"gimana? nyaman?" jeno bertanya kepada arkan ketika arkan memakai alat bantu dengarnya yang baru. alatnya lebih kecil dibandingkan yang sebelumnya dengan bahan yang berbeda. ia mendapatkannya dari kenalan krystal. arkan tersenyum tipis dan menganggukan kepala, ia sudah kembali bisa mendengar. mungkin ia sedikit merasa tidak nyaman karena ini baru pertama kali ia memakai ini, namun tidak apa-apa. papanya pasti sudah mengeluarkan uang banyak untuk dirinya ya kan?
"mamas, mamas bisa dengar dedek?" arkan sedikit terkejut ketika adiknya berteriak. "pelan-pelan dedek"
ethan tersenyum lebar. ia perlahan merangkak naik ke ranjang kakaknya kemudian memeluk arkan lebih erat. "mamas sudah sembuh yey. habis ini kita pulang kan, papa?" ethan bertanya kepada papanya yang sedang merapikan barang-barang milik mereka. arkan akhirnya sembuh setelah dirawat lima hari dirumah sakit. walaupun masih membutuhkan waktu untuk istirahat namun kondisi arkan berangsur-angsur membaik.
"besok pagi ya? nanti malam kita menginap di rumah oma dulu. besok pagi kita pulang ke rumah" jeno berujar sambil mengusap kedua jagoannya. ethan juga sudah sembuh walau bekas gatalnya masih belum hilang tapi anak itu seolah baterainya tidak pernah habis sampai sampai om nya pusing.
"administrasi udah diurus jen?" jeno menganggukan kepala. "sudah dong. kita siap buat pulang. eh oma udah masak sop ayam loh buat kalian" jeno berujar sambil menurunka kedua jagoannya dari ranjang trmpat tidur.
"mamas, mamas kalau pusing bilang ke papa ya?" arkan yang senang karena akhirnya kembali ke rumah menganggukan kepalanya. "tenang papa, dedek kan ada" ethan tersenyum menyombongkan diri.
"dek kamu makin mirip papa kalau gayamu begitu" yeji meledek si bungsu yang terssenyum lebar. "iyalah! aku anak papa!"
keluarga kecil itu tertawa walau tidak ada yang tahu kalau satu diantara mereka tidak bisa tertawa lepas.
"ma, kamu ngga mau ketemu dokter?" jeno bertanya sambil melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit dengan tas berisi baju kotor milik arkan. kedua jagoannya berjalan di depan mereka, ethan tengah mengoceh sementara arkan sesekali menanggapi ocehan kakaknya.
"ngga papa kalau mau ketemu dokter. biar aku sama anak anak tunggu disana. mumpung disini kan?" jeno tentu tahu dari beberapa hari belakangan kondisi istrinya menurun. san juga membicarakan hal yang sama membuat jeno harus pelan pelan membicarakan ini dengan yeji tanpa menyinggung perasaan istrinya.
"ngga papa?"
jeno mengangkat bahu. "ngga papa elah. anak anak biar sama gue aja lagipula kayanya jaemin mau jenguk arkan tapi arkan udah sembuh jadi paling dia kesini main bentar"
mendengar itu yeji menganggukan kepala. "ya udah deh, mumpung ada dokternya disini" jeno diam diam tersenyum lega melihat istrinya yang kembali memeriksakan diri.
"boys, mama mau periksa dulu sebentar. kita tunggu di taman sana dulu ya sama sama?"
yang menghampiri pertama kali adalah arkan. arkan menghampiri mamanya dengan khawatir. matanya berkilauan terkena pantulan cahaya. "mama sakit? mama sakit gara gara aku?"
yeji menggelengkan kepala. "ngga dong. mama bukan sakit karena mamas. mama cuma mau ketemu ibu dokter aja. mama sehat kok. ya kan pa?"
jeno tersenyum tipis. ia mengusap rambut si sulung. "iya. mama cuma mau ngobrol sebentar sama bu dokter. mamas sama dedek nunggu disana. ngga terlalu jauh kok dari ruangan mama ngobrol"
arkan mengangguk pelan walaupun ia masih khawatir terhadap mamanya. rasanya ia tak mau mamanya sakit.
setelah meyakinkan arkan, ketiga pria berbeda usia itu melangkah menuju taman belakang yang untungnya tidak terlalu ramai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Family
أدب الهواة"mama ku besok yang bakal masakin nasi kuning buat ulang tahun" "wah enak dong besok aku mau datang" "mama ku kalau masak ikan kakap sama kerang enak banget. kalian harus coba" "udah jelas mama mu kan buka usaha warung makan" "mama mu gimana?" "ma...
