first day

458 90 3
                                        

"yeji, gue berangkat kerja dulu ya?" jeno berbisik kepada istrinya yang tepar karena kelelahan. setelah menyelesaikan pekerjaannya hingga larut malam, yeji bahkan sekarang ketiduran saat di mobil dan twrpaksa jeno harus menggendongnya hingga ke kamar hotel.

pagi harinya mereka langsung berangkat kembali ke jakarta karena besok harinya jeno harus berangkat kerja dan anak anak juga sekolah.

"aaah jangan pergi kemana mama" jeno menggelengkan kepala melihat tubuhnya yang tidak bisa bergerak karena istrinya yang melilit tubuhnya. yeji memeluk suaminya erat.

tubuh jeno masih berbaring telanjang dengan hanya memakai celana pendek sementara kaos miliknya dipakai sang istri. ia menggelengkan kepala melihat betapa hancurnya kamar mereka saat ini karena semalam mereka berdua lepas kendali karena anak anak sedang dititip di rumah neneknya jadi mereka bisa bebas ber 'dinamika'

"yeji" tegur jeno kepada istrinya yang bukannya melepas pelukannya malah makim mempererat dengan bibir yang maju seperti ketika si bungsu tidak mendapat snack favoritnya.

"nanti kamu kerja pasti bakal sibuk. ngga boleh" jeno menggelengkan kepala. ia memilih untuk membalas pelukan istrinya sembari mencium kepala sang istri.

"aku kerjaannya nyantai, kok" jeno tersenyum tipis. membayangkan bekerja dengan taeyong pasti hal yang sulit walaupun secara waktu dia akan lebih longgar dibandingkan dengan tim sebelumnya.

"ayo bangun, anak anak juga berangkat sekolah, lho" yeji merengut walaupun akhirnya ia melepas pelukan kepada suaminya.

"gue mandi dulu deh" jeno langsung bangun dan melangkahkan kakinya untuk mandi, membiarkan sang istri untuk mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu sebelum bangun dan merapikan kamar.

"kok badan lo diliat liat makin bagus aja" yeji mengomentari suaminya yang tengah mencari pakaian di koper. jeno masih memakai handuk yang dilihat sampai pinggang membiarkan air yang menetes dari kepalanya membasahi tubuh bagian atasnya.

"iya. gue jarang nge gym tapi tiap hari gendong mamas sama dedek ditambah gendong lo kalau malam, gimana ngga makin kebentuk nih lengan" jeno mengomentari bisepnya yang semakin terlihat dengan jelas sembari mengambil satu kemeja yang ia ambil dari koper.

bukannya merasa bersalah, yeji malah tersenyum lebar dan langsung melompat ke lantai. ia kemudian menubruk suaminya hingga tubuh jeno terhuyung ke depan namun tidak sampai jatuh karena ia menjaga keseimbangan.

ia menoleh ke arah istrinya yang tumben tumbenan manja. "lo kenapa deh pagi pagi gini nemplok gini. mau apa?"

bibir yeji semakin maju. "kiss, please?"

dahi jeno berkerut. "kan udah tadi. semalem jug--"

bibir jeno terkatup secara otomatis karena bibir istrinya yang mencium dirinya tanpa aba-aba. karena yeji harus berjinjit untuk menciumnya, dengan spontan tangan jeno melingkar di pinggang sang istri agar yeji tidak terjatuh.

"hati-hat--" belum selesai jeno berujar kembali, yeji sudah berlari ke kamar mandi sambil tertawa membuat jeno menggelengkan kepalanya dengan senyum tipis yang terlukis di bibirnya. "cih"

***

"mama, sekolahnya bagus?" ethan bertanya  sambil duduk di car seat miliknya ketika jeno membelokkan mobil yang ia pinjam dari mertuanya ke salah satu sekolah swasta yang cukup terkenal.

setelah berdiskusi dengan mertua dan kakak iparnya serta melakukan survei, mereka memutuskan untuk menyekolahkan kakak beradik ini di sekolah yang sebenarnya tidak jauh dari rumah yang akan mereka tempati nanti. iya, jeno membeli rumah baru yang cukup dekat sengan sekolah anak-anak. jaraknya kurang lebih tiga kilometer.

Little FamilyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang