"jeno mana? trus katanya lo abis kecelakaan?" baru saja yeji turun, san yang membukakan pintu bertanya.
"iya tadi abis ketabrak dikit. ngga kenapa napa sih udah diobatin paling bengkak dikit besok. kalau jeno ke rumah sakit. mertua gue kondisinya menurun" yeji menjawab apa adanya. "anak anak dimana?"
"lagi main sama arin. sini gue gendong, ga tega gue liat lo jalan nya pincang gini" san menurunkan badannya. membiarkan adiknya naik di punggung.
"mertua gue kritis, san" bisiknya ketika mereka berdua melangkah masuk. "tadi kakak ipar gue telepon, kalau papa masuk icu karena sakitnya makin parah. tau sendiri beliau udah ngga sehat belakangan"
"lo ngga kesana?"
yeji menggeleng. "kata jeno biar besok pagi aja. hari ini biar gue istirahat. mama bilang kalau besok semua anggota keluarga harus kumpul"
"separah itu?"
yeji menganggukan kepala. "dibilang sadar juga engga dibilang ngga sadar juga engga. udah faktor usia juga kali ya"
san menurunkan adiknya di sofa ruang tengah. "terus lo khawatir banget kenapa?"
"jeno.."
san mengangkat sebelah alisnya membiarkan yeji melanjutkan ucapannya.
"jeno selama ini masih sakit sama perbuatan papanya. gue ngga yakin kalau dia ngga marah sama beliau. gue tau suami gue, san"
***
"JENO, JEN"
Jeno melangkah keluar dari kamar vip dimana papanya tengah terbaring di ranjang bersama selang selang yang terpasang. matanya masih terbuka, berkedip pelan dengan air mata yang sudah menetes karena anak bungsunya yang menolak untuk hadir di dekatnya.
"awas, bang" jeno berbicara pelan kepada jaehyun yang berdiri di depannya, menghalangi langkahnya untuk keluar.
"jen, papa butuh lo disaat saat terakhirnya. kita butuh lo disini buat papa" jeno tertawa remeh.
"gini aja butuh gue? dari dulu ngapain?" jeno meninggikan suaranya. mamanya yang berada di dekat kedua anak lelakinya itu hanya bisa menahan air mata.
"jen.."
"apalagi? udah baik gue kesini. jangan kalian pikir gue dengan semudah itu bilang maafin papa disaat papa bikin hidup gue ancur. bikin istri gue harus tertekan selama hidupnya dan bikin anak gue harus menjauh dari gue gara gara papa ngasih tau anak gue kalau dia bukan anak kandung gue?"
mereka yang ada di ruangan hanya bisa mematung ketika akhirnya jeno meledak. mereka terdiam, memandangi suara anak bungsu yang jarang sekali dia keluarkan kini akhirnya meluap. "apa kalian pikir jeno baik baik aja saat anak jeno sendiri pelan pelan ngejauh dari jeno cuma karena permintaan papa? dan kalian mau jeno maafin papa?"
"sampai papa berlutut pun rasa sakit yang papa kasih dari dulu sampai sekarang ngga bakal bisa dimaafkan" ia melangkah, menabrak tubuh kakak laki lakinya dengan keras hingga jaehyun sedikit terhuyung.
jeno membanting pintu kamar rawat papanya meninggalkan anggota keluarga lainnya yang hanya bisa terdiam.
jeno mengusap air mata yang menggenang di sudut matanya sebelum melangkahkan kakinya menjauh. punggungnya yang biasanya tegak kini ia tundukan pun dengan kepalanya yang berdiri tegak sekarang tidak lagi ia tunjukkan.
rasanya jeno lelah.
jika ia tidak mengingat kalau ada istri dan anak anak yang menjadi tanggung jawabnya, jeno memilih untuk pergi sejauh mungkin. entah mendaki gunung, berlibur sejauh mungkin sendirian, atau menyelam berjam jam di lautan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Family
Fanfiction"mama ku besok yang bakal masakin nasi kuning buat ulang tahun" "wah enak dong besok aku mau datang" "mama ku kalau masak ikan kakap sama kerang enak banget. kalian harus coba" "udah jelas mama mu kan buka usaha warung makan" "mama mu gimana?" "ma...
