akibat

568 88 11
                                        

"mamah, kita mau kemana?" ethan yang sedang memakan roti berisi selai coklat miliknya.

"kita mau jenguk opa di rumah sakit" yeji diam diam menoleh, mencoba melihat respon kedua anaknya.

arkan tetap diam menatap jendela yang terbuka membuat rambutnya yang belum sempat dicukur berkibar terkena angin. walaupun ia memakai alat bantu dengar di telingannya, anak sulungnya itu tidak memberikan respon yang berarti selain anggukan dan kembali fokus ke jalan.

"ngapain?" nah kalau itu ethan, anak tk itu mengerutkan dahinya tidak suka. walaupun mulutnya belepotan selai coklat, dia tidak setuju kalau mereka harus bertemu opa dan omanya.

terakhir kali, mamasnya menangis di kamar diam diam setelah bertemu opanya. ethan tidak mau!

"ayo pulang aja. kita bobo di rumah" ethan bersuara menunjukkan ketidaksukaannya. yeji menghela napas. "dedek.."

"dedek ngga suka opa! opa jelek! dia bikin mamas nangis dedek ngga suka! dia juga ngga pernah mau deket deket sama dedek, penyihir"

yeji melotot. "siapa yang ngajarin dedek ngomong begitu?" ethan mendengus. "kan opa lagi sakit, semuanya kumpul di rumah sakit termasuk kita juga. ngga papa ya sebentar saja"

"oh mau meninggal ya?"

"ethan!"

jeno yang mrnyetir sesekali melirik perdebatan anak bungsu dan istrinya yang tidak kunjung berhenti. ethan berhak marah sebenarnya karena memang hubungannya dengan sang opa juga buruk dan opanya juga bahkan tidak menganggap mereka ada.  ethan berhak marah.

"nanti ada cecil, dia anak temen papa" jeno bersuara sambil menurunkan kedua anaknya. walaupun masih cemberut, akhirnya ethan mau turun dari mobil dan mengekori mamanya.

"anak dari xiyeon" jeno menyahut saat yeji bertanya. yeji mengerutkan keningnya mendengar nama yang tidak pernah disebut oleh suaminya.

keduanya melangkah masuk ke dalam rumah sakit dengan ethan yang digendong jeno untuk mengantisipasi ethan kabur dari rumab sakit. bukan tidak mungkin karena disini kita membicarakan seorang ethan.

"tuh cecil" jeno menunjuk cecil yang duduk dengan tenang di sebelah mamanya yang merapikan rambutnya. gadis kecil yang memakai dress selutut itu duduk sembari menggoyang goyangkan kakinya.

"oh jeno, baru datang?" xiyeon menyapa dengan ramah. jeno tersenyum. "ini yeji, istri gue" ia memberi kode kepada yeji untuk memperkenalkan diri.

yeji mengulurkan tangan. "yeji"

xiyeon tersenyum ramah. "xiyeon dan ini cecil" cecil melambaikan tangannya menunjukkan gigi susu dan lesung pipi yang terlihat begitu menggemaskan.

"ini arkan" yeji mengenalkan arkan yang tersenyum tipis. "dan yang ini ethan" ujarnya kepada ethan yang bersandar di papanya dengan cemberut.

xiyeon mengangkat alis. "adil ya, satu mirip mama satu mirip papa" ujarnya basa basi yang dibalas senyuman tipis.

"mami, cecil mau kenalan" cecil melompat dari kursi. ia sedikit tersandung dress nya yang terlalu panjang. "hati hati cecil" tegur maminya kepada cecil yang hanya bisa tersenyum lebar.

"aku cecil, nama kakak siapa?" ia mengulurkan tangannya kepada arkan. arkan tersenyum membalas uluran tangan cecil kemudian melepasnya sebelum mulai menggerakkan tangan dan bibirnya.

"hah?" cecil berkedip tidak mengerti. xiyeon pun sama sehingga dia menoleh ke arah jeno yang menganggukan kepalanya.

"katanya namanya arkan" yeji menerjemahkan. "kata kakak arkan, cecil cantik dan lucu sekali"

Little FamilyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang