boys day out

378 79 7
                                        

jeno mengerutkan keningnya, terpaksa harus membuka matanya setelah tiga jam terlelap. entah tidurnya sudah nyenyak atau belum ketika suara heels beradu di dalam kamar.

iya kalau hanya sekali sih tidak apa apa, lagipula dia sudah biasa dengan keributan istrinya. tapi lama lama rasanya risih juga ketika suara heels bolak balik di dalam kamar bahkan tanpa jeda.

apalagi jeno memang sedang dalam pekerjaannya sehingga entah bagaimana pendengarannya menjadi lebih sensitif sehingga mau tidak mau ia menguap dan membuka kedua matanya pelan.

tangannya meraih ponsel di atas kepala kemudian dia berbaling miring setengah tengkurap membiarkan istrinya bolak balik  mengambil-mengembalikan pakaian yang ada di lemari.

"oh astaga" yeji memegang dadanya terkejut ketika melihat suaminya tengah bengong padahal tangannya memegang handphone. jeno melirik ke arah istrinya yang sedari tadi berdiri di depan lemari. "bisa ngga kalau bangun tuh bersuara dikit?"

jeno mengangkat bahu, menguap, kemudiam mengubah posisinya menjasi telentang menatap langit langit kamar.

"kok lo udah bangun? perasaan semalam balik jam tiga?" yeji memakai pakaian pilihannya setelah sekian lama mencocokan dengan sepatu dan perhiasan yang akan dia pakai.

jeno mendengus, menoleh, dan menunjuk sepatu hak tinggi yang dipakai oleh istrinya. "gue kan udah bilang kalau mau pake sepatu tuh diluar" tegurnya malas kepada istrinya yang melakukan kesalahan setiap hari tapi tetap saja diulangi.

yeji menyengir, melangkah mendekat ke arah suaminya kemudian mengecup bibirnya singkat. "sorry" gumamnya sambils menyengir lebar kemudian berbalik "tolong dong" ujarnya sambil memperlihatkan resleting miliknya yange terbuka.

jeno terbangun kemudian menaikan resleting dress yang dipakai istrinya. "mobil gue bawa ya soalnya mau jemput arin. lo nanti minta tolong san apa naik taksi" yeji berujar sambil mengambil tas selempang miliknya.

"iya"

"i love you"

"iya"

"i love youuuu"

"iyaaa"

yeji berbalik di pintu, menatap suaminya yang terduduk di kasur. "jenooo" ia mulai merengek, menghentak hentakan kakinya hingga membuat lantai rumah baru itu berbunyi tuk tak tuk tak.

jeno tertawa pelan, menyambungkan ponselnya yang kehabisan daya sebelum melangkah mendekat. ia merangkulkan lengannya ke bahu istrinya kemudian mengecupnya sekilas. "iya, i love you too"

mendengar jawaban dari suaminya, yeji tersenyum lebar kemudian melingkarkan lengannya di pinggang jeno dan melangkah turun dari rumah baru yang mereka tinggali. rumah dua lantai yang dekat dengan kediaman keluarga yeji, hanya sekitar tiga kilometer dari rumah ayah dan ibunya.

"nanti anak anak dibawa. si dedek kemarin berantem sama temennya nanti ditegur dia. kalau sama gue ngga mempan harus sama bapaknya. buat sarapan jangan lupa, bikin nasi goreng aja biar ngga ribet. baju anak anak udah gue atur dan punya lo juga udah gue gantung dan please" yeji menyipitkan makannya. "jangan pakai baju belel. gue ngga mau ada kabar kalau suami sama anak anak gue ngga ngerti fashion. paham?"

"iyaa iya. udah sana. gue mau masak terus mandiin anak anak" yeji memberikan kecupan sekali lagi pada suaminya sebelum melangkah menuju mobil.

yeji menekan klakson ketika mobil keluar dari gerbang rumah yang dibalas gonggongan dan anne dan belle, iya nama dua anjing yang sangat tidak kreatif dari ethan.

"pagi pak jeno" jeno yang sedang menutup gerbang tersenyum dan menganggukan kepala kepada security gerbang ysng tengah berpatroli.

jeno menghembuskan napas kasar sebelum membanting tubuhnya di sofa. dengan kakinya, ia mengambil remote untuk menonton saluran televisi yang menurutnya  menarik. pilihannya jatuh ke saluran tv yang menayangkan sebuah kartun di pagi hari. tangannya mengambil toples berisi kue kue kering yang bawahnya sedikit berwarna kecoklatan karena pembuatnya lupa mengatur waktu dari oven sat memanggangnya.

Little FamilyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang