamdang aneh tindakan Yori dan Freya.
"Fre nanti masuk angin" ucap Marsha dengan wajah paniknya.
"Biarin aja Sha" ucap Bu Feni.
"Kalian keringin dulu keringatnya, bener kata Marsha kalo basah nanti masuk angin" lanjut Bu Feni.
Freya dan Yori bangkit dan duduk untuk mengeringkan keringatnya lalu merebahkan dirinya lagi. Melihat itu anggota tim yang lain mengikuti Freya dan Yori untuk merebahkan dirinya di lantai. Marsha sibuk menanyakan rekan - rekannya apakah ada bagian tubuh yang sakit untuk dikompres denga es. Mereaka merelaksasikan tubuh mereka sambil memejamkan mata. Semua anggota tim mengompres paha mereka dengan es, kaki mereka sudah terasa sakit karena terus bergerak untuk mencari celah serangan.
Kedua tim sudah bersiap kembali di lapangan untuk melanjutkan pertandingan set kedua. Kathrina melakukan serve kembali dengan serve andalannya yang mengincar area belakang kaearah Haruka kembali. Kali ini Haruka tidak berfikir panjang untuk mentambut bola, ia bisa menerima bola dengan baik dan memberikan kepada Ayana. Bola dialirkan kearahKinal yang sudah melompat tinggi. Jessi meringis kesakitan ketika melompat ia tidak mampu menyamai tingginya lompatan Kinal, kakinya sudah menyampai batasnya. Bola meluncur keras ke wilayah SMA 48 tanpa hambatan. Flora berlari untuk menutup jalur bola, ia menerima bola yang dengan kencang mengenai tangannya dan bola memantul kebelakang yang dikejar oleh Gita. Ia berlari kencang meskipun merasakan kakinya yang mulai sakit. Gita mengabaikan rasa sakit pada kakinya dan melompat kedepan untuk menggapai bola. Gita berhasil melambungkan bola langsung menyeberangi net menuju SMA 85.
Bola berada diatas kepala Christy, merasa bisa menjangkau bola tanpa pikir panjang ia melompat dan memukul bola. Freya mampu menahan bola seranga Christy yang membuat bola kembali jatuh kewilyah SMA 48. Gaby menerima bola dengan flying receive karena jarak bola yang jauh dari jangkauannya. Bola yang melambung menuju Ayana yang langsung memberikan operan kepada Kinal. Ia memukul bola dengan kencang ke arah Kathrina.
Kathrina bersiap menerima bola, ketika bola menyentuh kedua tangannya dengan keras bola memantul lalu mengenai wajahnya. Kathrina terjatuh dan menutup wajahnya. Bola melambung diatas Freya yang langsung melompat dan memukul bola. Freya menargetkan pukulannya ke dekat Kinal yang baru saja mendarat dari lompatannya. Freya melakukan pukulan Diagonal menghindari block dari Christy dan Gaby menuju kearah Kinal. Bola jatuh disamping kanan Kinal, ia langsung melompat kembali kedepan untuk menjangkau bola. Ujung jari tangan kanan Kinal hanya mampu menyentuh bola sedikit yang hanya membuat bola kembali melambung sedikit dan jatuh kembali menyentuh lantai. Match poin untuk SMA 48, luapan kegembiraan dirayakan semua pemain SMA 48 bahkan Bu Feni, Marsha dan Adel berpelukan di bench pemain. Jangan tanya bagaimana luapan kegembiraan merayakan poin yang diraih oleh Freya. Suara dukungan terus menggema di gelanggang olah raga dari Freya Warrior.

KAMU SEDANG MEMBACA
Flying High (FreFlo, FreCi, FreFio, FreSha, FreYor) COMPLETE
ActionCerita ini menceritakan tentang Freya beserta kapal - kapalnya (FreFlo, FreFio, FreYor, Freci Dan FreSha) Freya yang baru pindah rumah di ajak oleh guru dari sekolah SMA Putri Pranama 48 untuk masuk kesekolah itu dan membentuk tim voli disana. Disek...