pulang sekolah

407 60 9
                                        

"nanti siapa yang jemput? papa atau mama atau om san?" ethan bertanya kepada kedua orang tuanya yang duduk di kursi depan mobil sementara kakaknya duduk dengan tenang, menggigit pelan sandwich yang ia bawa dan dengan sengaja melepas alat bantu dengar miliknya sehingga dia tidak bisa mendengar apapun sekarang.

lebih baik begitu, bukan?

"mama yang jemput. papa lembur soalnya" yeji menjawab sambil melirik dari arah cermin. suaminya juga sedang membaca entah apa di bangku penumpang sementara dia yang menyetir. di tangan jeno juga ada sandwich seperti arkan sementara matanya fokus kepada tulisan yang ada di genggaman tangannya.

"mamas, itu alatnya dipakai. nanti kalau mamas nggak denger miss nya gimana?" yeji menegur anak sulungnya yang tentu saja tidak mendapat respon dari arkan.

yeji tidak tahu mengapa beberapa hari belakangan anak sulungnya lebih banyak pendiam. ketika ditanya, dia menjawab kalau arkan banyak tugas namun dia meminta untuk menambah les diluar sekolah.

setelah membujuk mama papanya, arkan akhirnya diizinkan untuk ikut les matematika di hari rabu dan musik di hari sabtu. itupun setelah mamanya mencocokan dengan jadwalnya agar tidak bertabrakan dengan ekskul karena ternyata arkan menambah eksul coding dan sains di sekolahnya sehingga anak itu hanya punya hari minggu sebagai hari bebas.

jeno sempat menghubungi arin untuk bertanya kepada iparnya terkait drngan arkan. ketika arin dan arkan yang memang berbicara bersama, arin mendapatkan kesimpulan kalau arkan memang ingin mencoba semuanya dan merasa bosan di rumah tidak melakukan apapun.

setelah menimbang dan berbincang kepada istrinya, akhirnya jeno menyetujui dengan satu syarat jika arkan sampai sakit, arkan harus keluar dari ekskul dan les tersebut.

dan dengan itu akhirnya hari hari arkan menjadi sibuk.

yeji sampai pusing, ini anak baru kelas satu sd saja sudah sesibuk ini? apa dia akan menjadi workaholic ketika besar?

jangan tanya tekanan darah yeji, anaknya yang sulung terobsesi dengan belajar dan anak bungsunya yang bahkan membuang buku pelajarannya di selokan.

karena mamasnya tidaj mendengar apa yang di ucapkan oleh mamanya, ethan menepuk bahu mamasnya. mengulang kembali apa yang mamanya ucapkan namun arkan tersenyum sebelum menjawab. "lebih nyaman seperti ini"

"nanti kalau di kelas, dipakai ya" arkan menganggukan kepala ketika ethan meneruskan pembicaraan mamanya. ia menepuk nepuk kepala ethan sebelum mengalihkan wajahnya kembali ke arah jalan, memperhatikan interaksi interaksi yang bisa menarik perhatiannya daripada adiknya yang kembali bertengkar dengan mamanya.

"nanti kamu selesai reuni jam berapa?" jeno bertanya kepada istrinya sambil mengambil botol berisi air mineral yang memang disediakan oleh istrinya. "jam sebelas paling, telat telatnya jam dua belas"

"anak anak pulang jam sebelas, mamas libur ekskul. nanti hp nya di alarm aja atau gue telpon kalau lo lupa. jangan dimatiin atau di silent soalnya lo kadang lupa waktu kalau ngobrol" jeno memperingati istrinya. yeji menganggukkan kepala. "iya"

mobil akhirnya berhenti, yeji seperti biasa turun dari mobil kemudian mengantar anak anaknya seperti biasa sebelum menjalankan mobilnya menuju kantor suaminya.

"gue berangkat dulu. nanti rumah dikunci aja soalnya gue balik malam. gue bawa kunci serep"

yeji tersenyum lebar ketika suaminya mencium dirinya. "hati hati. pulangnya jangan luka nanti jantung gue merosot ke dengkul kalau sampai luka"

jeno mengangguk. "jangan lupa jemput anak anak, kalau memang ngga bisa nanti telepon gue biar gue minta orang lain jemput" jeno mengecup dahi istrinya sekali sebelum akhirnya keluar dari mobil dan masuk dengan terburu buru.

Little FamilyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang