naughty lil boy

424 84 11
                                        

"sana masuk. nanti istirahat mamas jemput" arkan mengantar adiknya sampai di depan kelas, memastikan agar ethan tidak kabur sebelum masuk ke dalam kelas.

ethan menganggukan kepala. "oke" ujarnya sambil mengangkat ibu jarinya dengan senyum lebar, menunjukkan giginya yang putih bersih karena tiap enam bulan sekali diperiksa ke dokter gigi.

"bye bye" arkan melambaikan tangan, ia mencium tangan miss yang kebetulan tengah lewat hendak mengajar anak anak tk yang luar biasa meriah ini terutama kelas ethan ya karena ethan salah satu penyumbang kemeriahan utama disana.

"morning kids"

mendengar sapaan dari miss yang baru saja masuk dan menutup pintu menyapa dengan penuh semangat. senyuman lebar dan pembawaanya yang ceria membuat anak anak membalas sapaannya tak kalah meriah. "morning, miss"

"hari ini pelajaran kesenian. kalian sudah bawa krayon?"

"sudah, miss"

"boleh dikeluarkan sekarang"  anak anak berusia lima hingga enam tahun itu kemudian dengan senang hati mengeluarkan krayon yang beraneka ragam mulai dari jumlahnya yang dua belas bahlan sampai membawa yang berbentuk koper, ada juga yang bergambar disney hero atau bahkan karakter princess favoritnya hingga krayon yang sudah rusak dan patah bahkan sudah tidak 'berbaju'

yang terakhir itu punya ethan.

"jadi miss bakal bagi kertas nanti kalian gambar rumah kalian ya? hasilnya nanti miss kasih tau ke orang tua kalian"

ethan langsung manyun. rumah siapa ya yang nanti harus dia bangun? rumah lama yang di desa? apartemen? rumah baru? rumah oma? rumah om san?

"miss, boleh gambar hewan peliharaan?"

"boleh dong"

ethan kemudian menyenggol teman sebangkunya dengan siku. "aku gambar rumah mu aja, boleh?"

anak laki laki disampingnya menoleh. "kok lumahku? kan lumahmu bagus"

ethan mengangkat bahu. "rumahku anjingnya jelek. item. rumahmu kan anjingnya bagus"

teman sebangkunya mengangguk mengerti. "ya udah boleh"

mendengar persetujuan dari temannya untuk menggambar rumah miliknya, ethan kemudian mulai mencoret coret kertas gambar miliknya sesuai dengan kreativitas nya yang luar biasa.

" dindingnya warna apa? hijau apa biru?" ethan bertanya sambil membandingkan dua warna yang bersandingan di tempat krayon

gavin, temannya, selaku pemilik rumah yang tengah mewarnai tembok menolehn"bilu"

"salah! yang benar warna kuning" sahut ethan mengambil warna kuning yang berada di ujung.

"kok kuning? kan lumahku walna bilu" protesnya tidak terima karena rumahnya yang berwarna biru berubah menjadi kuning.

"suka suka aku" ethan tidak peduli, ia membalas apa adanya sebelum mewarnai rumah temannya sesuka hati sesekali menggoyang goyangkan badan dan kakinya untuk menyelesaikan pekerjaannya.

"mamasmu ga bisa dengar ya?" ethan yang tengah memakan bekalnya bersama gavin menoleh ke arah temannya. matanya yang sipit menatap tajam. "kenapa emangnya?" tanyanya tidak suka.

"itu mamas mu tadi jatuh, kakinya luka waktu main sepakbola"

mendengar itu ethan langsung menutup kotak bekal miliknya. "mamas dimana?" ia berlari menuju gedung sekolah dasar mengabaikan panggilsn miss nya. ia langsung berlari ke lapangan sepakbola dimana mamasnya berolahraga.

terlihat teman temannya mengerubungi mamasnya yang tengah duduk memegangi lututnya sesekali meniup niup luka kemerahan yang ada pada lututnya.

diantara siswa sd yang lebih besar, ethan, dengan seragam sd warna biru mencolok meletakkan kedua tangannya di pinggang dan berteriak "SIAPA YANG BIKIN MAMAS JATUH? MANA ORANGNYA??"

Little FamilyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang