kabur

372 74 9
                                        

"ini siapa yang masak?" yeji yang sedang mengambil piring menyipitkan matanya kemudian melirik si bungsu  yang sudah turun dari kamarnya dengan tajam. padahal  usia mereka bukan lagi  anak anak tapi ethan masih menjadi picky eather, tidak, dia tidak picky eater, dia  hanya membenci masakan buatan mamanya.

"mama tadi beli soto daging waktu pulang kerja" ethan menatap mamasnya yang sudah duduk di depan  mangkuk soto. arkan tengah meracik bumbu tambahan di soto buatannya. arkan menatap adiknya kebingungan karena ia tadi melepas alat bantu dengar miliknya.

"siapa yang masak?" ethan menunjuk  semua yang ada di meja. 

arkan mengangkat bahu, melanjutkan untuk mengaduk aduk sop daging yang ada di depan matanya. ia kemudian mulai tersenyum ketika merasakan soto buatannya sudah  nikmat.

melihat mamasnya yang tidak protes, ethan menatap mama dan mamasnya bergantian. keduanya tidak ah ralat mamanya tidak berkata apapun karena mamasnya mau emak mau tidak enak akan menelam makanannya hingga habis dan untungnya perut mamasnya sekuat baja.

ia menyicip soto yang ada di depannya dan berkedip beberapa detik. ini dibilang enak juga tidak masuk ke dalam kategori enak tapi dibilang ngga enak masih diatas level mamanya.

ya udahlah mungkin dia bisa meracik sendiri bumbunya agar menjadi lebih enak yang twrnyata tidak jauh juga rasanya. "aneh. beli dimana?"

"di depan kantor mama, baru buka. rame makanya mama mampir. ini aja mama antri hampir sejam"

ethan mengangkat bahu. meletakkan sendoknya di sisi mangkok. "rasanya aneh. pake penglaris kayanya jadi rame" ia menjawab apa adanya, langkah kakinya berjalan menuju lemari lemari kecil yang ada di dapurnya. "dedek mau bikin telor aja"

karena sudah terbiasa dengan anak bungsunya yang memang seperti itu, yeji membiarkan saja anak itu mengubek ubek dapur dan membuat sesuatu semaunya dia. "mamas ngga mau bikin teloor juga?"

arkan menggelengkan kepala, ia melanjutkan makan malamnya dengan tenang sambil sesekali mengelus anjing yang terus menerus mengendus kakinya.

"mas, kamu jadi mau naik gunung?" arkan yang sedang mengambil soto milik adiknya yang tidak dimakan. arkan menganggukan kepala. "mau berangkat kapan?"

arkan meletakkan sendoknya. "besok kamis. soalnya jumatnya libur" ia menjawab apa adanya. "dedek ikut" ethan menyahut dari dapur.

arkan mengangkat bahu, tidak masalah dengan kehadiran adiknya yang mengikuti agendanya. "mamas mau mcu kapan?" ethan bertanya. ia mematikan kompor dan membawa telur dadar lengkap dengan saus dan kecap.

arkan menyuap soto yang ada di depannya dan mengangkat bahu. ethan melotot melihat mamasnya menghabiskan soto miliknya yang rasanya tidak jelas. "mas udah lah, bikin telur aja. itu ngga enak tahu. kayanya pake penglaris deh ma"

yeji mengangkat bahu. sebenarnya rasanya ya seperti rasa soto seperti biasa. standar lah menurutnya tapi kan ini yang dibicarakan adalah anak bungsunya yang lidahnya sangat sensitif dengan rasa dimana makanan yang tidak sesuai dengan mulutnya akan ia tolak mentah mentah.

"mama mau langsung tidur soalnya papa shift malam nanti kalian kunci pintu ya. jangan tidur malam malam" arkan dan ethan menganggukan kepala menghabiskan makan malamnya dengan diam.

arkan yang berhasil menyelesaikan makan malamnya terlebih dahulu. "mamas kunci pintu dulu biar kamu bisa langsung tidur. mamas juga udah ngantuk"

ethan menganggukan kepala. dalam hati ia bersorak gembira karena mama dan mamasnya tidur lebih awal.

***

pukul satu malam, ethan terbangun dari tidurnya. ia mengganti pakaian tidur dengan  celana jeans dan jaket kulit yang sudah ia siapkan. oh sebelum itu, ia tadi keluar dengan membawa botol minum untuk mengecek kondisi di rumah apakah sudah tidur semua dan rupanya sudah tidak ada lagi musik yang diputar mamasnya dan mamanya juga sudah jelas tertidur.

Little FamilyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang